EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Malaysia Kalahkan Indonesia di Penjualan Otomotif

Malaysia Kalahkan Indonesia di Penjualan Otomotif

Malaysia ungguli Indonesia di penjualan otomotif meski penduduknya lebih sedikit. Merek lokal menjadi kunci keberhasilan pasar otomotif Negeri Jiran.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
12 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Malaysia, dengan populasi hanya 34 juta jiwa, mencatat penjualan kendaraan lebih tinggi dibanding Indonesia pada kuartal II tahun 2025. Fenomena ini dinilai pakar sebagai sinyal kuat bahwa sektor perekonomian dan daya beli masyarakat Indonesia tengah berada dalam tekanan. (Baca Juga : Penjualan Kendaraan Malaysia Lampaui Indonesia)

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyebut pergeseran posisi ini bukan hanya soal angka penjualan, tetapi juga mencerminkan daya beli masyarakat yang menurun. “Memang pertanda perekonomian kita berada dalam tekanan yang berat,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Malaysia Unggul di Pasar Otomotif

Data menunjukkan, Malaysia berhasil menjual 183.366 unit kendaraan pada periode April–Juni 2025, meski penduduknya hanya 34,1 juta jiwa dengan pendapatan per kapita sekitar 13.395 dolar AS. (Baca Juga : Data Penjualan Otomotif ASEAN 2025)

Sebaliknya, Indonesia dengan populasi 283 juta jiwa dan pendapatan per kapita 4.919 dolar AS, hanya mampu menjual 169.578 unit di periode yang sama. Kesenjangan ini membuat posisi Indonesia di pasar otomotif Asia Tenggara tertinggal beberapa tahun terakhir.

Yannes menilai, keberhasilan Malaysia tak lepas dari kekuatan merek lokal yang memiliki dukungan kuat dari pemerintah dan masyarakat. Produk-produk tersebut mampu membangun loyalitas pasar dalam negeri sekaligus bersaing di ranah ekspor.

Berita Menarik Pilihan

Awal 2026, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,7 Persen Jadi Rp 2.193 Triliun

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

Produk Lokal Jadi Kunci Persaingan

“Posisi jenama lokal Malaysia berperan aktif dalam memajukan industri otomotif di Negeri Jiran,” jelas Yannes. Menurutnya, dominasi merek lokal menjadi bukti nyata bahwa produk buatan dalam negeri bisa mempengaruhi minat beli secara signifikan. (Baca Juga : Peran Jenama Lokal di Pasar Otomotif)

Indonesia, kata Yannes, masih kesulitan menjadi pemain utama di pasar domestik. Segmen otomotif di Tanah Air masih dikuasai oleh pabrikan Jepang, Korea, dan Tiongkok. Situasi ini membuat produsen lokal sulit berkembang secara kompetitif.

Ke depan, diperlukan strategi yang mampu memadukan inovasi, kualitas produk, dan harga yang bersaing agar pasar otomotif Indonesia tidak terus tertinggal dari negara tetangga.


 

  1. Malaysia berhasil melampaui Indonesia dalam penjualan kendaraan di Asia Tenggara.
  2. Daya beli masyarakat Indonesia menurun akibat tekanan ekonomi.
  3. Dukungan terhadap merek lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan Malaysia.
  4. Indonesia masih bergantung pada pabrikan asing dalam industri otomotif.
  5. Perlu strategi penguatan merek dan industri lokal agar mampu bersaing.

 

  1. Pemerintah perlu memberikan insentif bagi produsen lokal di sektor otomotif.
  2. Edukasi konsumen tentang keunggulan produk buatan dalam negeri.
  3. Mengembangkan jaringan distribusi dan layanan purna jual lokal.
  4. Mendorong riset dan inovasi di industri kendaraan.
  5. Membangun kebijakan protektif yang tetap kompetitif di pasar global.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: ekonomiindonesiaMalaysiamerek lokalotomotifpenjualan kendaraan
Post Sebelumnya

Trump Desak Pertukaran Wilayah Demi Perdamaian

Post Selanjutnya

Rudal Balistik KHAN di Kaltim, Indonesia Jadi Pemicu Perlombaan Senjata Bikin Cemas ASEAN

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

Awal 2026, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,7 Persen Jadi Rp 2.193 Triliun

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) melaporkan uang primer (M0) adjusted mencatatkan tren positif pada awal tahun 2026. Uang primer...

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Triwulan IV 2025 memberikan angin segar bagi bismis properti. Berdasar Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank...

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Post Selanjutnya
Rudal Balistik KHAN di Kaltim, Indonesia Jadi Pemicu Perlombaan Senjata Bikin Cemas ASEAN

Rudal Balistik KHAN di Kaltim, Indonesia Jadi Pemicu Perlombaan Senjata Bikin Cemas ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.