EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Gubernur Aceh Imbau Tak Kibarkan Bendera Bulan Bintang

Gubernur Aceh Imbau Tak Kibarkan Bendera Bulan Bintang

Gubernur Aceh mengimbau warganya untuk menahan diri terkait pengibaran bendera Bulan Bintang demi menjaga perdamaian. Dua dekade setelah MoU Helsinki, polemik bendera Aceh belum menemukan titik temu.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 Agustus 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banda Aceh, EKOIN.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mengibarkan bendera Bulan Bintang pada peringatan 20 tahun perdamaian Aceh, Jumat, 15 Agustus 2025.
Gabung WA NEWS EKOIN di sini

Mualem menyampaikan, dirinya memahami keinginan masyarakat untuk mengibarkan bendera tersebut, namun saat ini diharapkan agar semua pihak bersabar. “Kami harapkan bersabar dulu, karena suatu hari akan naik juga (bendera Bulan Bintang),” ujarnya, Rabu malam, 13 Agustus 2025.

Peringatan ini menandai dua dekade berakhirnya konflik bersenjata di Aceh. Kesepakatan damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. MoU tersebut menjadi tonggak utama proses perdamaian yang berlangsung hingga kini.

Harapan untuk Masa Depan Aceh

Mualem yang merupakan mantan Panglima GAM menegaskan, seluruh pihak di Aceh harus menjaga situasi kondusif yang telah terbentuk. Ia menilai perdamaian yang ada merupakan hasil perjuangan panjang dan harus diarahkan untuk kesejahteraan rakyat.

“Harus kita berkomitmen dalam situasi yang begini. Perdamaian ini untuk kita semua, untuk Aceh yang kita harapkan, masa depan lebih bagus, lebih sejahtera,” katanya.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Ia berharap peringatan dua dekade ini menjadi momentum bagi realisasi penuh butir-butir kesepakatan MoU Helsinki, termasuk klausul pengibaran bendera Bulan Bintang yang masih menjadi polemik.

“Jadi, sementara waktu kita sabar dan berdiam diri, mudah-mudahan seperti itu,” tambah Mualem.

Polemik Pengibaran Bendera

Sebelumnya, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar juga menyuarakan harapan agar aturan pengibaran bendera Aceh segera disahkan. Harapan itu muncul setelah pemerintah pusat mengembalikan empat pulau yang sebelumnya disengketakan dengan Sumatera Utara kepada Aceh.

Malik Mahmud menegaskan masyarakat Aceh masih menyimpan keinginan kuat untuk mengibarkan bendera dengan lambang Bulan Bintang tersebut. “Ya bagi orang-orang Aceh itu diharapkan bahwa bendera itu disahkan. Kami menunggu saja,” ujarnya di Jakarta, 17 Juni 2025.

Dalam MoU Helsinki, terdapat kesepakatan bahwa Aceh berhak memiliki simbol wilayah seperti bendera, lambang, dan himne sendiri. Namun, klausul ini berbenturan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 yang melarang penggunaan lambang mirip organisasi separatis, termasuk GAM.

Perbedaan pandangan ini memicu ketegangan antara implementasi perjanjian damai, peraturan nasional, dan Qanun Aceh. Hingga kini, perdebatan soal legalitas bendera Aceh belum menemukan titik temu.

Kesepakatan Helsinki menjadi acuan dalam mempertahankan perdamaian. Namun, masih ada sejumlah butir yang menurut tokoh Aceh perlu diwujudkan agar semangat perjanjian tetap hidup dan relevan.

Masyarakat Aceh, terutama generasi muda, disebut perlu memahami bahwa perdamaian tidak hanya diukur dari berakhirnya konflik, tetapi juga dari terwujudnya hak-hak yang dijanjikan dalam kesepakatan.

Dengan situasi ini, para pemimpin Aceh mengajak warganya untuk menahan diri demi menjaga stabilitas dan mengupayakan penyelesaian polemik melalui jalur konstitusional.


Dua dekade setelah penandatanganan MoU Helsinki, Aceh tetap berada dalam situasi damai meski masih menyisakan polemik soal bendera Bulan Bintang.
Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat sepakat menjaga stabilitas sambil mendorong realisasi penuh isi perjanjian.
Pengibaran bendera Bulan Bintang menjadi simbol aspirasi yang masih diperjuangkan masyarakat Aceh.
Dialog antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan menjadi jalan keluar untuk meredakan ketegangan.
Semangat perdamaian harus tetap dijaga agar Aceh dapat melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Pemerintah pusat dan daerah perlu membuka ruang dialog terbuka terkait isu bendera.
Tokoh masyarakat hendaknya menjadi jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.
Pendidikan tentang sejarah MoU Helsinki perlu digiatkan agar generasi muda memahami nilai perdamaian.
Upaya menjaga stabilitas politik harus berjalan seiring dengan pemenuhan butir kesepakatan.
Media lokal berperan penting menyampaikan informasi yang menyejukkan dan mendorong rekonsiliasi.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Acehbendera AcehMalik MahmudMoU HelsinkiMuzakir Manafperdamaian
Post Sebelumnya

Prabowo Pimpin Upacara Kemerdekaan di Istana Warga Solo Raya Diminta Hening 3 Menit

Post Selanjutnya

KPK Periksa Rudy Tanoe Terkait Korupsi Bansos

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
KPK Periksa Rudy Tanoe Terkait Korupsi Bansos

KPK Periksa Rudy Tanoe Terkait Korupsi Bansos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.