EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Gaji Besar Tak Redam Stres Hidup di AS  Akibat Biaya Pokok Naik

Gaji Besar Tak Redam Stres Hidup di AS Akibat Biaya Pokok Naik

Hampir separuh warga AS mengalami stres karena biaya bahan makanan. Gaji besar tidak selalu mampu mengimbangi tingginya biaya hidup.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
12 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

NEW YORK, EKOIN.CO – Tingginya biaya kebutuhan pokok di Amerika Serikat membuat banyak warga mengalami stres, bahkan meski mereka memiliki penghasilan puluhan juta rupiah per bulan. Survei terbaru menunjukkan hampir separuh warga dewasa di negara itu mengaku harga bahan makanan menjadi sumber kecemasan terbesar mereka saat ini.
(Baca Juga : Biaya Hidup AS Kian Mencekik)

Berdasarkan jajak pendapat The Associated Press (AP) bersama NORC Center for Public Affairs Research, sekitar 50% responden menyebut biaya bahan makanan menjadi sumber stres utama, sedangkan 33% lainnya menganggapnya sebagai sumber kecemasan ringan. Hanya 14% warga yang menyatakan tidak terganggu dengan kenaikan harga tersebut.

Stres Ekonomi Menyebar di Berbagai Kalangan

Kondisi ini terjadi di hampir semua lapisan masyarakat, mulai dari pekerja muda hingga lansia yang hidup dengan tunjangan sosial. Tekanan semakin berat ketika harga kebutuhan sehari-hari terus melonjak, sementara pendapatan tidak mengalami peningkatan signifikan.
(Baca Juga : Kenaikan Harga Global)

Bagi warga Amerika muda, stres finansial terasa lebih berat karena mereka cenderung belum memiliki aset atau tabungan memadai. Banyak yang mengandalkan gaji bulanan tanpa cadangan dana darurat. Situasi ini membuat belanja rutin menjadi tantangan tersendiri.

Adam Bush (19), seorang tukang las di Portland, New York, mengaku penghasilannya sekitar US$ 50.000 per tahun atau setara Rp 813,95 juta. Meski per bulan ia menerima sekitar Rp 67,82 juta, nominal tersebut tetap terasa kurang untuk memenuhi biaya hidup di wilayahnya.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Ia bahkan kerap menggunakan layanan bayar nanti atau pay later untuk belanja bahan makanan maupun hiburan. “Saya terus memperhatikan harga naik, jadi saya mencari barang termurah,” ujarnya.

Kisah Lansia yang Terjebak Stres Finansial

Kisah serupa datang dari Esther Bland (78) di Buckley, Washington. Meski mendapat bantuan finansial dari jaminan sosial dan tunjangan disabilitas, ia tetap merasakan stres saat berbelanja.
(Baca Juga : Krisis Keuangan Lansia)

Pendapatan bulanannya sebagian besar habis untuk membayar tagihan listrik, air, tv kabel, dan kebutuhan pokok lainnya. Tanpa tunjangan tersebut, ia mengaku tidak memiliki sumber pendapatan lain untuk bertahan hidup.

Bland berusaha menghemat dengan jarang keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar. “Sabun, tisu dapur, tisu toilet. Saya beli bensin di Costco tapi sudah lama sekali harga bensin di bawah US$ 3 per galon di sini. Saya sering di rumah. Mobil saya hanya menempuh jarak sekitar 80 kilometer seminggu,” katanya.

Fenomena stres akibat tekanan ekonomi ini menjadi refleksi nyata bahwa kenaikan harga tidak hanya berdampak pada kelompok berpenghasilan rendah, namun juga mereka yang secara nominal terlihat mapan.

Pakar ekonomi menilai, tren inflasi dan kenaikan harga di AS akan terus menekan daya beli masyarakat, terutama jika upah riil tidak mampu mengimbangi.
(Baca Juga : Tekanan Inflasi AS)

Di tengah situasi tersebut, banyak rumah tangga mulai mengatur ulang prioritas belanja. Kebutuhan sekunder dan hiburan dikorbankan demi menjaga pengeluaran pokok tetap tercukupi.

Sementara itu, data dari AP-NORC menunjukkan adanya perbedaan tingkat stres berdasarkan kelompok usia dan latar belakang ekonomi. Generasi muda lebih rentan karena minimnya kepemilikan aset, sedangkan generasi tua lebih tertekan akibat ketergantungan pada pendapatan tetap.

Selain bahan makanan, biaya tempat tinggal juga menjadi faktor pemicu utama kecemasan finansial. Harga sewa dan cicilan rumah di banyak kota besar AS meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa pindah ke wilayah pinggiran demi mendapatkan biaya hidup yang lebih rendah, meski konsekuensinya adalah jarak tempuh kerja yang lebih jauh.
(Baca Juga : Migrasi Warga AS)

Psikolog mencatat, stres akibat beban ekonomi dapat memengaruhi kesehatan mental jangka panjang. Gejala seperti kecemasan, sulit tidur, dan kelelahan emosional banyak dilaporkan warga dalam survei tersebut.

Beberapa organisasi sosial di AS mulai menggalang bantuan darurat untuk meringankan beban warga. Namun, para aktivis menilai langkah ini belum menyentuh akar persoalan, yaitu tingginya inflasi dan stagnasi upah.

Pemerintah AS menghadapi tantangan besar untuk menekan inflasi tanpa menimbulkan efek resesi yang dapat memperburuk stres ekonomi warganya.

Langkah strategis, seperti subsidi bahan pokok dan pengendalian harga energi, tengah dibahas. Meski demikian, belum ada kebijakan konkret yang diimplementasikan secara luas.

Dengan kondisi harga yang terus naik, masyarakat Amerika diperkirakan akan terus beradaptasi dengan pola konsumsi yang lebih ketat dalam waktu dekat.
(Baca Juga : Strategi Hemat Rumah Tangga)


Tingginya harga kebutuhan pokok di AS telah menjadi sumber stres besar bagi hampir setengah penduduk dewasa. Baik pekerja muda maupun lansia sama-sama terdampak, meski dengan tekanan yang berbeda.

Beban biaya bahan makanan, tempat tinggal, dan energi membuat banyak rumah tangga harus mengatur ulang pengeluaran mereka.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa nominal gaji tidak selalu mencerminkan kenyamanan hidup, terutama di wilayah dengan biaya hidup tinggi.

Pemerintah dan lembaga terkait perlu segera mengambil langkah nyata untuk meredakan beban masyarakat, agar stres ekonomi tidak semakin meluas.

Tanpa kebijakan yang tepat, ketidakpastian ini berpotensi memicu masalah sosial dan kesehatan mental di masa mendatang. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Amerika Serikatbiaya hidupgajiinflasikebutuhan pokokstres
Post Sebelumnya

KPK Cegah Bos Maktour ke Luar Negri Terkait Korupsi Kuota Haji

Post Selanjutnya

Jaga Stabilitas Pasokan Dan Harga Pangan, Kodim 1710/Mimika Gelar Gerakan Pangan Murah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Jaga Stabilitas Pasokan Dan Harga Pangan, Kodim 1710/Mimika Gelar Gerakan Pangan Murah

Jaga Stabilitas Pasokan Dan Harga Pangan, Kodim 1710/Mimika Gelar Gerakan Pangan Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.