EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Koalisi Sayap Kanan Israel Retak Gara-Gara Gaza

Koalisi Sayap Kanan Israel Retak Gara-Gara Gaza

Perbedaan strategi di Gaza memicu retaknya koalisi sayap kanan Israel. Netanyahu memilih pendudukan terbatas Gaza, berbeda dengan tuntutan sekutunya.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
12 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

TEL AVIV, EKOIN.CO – Rencana pendudukan Gaza kembali memicu ketegangan politik di tubuh pemerintahan koalisi sayap kanan Israel. Perbedaan pandangan mencuat antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan dua sekutu utamanya, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
(Baca Juga : Konflik di Gaza Memanas)

Menurut analis politik Israel Yoav Stern, perbedaan itu kini mengancam keberlangsungan pemerintahan. Netanyahu memilih strategi menduduki dan mengepung Kota Gaza tanpa menguasai seluruh Jalur Gaza, sementara Smotrich dan Ben-Gvir mendorong rencana pengusiran massal warga dan pemukiman ulang wilayah tersebut.
(Baca Juga : Koalisi Israel Retak)

Koalisi Sayap Kanan Terancam Runtuh

Stern menilai langkah Netanyahu adalah upaya menghindari tekanan internal, namun justru menimbulkan gesekan yang semakin dalam. “Pemerintah sedang berada di hari-hari terakhirnya,” ujar Stern kepada program Track of Events Aljazeera, Selasa (12/8/2025).

Netanyahu, yang kini berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), disebut kehilangan kepercayaan publik. Begitu pula Smotrich dan Ben-Gvir, yang mulai sadar tidak ada kemenangan mutlak di Gaza, terutama jika Netanyahu terus mengulur waktu dan memilih jalur diplomatik untuk mengakhiri perang.
(Baca Juga : Netanyahu di Bawah Tekanan)

Sementara itu, Smotrich dan Ben-Gvir tetap menuntut strategi militer penuh, bahkan jika itu berarti benturan dengan komunitas internasional. Perbedaan sikap ini dinilai memperlemah legitimasi pemerintahan di mata publik dan parlemen Israel.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Netanyahu Fokus Pemilu, Bukan Perang

Di tengah konflik internal tersebut, Netanyahu dikabarkan tengah menyiapkan langkah membubarkan pemerintahan dan mengalihkan fokus pada pemilihan umum. Agenda perang dan pembebasan tahanan diperkirakan tidak lagi menjadi prioritas utamanya.

Strategi ini disebut sebagai upaya Netanyahu memasarkan citra dirinya sebagai pelindung Israel, dengan klaim mampu membawa negara itu pada tujuan strategis tanpa harus terjebak perang berkepanjangan di Gaza.
(Baca Juga : Pemilu Israel Dipercepat)

Dalam pernyataannya, Netanyahu membela rencana pendudukan Kota Gaza sebagai “cara terbaik untuk mengakhiri perang dengan cepat.” Namun, pengamat menilai langkah ini tidak akan memuaskan kalangan garis keras yang ingin penyelesaian total.

Konflik politik ini juga terjadi di tengah tekanan internasional yang semakin besar terhadap Israel. Banyak negara menilai langkah militer Israel di Gaza telah memperburuk krisis kemanusiaan.

Pertarungan wacana antara jalur diplomasi dan operasi militer penuh membuat masa depan koalisi sayap kanan semakin tidak menentu. Jika konflik ini berlanjut, pemerintahan Netanyahu berpotensi runtuh sebelum pemilu digelar.

Pengamat menilai bahwa perpecahan ini tidak hanya melemahkan stabilitas politik Israel, tetapi juga mempengaruhi strategi militernya di lapangan. Situasi ini memberi ruang lebih besar bagi Hamas untuk bertahan.
(Baca Juga : Hamas Bertahan di Gaza)

Jika koalisi benar-benar bubar, Israel akan menghadapi transisi politik yang sulit di tengah perang yang belum usai. Hal ini berpotensi membuat kebijakan terhadap Gaza berubah drastis tergantung pemerintahan baru.

Sementara itu, warga Israel kian terbelah antara mendukung diplomasi atau operasi militer penuh. Perbedaan pandangan ini memperdalam krisis politik di dalam negeri.

Netanyahu dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan kekuasaan atau memuaskan tuntutan sayap kanan yang menginginkan langkah ekstrem di Gaza.

Meski publik Israel semakin skeptis, Netanyahu tetap berusaha mengendalikan narasi bahwa strateginya adalah jalan tengah terbaik. Namun, skeptisisme ini bisa menjadi bumerang dalam kontestasi politik mendatang.

Bagi para pengamat, titik krisis ini akan menjadi penentu apakah Israel akan melanjutkan pendekatan militer penuh atau beralih pada perundingan damai.
(Baca Juga : Perundingan Damai Gaza)

Koalisi sayap kanan yang dulu solid kini retak. Pertanyaannya, apakah retakan ini akan menjadi jurang yang menjatuhkan Netanyahu lebih cepat dari yang diperkirakan.


Situasi politik di Israel kini berada di persimpangan tajam. Konflik internal dalam koalisi sayap kanan menjadi faktor utama yang melemahkan stabilitas pemerintahan Netanyahu.
Pendekatan berbeda terhadap Gaza menjadi pemicu utama perpecahan ini. Netanyahu memilih strategi terbatas, sementara sekutunya mendorong langkah ekstrem.
Tekanan publik dan internasional membuat manuver politik Netanyahu semakin rumit. Keputusan yang diambilnya akan berdampak langsung pada masa depan konflik.
Jika koalisi bubar, Israel akan menghadapi ketidakpastian kebijakan yang dapat mengubah arah perang di Gaza.
Situasi ini menunjukkan bahwa perbedaan visi politik dapat mengguncang kekuasaan, bahkan di tengah ancaman eksternal yang besar.

Pemerintah Israel perlu mengedepankan dialog internal untuk menghindari keruntuhan politik.
Strategi di Gaza sebaiknya mempertimbangkan aspek kemanusiaan untuk mengurangi tekanan internasional.
Pemilu mendatang harus menjadi momentum evaluasi kebijakan perang, bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan.
Masyarakat internasional dapat mendorong mediasi guna mempercepat penyelesaian konflik.
Stabilitas politik internal menjadi kunci keberhasilan Israel dalam menghadapi tantangan di Gaza.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: GazaIsraelkoalisi sayap kanankonflik GazaNetanyahupolitik Israel
Post Sebelumnya

Pertamina dan Bappenas Sinergi Net Zero Emission

Post Selanjutnya

Ratusan Warga Papua Desak Pangdam Pimpin Sementara

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Ratusan Warga Papua Desak Pangdam Pimpin Sementara

Ratusan Warga Papua Desak Pangdam Pimpin Sementara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.