SINGAPURA, EKOIN.CO – Analis pertahanan yang berbasis di Singapura menyuarakan kekhawatiran terkait potensi perlombaan senjata di Asia Tenggara. Hal ini dipicu oleh langkah Indonesia mengerahkan rudal balistik taktis modern KHAN ke Kalimantan Timur, yang dinilai sebagai pergeseran signifikan dalam keseimbangan kekuatan regional.
(Baca Juga: Indonesia Uji Coba Rudal Strategis)
Ridzwan Rahmat, analis senior dari Janes, menegaskan Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menyebarkan sistem rudal balistik taktis modern. Menurutnya, pengerahan rudal buatan Turki ini tidak hanya meningkatkan kemampuan serangan presisi tinggi, tetapi juga memperluas opsi respons cepat militer Indonesia.
Pengerahan KHAN dan Implikasi Regional
Pengerahan rudal KHAN yang terdeteksi di Pangkalan TNI AD Raipur A, Kalimantan Timur, pada 1 Agustus 2025, disebut sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. Lokasi ini dianggap strategis karena relatif aman dari serangan langsung, terutama di tengah pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
(Baca Juga: Strategi Pertahanan Indonesia di IKN)
Rudal KHAN memiliki jangkauan hingga 280 kilometer, cukup untuk menjangkau berbagai titik strategis di kawasan. Indonesia memesan sistem ini pada November 2022, dan pengerahannya menandai peningkatan signifikan kemampuan pertahanan darat.
Ridzwan menilai bahwa langkah Indonesia kemungkinan besar akan mendorong negara-negara ASEAN lain untuk menilai ulang kemampuan pertahanan mereka. “Saya tentu saja khawatir dengan kemungkinan terjadinya perlombaan senjata,” ujarnya.
Respons Negara Tetangga dan Potensi Eskalasi
Vietnam, meskipun memiliki rudal balistik era Soviet dan turunan Korea Utara seperti Hwasong-6 dengan jangkauan 300-500 km, masih mengandalkan teknologi lama dari era Perang Dingin. Myanmar diyakini memiliki rudal balistik Hwasong-5 dari Korea Utara serta BP-12A buatan Tiongkok, yang kemungkinan terintegrasi dengan platform SY-400. Namun, belum ada bukti penggunaan operasional rutin dari sistem tersebut.
(Baca Juga: Ketegangan Militer ASEAN Meningkat)
Kondisi ini, menurut para pengamat, membuka peluang terjadinya modernisasi militer yang lebih agresif di kawasan. Meskipun beberapa negara masih bergantung pada sistem lama, pengerahan KHAN oleh Indonesia dianggap memicu perlombaan teknologi persenjataan yang lebih maju.
Ridzwan juga mengaitkan perkembangan ini dengan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan. Ia menilai bahwa penempatan rudal di Kalimantan Timur memperkuat posisi strategis Indonesia dalam mengantisipasi berbagai potensi konflik di kawasan.
Di sisi lain, kebijakan pertahanan ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia berupaya mengimbangi dinamika keamanan yang berubah cepat di Asia Tenggara. Pemilihan Kalimantan Timur tidak hanya dilatarbelakangi faktor geografis, tetapi juga pertimbangan politik dan keamanan nasional.
(Baca Juga: Ancaman Keamanan Laut China Selatan)
Pengerahan rudal KHAN oleh Indonesia menjadi langkah strategis yang memperkuat posisi negara dalam menghadapi tantangan keamanan di Asia Tenggara. Namun, langkah ini juga memicu kekhawatiran terkait kemungkinan perlombaan senjata yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
Saran:
Perlu adanya mekanisme dialog pertahanan antarnegara ASEAN untuk mencegah eskalasi ketegangan. Indonesia dan negara-negara tetangga diharapkan mampu menyeimbangkan modernisasi militer dengan upaya diplomasi keamanan regional. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





