EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
India Perkuat Pertahanan Udara dengan Rafale

India Perkuat Pertahanan Udara dengan Rafale

India resmi memilih Rafale sebagai tulang punggung kekuatan udaranya. Keputusan ini diambil demi mengantisipasi ancaman Pakistan dan Tiongkok.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

NEW DELHI, EKOIN.CO – India memutuskan untuk mengandalkan jet tempur Rafale buatan Prancis sebagai tulang punggung kekuatan udaranya, di tengah meningkatnya ancaman keamanan dari Pakistan dan Tiongkok. Langkah ini diambil setelah pemerintah menilai opsi pengadaan jet tempur lain, termasuk Su-57 buatan Rusia, kurang sesuai dengan kebutuhan strategis saat ini.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]

Keputusan ini akan berdampak langsung pada program MRFA (Multi Role Fighter Aircraft) yang semula dirancang untuk menambah 114 jet tempur multiperan bagi Angkatan Udara India. Alih-alih membuka tender internasional, New Delhi diperkirakan akan menutup opsi kompetisi dan fokus pada kontrak langsung dengan Dassault Aviation, produsen Rafale.

India Pilih Konsistensi dengan Rafale

Pemilihan Rafale didorong oleh faktor kesiapan operasional dan pengalaman positif pilot India dalam mengoperasikan jet tersebut. Sejak 2020, India telah menerima 36 unit Rafale yang terbukti efektif di berbagai misi, termasuk patroli perbatasan di wilayah Himalaya yang tegang.

Selain keunggulan teknologi avionik, sistem persenjataan Rafale juga kompatibel dengan rudal jarak jauh Meteor dan rudal jelajah SCALP, yang memberi keunggulan signifikan dalam skenario pertempuran modern. Hal ini menjadi pertimbangan utama dibanding Su-57 Rusia yang masih dalam tahap pengembangan untuk beberapa fitur penting.

Sumber militer India menyebut, “Kami tidak punya waktu untuk menunggu pesawat generasi kelima yang belum matang. Rafale memberikan solusi siap tempur sekarang juga.”

Berita Menarik Pilihan

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Kondisi ini juga dipicu oleh pensiunnya jet MiG-21, yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung armada tempur India. Penggantian yang cepat menjadi prioritas agar tidak terjadi kekosongan kekuatan udara di sektor strategis.

Ancaman Pakistan dan Tiongkok Dorong Keputusan

Tingkat ketegangan militer di Asia Selatan membuat India tidak bisa menunda modernisasi armada tempur. Pakistan terus memperkuat angkatan udara dengan JF-17 Thunder buatan bersama Tiongkok, sementara Beijing memperluas armada J-20 stealth fighter di dekat perbatasan Ladakh.

Dalam konteks ini, Rafale dianggap mampu memberi efek deterensi yang jelas. Kemampuannya untuk beroperasi di ketinggian ekstrem dan lingkungan cuaca berat sesuai dengan kondisi geografis India yang kompleks.

Pemerintah India menilai pengadaan Rafale melalui jalur negosiasi langsung akan memangkas waktu dan mempercepat pengiriman. Proses tender internasional biasanya memakan waktu bertahun-tahun, sementara ancaman keamanan terus meningkat.

Para analis pertahanan menyebut keputusan ini sebagai bentuk realisme strategis. India lebih memilih mengutamakan kesiapan militer ketimbang proses kompetitif yang berisiko memundurkan jadwal pengadaan.

Langkah ini juga menandai pergeseran hubungan strategis India dengan Prancis. Kedua negara telah memperluas kerja sama industri pertahanan, termasuk peluang produksi komponen Rafale di India melalui skema offset industri.

Dalam jangka panjang, fokus pada Rafale akan memudahkan perawatan, pelatihan, dan interoperabilitas antar-skuadron. Penggunaan satu jenis jet utama memungkinkan efisiensi logistik dan pemeliharaan yang lebih baik.

Dengan latar belakang geopolitik yang terus memanas, keputusan ini menegaskan bahwa India memilih stabilitas operasional dan kemitraan jangka panjang sebagai prioritas. Angkatan Udara India diproyeksikan akan mempercepat proses negosiasi agar tambahan armada Rafale dapat tiba sebelum 2030.


 

  1. India memutuskan menambah armada Rafale tanpa tender untuk percepatan kesiapan militer.
  2. Keputusan dipicu oleh pensiunnya MiG-21 dan meningkatnya ancaman dari Pakistan-Tiongkok.
  3. Rafale dipilih karena kompatibilitas senjata, kemampuan tempur di medan ekstrem, dan kesiapan segera.
  4. Kerja sama dengan Prancis di bidang pertahanan semakin erat melalui proyek ini.
  5. Strategi ini diharapkan menjaga keunggulan udara India di kawasan Asia Selatan.

 

  1. India perlu memastikan transfer teknologi maksimal dari kontrak Rafale.
  2. Pelatihan pilot dan kru pemeliharaan harus ditingkatkan seiring penambahan armada.
  3. Pengadaan suku cadang dalam negeri akan memperkuat kemandirian pertahanan.
  4. Pemerintah harus tetap memantau perkembangan teknologi jet tempur generasi kelima.
  5. Integrasi Rafale dengan sistem pertahanan lain perlu dipercepat untuk efektivitas penuh.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: IndiaJEt tempurmiliterPakistanRafaleTiongkok
Post Sebelumnya

Megawati Lantik Hasto Kristiyanto Jadi Sekjen PDI-P

Post Selanjutnya

Ukraina Hadirkan Humvee Berpaku Hadang Drone Rusia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Pemerintah menetapkan pengaturan khusus pembelajaran bagi peserta didik selama Bulan Ramadan 2026 dengan menekankan penguatan nilai keagamaan,...

Wagub Rano Ingatkan Perumda Pasar Jaya untuk Pastikan Ketahan Pangan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok

Wagub Rano Ingatkan Perumda Pasar Jaya untuk Pastikan Ketahan Pangan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok

oleh Ridwansyah
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Perumda Pasar Jaya. Dalam...

Post Selanjutnya
Ukraina Hadirkan Humvee Berpaku Hadang Drone Rusia

Ukraina Hadirkan Humvee Berpaku Hadang Drone Rusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.