EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pemda Ramai-ramai Naikkan Tarif PBB Pengamat Bongkar Alasan Kenaikan

Pemda Ramai-ramai Naikkan Tarif PBB Pengamat Bongkar Alasan Kenaikan

Kenaikan tarif PBB di sejumlah daerah mencapai ratusan persen. Pengamat menilai kebijakan itu membebani rakyat kecil dan perlu dievaluasi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
16 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Sejumlah pemerintah daerah (Pemda) belakangan kompak menaikkan tarif PBB hingga berkali lipat. Langkah tersebut membuat banyak warga terkejut setelah menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tahun ini, karena nominal yang tertera melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Gabung WA Channel EKOIN.

Lonjakan tarif PBB itu terjadi di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pati, Jombang, Kota Cirebon, Kota Semarang, hingga Kabupaten Bone. Di daerah tersebut, kenaikan mencapai ratusan persen, bahkan ada yang menembus tiga kali lipat lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Kebijakan ini memicu protes warga, terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang mengaku kesulitan menanggung beban baru tersebut.

Alasan Kenaikan PBB Menurut Pengamat

Guru Besar Administrasi Negara dari FIA Universitas Indonesia, Prof. Dr. Eko Prasojo, menilai kenaikan PBB dipicu keterbatasan sumber penerimaan daerah. Menurutnya, hanya PBB yang relatif cepat menambah kas daerah.

“Faktor utama adalah minimnya sumber penerimaan daerah karena pajak dan retribusi yang ada tidak potensial secara ekonomis,” kata Eko, Jumat (15/8/2025).

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Ia juga menjelaskan bahwa dana bagi hasil dari pusat tidak mencukupi, sedangkan pengeluaran publik cukup besar, terutama gaji pegawai daerah.

Menurut Eko, seharusnya pemerintah pusat meninjau ulang regulasi agar ada keseimbangan kewenangan. “Perlu perubahan regulasi dalam hal UU Pajak dan Retribusi serta UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah,” tegasnya.

Kritik dan Saran untuk Pemda

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, juga menyoroti fenomena ini. Ia menyebut kenaikan PBB dipicu tidak adanya dana tambahan dari pemerintah pusat akibat kebijakan penghematan.

“Pertama, karena dana dari pemerintah pusat enggak ada. Praktis enggak ada,” ujarnya.

Agus mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen anggaran daerah habis untuk membayar gaji pegawai. Kondisi ini membuat pemda mencari cara instan menambah pemasukan dengan menaikkan tarif PBB.

Namun, ia mengingatkan risiko sosial yang bisa muncul. “Praktis cara yang termudah yaitu menaikkan tarif PBB. Tapi Bupati tidak memikirkan risiko people’s power,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan dasar penetapan angka kenaikan yang disebut bisa mencapai 250 persen hingga 1.000 persen. “Sumbernya juga tidak jelas,” imbuhnya.

Agus menyarankan agar Pemda tidak hanya mengandalkan PBB sebagai sumber utama. Ia menilai langkah tersebut langsung membebani rakyat yang kini menghadapi situasi ekonomi sulit.

“Lebih baik Pemda kreatif mencari investasi dan memberi kemudahan bagi investor untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya.


Kenaikan PBB di sejumlah daerah menunjukkan keterbatasan fiskal pemda dalam menggali sumber pendapatan lain. Kebijakan ini justru menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Pemerintah pusat perlu mengevaluasi regulasi hubungan keuangan pusat-daerah agar pemda tidak semata mengandalkan PBB sebagai instrumen penerimaan.

Selain itu, transparansi dalam menentukan tarif PBB harus diperkuat agar masyarakat tidak merasa dibebani secara tiba-tiba tanpa dasar yang jelas.

Pemda juga diharapkan lebih kreatif dengan membuka peluang investasi yang dapat meningkatkan perekonomian lokal tanpa mengorbankan rakyat.

Kebijakan fiskal yang bijak seharusnya mampu menyeimbangkan kebutuhan pendapatan daerah dengan daya tahan masyarakat terhadap beban pajak. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: ekonomikenaikan PBBpajak daerahPBBpemerintah daerahrakyat
Post Sebelumnya

Penjualan Motor Listrik Polytron Turun Drastis

Post Selanjutnya

Media Asing Prediksi Keajaiban Indonesia Bila Miliano Jonathans Gabung Timnas

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Media Asing Prediksi Keajaiban Indonesia Bila Miliano Jonathans Gabung Timnas

Media Asing Prediksi Keajaiban Indonesia Bila Miliano Jonathans Gabung Timnas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.