EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
KPK Periksa Rudy Tanoe Terkait Korupsi Bansos

KPK Periksa Rudy Tanoe Terkait Korupsi Bansos

KPK memeriksa Rudy Tanoe terkait dugaan korupsi bansos beras. Penyidikan baru membuka peluang terseretnya pihak lain.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 Agustus 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA, EKOIN.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, pada Kamis (14/8/2025), terkait penyidikan baru dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) beras Kementerian Sosial tahun 2020. Bambang, yang akrab disapa Rudy Tanoe dan merupakan kakak dari Hary Tanoesoedibjo, diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, “Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, atas nama BRT, Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik.” Penyidikan ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi bansos beras yang sebelumnya telah menjerat enam terpidana dan merugikan negara hingga Rp127,5 miliar.

Profil dan Karier Rudy Tanoe

Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo lahir di Surabaya, 16 Januari 1964. Ia adalah anak kelima pasangan pengusaha Ahmad Tanoesoedibjo dan Liliek Johana Tanoesoedibjo. Memiliki latar belakang di bidang logistik, farmasi, dan distribusi, Rudy Tanoe pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik sekaligus pemilik DNR Corporation.

Pria lulusan University of San Francisco ini meraih gelar master Administrasi Bisnis pada 1989, serta pernah menempuh pendidikan di Carleton University. Ia juga memegang saham pengendali PT Zebra Nusantara (ZBRA) sejak 2021. Dalam industri media, Rudy memimpin MNC SkyVision hingga menjadi operator Direct To Home (DTH) terbesar di Indonesia.

Berita Menarik Pilihan

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

Beberapa jabatan penting lain yang pernah diduduki antara lain Presiden Direktur PT Zebra Nusantara Tbk (2021–2022), Presiden Direktur PT MNC Vision Network (2004–2016), Vice President Commissioner PT Media Nusantara Citra (2011–2016), hingga Presiden Komisaris Bimantara Citra Tbk (2002–2007).

Dugaan Keterlibatan dalam Kasus Korupsi

Menurut informasi yang beredar, KPK mendalami pengetahuan Rudy Tanoe terkait dugaan kerja sama antara perusahaannya dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) untuk mendapatkan jatah distribusi bansos beras. Dugaan korupsi ini muncul setelah terungkap adanya rekayasa penunjukan perusahaan konsultan pendamping oleh PT BGR.

Dalam kasus sebelumnya, para terpidana termasuk mantan Direktur Utama PT BGR M. Kuncoro Wibowo, mantan Direktur Komersial PT BGR Budi Susanto, dan empat pihak swasta. Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta pada 10 Juni 2024 mengungkap skema rekayasa proyek penyaluran bansos yang merugikan keuangan negara.

Penyidikan baru yang dimulai Agustus 2025 ini bertujuan menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak lain. Selain Bambang, pada Rabu (13/8/2025) KPK juga memeriksa sejumlah saksi dari direksi PT Dosni Roha Logistik dan PNS Kementerian Sosial.

KPK menegaskan, proses penyidikan akan terus berjalan untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi ini dimintai pertanggungjawaban hukum. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemberantasan korupsi yang lebih luas, khususnya di sektor bantuan sosial yang menyentuh masyarakat bawah.

Para pengamat menilai, pemeriksaan terhadap figur publik seperti Rudy Tanoe akan menjadi ujian transparansi dan keberanian KPK dalam mengungkap keterlibatan aktor-aktor besar. Apalagi, kasus ini terkait distribusi bansos yang menjadi program vital di masa pandemi 2020.

Masyarakat menunggu perkembangan lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka baru. KPK sendiri belum mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap Rudy, namun memastikan setiap temuan akan dikaji secara hukum sebelum diambil langkah selanjutnya.

Dengan latar belakang dan jejaring bisnis yang luas, kasus yang melibatkan Rudy Tanoe menjadi sorotan publik. Media nasional terus memantau, sementara KPK menegaskan akan bekerja sesuai prosedur hukum dan bukti yang terkumpul.

Skandal bansos beras ini menjadi pengingat bahwa sektor distribusi bantuan sosial rentan disusupi kepentingan pribadi dan potensi penyalahgunaan anggaran negara. Penegakan hukum diharapkan memberi efek jera, sekaligus memperbaiki tata kelola distribusi bantuan agar terhindar dari korupsi di masa depan.


Kasus dugaan korupsi bansos beras kembali mencuat dengan pemeriksaan Rudy Tanoe. Penyelidikan ini membuka babak baru yang berpotensi menyeret figur publik lainnya.
KPK menegaskan komitmennya untuk mengungkap semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.
Penyidikan akan terus berlanjut hingga semua bukti terkumpul dan langkah hukum dapat diambil.
Masyarakat diharapkan mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui pengawasan publik.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga integritas.

Pemerintah perlu memperketat pengawasan distribusi bantuan sosial agar tak disalahgunakan.
KPK harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat integritas lembaga.
Pelaku usaha di sektor logistik diharapkan menerapkan tata kelola yang bersih dan transparan.
Masyarakat dapat aktif memberikan informasi jika mengetahui indikasi penyimpangan.
Pendidikan antikorupsi perlu diperkuat sejak dini untuk mencegah kasus serupa di masa depan.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: bansos berasHary TanoesoedibjoKemensoskorupsiKPKRudy Tanoe
Post Sebelumnya

Gubernur Aceh Imbau Tak Kibarkan Bendera Bulan Bintang

Post Selanjutnya

Yos Elopere: Pembangunan Rumah Harus Libatkan OAP

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sebanyak tujuh orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam di Kota Depok....

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tangerang, Banten.

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan diciduk KPK. Wakil tuhan ini diduga menerima sejumlah dari...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Post Selanjutnya
Yos Elopere: Pembangunan Rumah Harus Libatkan OAP

Yos Elopere: Pembangunan Rumah Harus Libatkan OAP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.