EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kendala Aplikasi Hambat Penyaluran Beras Murah

Kendala Aplikasi Hambat Penyaluran Beras Murah

Penyaluran beras murah SPHP baru 1% dari target tahunan. Bulog percepat distribusi beras lewat operasi pasar dan gudang.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Penyaluran beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih jauh dari target. Perum Bulog mencatat realisasi baru mencapai 16.741 ton, dari total target 1,3 juta ton sepanjang 2025. Berlangganan WA Channel EKOIN di sini

Kendala Aplikasi Klik SPHP Hambat Penyaluran Beras

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkap hambatan utama penyaluran beras murah SPHP berasal dari penggunaan aplikasi Klik SPHP. Banyak pedagang, khususnya pengecer di pasar tradisional, belum memiliki perangkat memadai untuk mengakses aplikasi tersebut.

“Betul (masih jauh dari target). Memang satu karena semua ini menggunakan aplikasi (Klik SPHP), mohon maaf perlu sosialisasi, teman-teman pengecer di pasar kan sudah sepuh, handphonenya masih jadul, sehingga nggak ada handphone android,” kata Rizal saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rabu (13/8/2025).

Untuk mengatasi kendala itu, Bulog melakukan upaya jemput bola dengan menjual langsung beras SPHP dari gudang ke pasar. Langkah ini dilakukan melalui operasi pasar menggunakan truk yang berkeliling hingga menjangkau pedagang yang belum mengakses aplikasi.

Realisasi Penyaluran Beras Masih Rendah

Sebelumnya, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, dalam rapat inflasi di Kementerian Dalam Negeri, menyampaikan bahwa penyaluran beras SPHP baru mencapai 1% dari target tahunan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Data yang dipaparkan mencatat penyaluran berasal dari 3.223 pengecer di pasar rakyat dengan kuantum 9.632 ton, 722 outlet binaan Pemda, serta 326 titik distribusi dari instansi pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), TNI, Polri, dan lembaga lain.

Program beras SPHP dirancang pemerintah sebagai intervensi harga ketika harga beras di pasar melonjak. Beras ini dijual dalam kemasan 5 kilogram dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 per kemasan 5 kilogram.

Meski penyaluran masih rendah, Bulog optimistis target akan tercapai dengan memperluas jaringan distribusi dan mempermudah akses pedagang. Sosialisasi penggunaan aplikasi Klik SPHP juga akan terus digencarkan untuk mempercepat penyaluran beras murah.

Upaya percepatan distribusi beras murah ini menjadi penting mengingat tingginya permintaan masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Pemerintah menargetkan, melalui SPHP, stabilitas harga beras dapat terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BerasBulogdistribusi berasharga panganoperasi pasarSPHP
Post Sebelumnya

Bappenas Arah Sistem Ekonomi RI Bakal Berbasis Syariah

Post Selanjutnya

Jawa Tengah Incar Investasi dari Pengusaha Australia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Jawa Tengah Incar Investasi dari Pengusaha Australia

Jawa Tengah Incar Investasi dari Pengusaha Australia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.