Berikut artikel sesuai format EKOIN.CO:
GAZA, EKOIN.CO – Serangan perlawanan Palestina kembali mengguncang pasukan Israel di Jalur Gaza. Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam, merilis rekaman amatir yang memperlihatkan aksi pejuang menghantam kendaraan dan buldoser Zionis dengan rudal hingga ladang ranjau. Peristiwa tersebut berlangsung di garis depan Kota Gaza pada Jumat (15/8).
Ikuti berita terbaru di WA Channel EKOIN
Serangan Palestina Hancurkan Kendaraan Israel
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas sisa-sisa kendaraan militer Israel yang hancur lebur usai dihantam alat peledak. Beberapa kendaraan tampak terbakar, sebagian terbalik, serta meninggalkan puing-puing di sepanjang jalan.
Pejuang Palestina dilaporkan menggunakan rudal terbaru yang disebut-sebut berasal dari proksi Iran. Senjata itu diarahkan tepat ke arah buldoser dan kendaraan lapis baja milik Zionis. Serangan beruntun kemudian diperkuat dengan ladang ranjau yang sudah disiapkan lebih dahulu.
Ledakan keras terdengar saat enam ranjau anti-tank meledak bersamaan, menciptakan kobaran api dan asap tebal yang membubung di lokasi kejadian. Suasana mencekam terekam jelas dalam video berdurasi beberapa menit tersebut.
Selain serangan rudal, strategi penyamaran juga diperlihatkan. Para pejuang Palestina menanam bom pada kendaraan Israel yang bergerak maju, membuat pasukan lawan kehilangan kendali di jalur konfrontasi.
Rekaman Perlawanan Jadi Bukti Baru
Adegan dalam rekaman juga menunjukkan bagaimana para pejuang Palestina menyiapkan alat peledak, menempatkan ranjau, hingga menyamarkan rudal bekas milik Israel untuk digunakan kembali. Strategi ini menunjukkan tingkat adaptasi tinggi di lapangan.
Puncak rekaman menampilkan ledakan dahsyat yang merobohkan barisan kendaraan militer Israel. Setelah itu, kamera memperlihatkan jalanan yang penuh dengan bangkai kendaraan, puing-puing logam, serta bekas ledakan yang menghitamkan aspal.
Palestine Chronicle yang melaporkan peristiwa ini menegaskan bahwa serangan itu terjadi tepat di garis depan Kota Gaza. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Israel terkait jumlah korban maupun kerugian yang dialami.
Para analis menilai serangan ini menjadi salah satu aksi perlawanan paling besar sejak eskalasi terbaru pecah di Gaza. Brigade Al-Quds diketahui semakin intens melakukan operasi untuk menahan laju serangan darat Israel.
Sementara itu, media lokal menyebut serangan ini membuat pergerakan kendaraan militer Israel tertahan dan memperlambat operasi mereka di beberapa titik di Jalur Gaza. Situasi di wilayah tersebut pun semakin memanas, ditandai dengan meningkatnya frekuensi pertempuran.
Brigade Al-Quds dalam pernyataannya menegaskan bahwa perlawanan akan terus berlanjut selama pasukan Zionis masih berada di tanah Gaza. Mereka menekankan bahwa serangan ini adalah bentuk balasan atas agresi yang terus dilakukan Israel.
Rekaman tersebut kini beredar luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform, baik media lokal Palestina maupun internasional. Banyak pihak melihatnya sebagai simbol keteguhan perlawanan yang masih bertahan di tengah dominasi militer Israel.
Hingga laporan ini diturunkan, kondisi lapangan masih tegang. Ledakan-ledakan susulan dilaporkan terjadi di beberapa sektor lain Jalur Gaza. Pihak rumah sakit setempat juga bersiaga menghadapi kemungkinan lonjakan korban.
Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa perlawanan Palestina masih mampu memberikan tekanan signifikan kepada pasukan Israel. Hancurnya kendaraan dan buldoser Zionis menjadi bukti nyata efektivitas strategi militer yang diterapkan Brigade Al-Quds.
Konflik di Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Eskalasi justru terus meningkat dengan adanya serangan balasan dari kedua pihak. Situasi ini menambah panjang daftar korban dan kerugian material di wilayah tersebut.
Rekaman yang dipublikasikan Brigade Al-Quds juga memperlihatkan kemampuan teknologi dan taktik baru yang mereka gunakan. Hal ini memberi gambaran bahwa perlawanan Palestina mendapat dukungan perlengkapan modern.
Israel sendiri diperkirakan akan merespons dengan operasi militer lebih besar dalam beberapa hari ke depan. Pertempuran darat di Jalur Gaza kemungkinan semakin intensif setelah serangan tersebut.
Dunia internasional diharapkan tidak tinggal diam. Tekanan diplomatik serta seruan gencatan senjata mendesak diperlukan untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus merenggut korban. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





