EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Biarawati AS Ungkap Realitas Palestina dan Hamas

Biarawati AS Ungkap Realitas Palestina dan Hamas

Biarawati AS sebut Hamas sebagai perlawanan rakyat Palestina. Umat Kristen dan Muslim di Palestina hadapi diskriminasi yang sama.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

WASHINGTON EKOIN.CO –
Seorang biarawati asal Amerika Serikat memicu perbincangan internasional setelah menyampaikan kesaksian tentang kehidupan masyarakat di Palestina. Dalam sebuah program televisi di Amerika, Bunda Agapia Stephanopoulos menceritakan pengalamannya selama hampir tiga dekade bermukim di wilayah Tepi Barat. Ia menegaskan bahwa umat Kristiani di Palestina turut merasakan penderitaan yang sama seperti umat Muslim akibat kebijakan pendudukan Israel.
Gabung WA Channel EKOIN sekarang

Bunda Agapia, yang sejak 1996 tinggal di kota Bethany, Tepi Barat, menuturkan bahwa gerakan Hamas tidak semata dipandang sebagai organisasi bersenjata, tetapi sebagai perlawanan yang membela rakyat Palestina dan tanah airnya. Pernyataannya segera menimbulkan reaksi beragam, baik dari kalangan pro maupun kontra terhadap isu Palestina-Israel.

Dalam wawancaranya, biarawati itu menegaskan bahwa penderitaan warga Palestina tidak mengenal batas agama. “Kebijakan Israel telah membuat hidup sangat sulit bagi umat Kristen dan Muslim Palestina, karena pembatasan pergerakan, penyitaan tanah dan pembangunan pemukiman,” katanya dikutip Aljazeera, Ahad (17/8/2025).

Menurutnya, jumlah orang Kristen di Palestina terus menurun secara drastis sejak peristiwa Nakba 1948. Ia menyebut pelecehan, pengusiran, serta tekanan kebijakan Israel menjadi faktor utama yang mendorong banyak keluarga Kristiani meninggalkan tanah kelahirannya.

Hamas dan Realitas Palestina

Pernyataan Bunda Agapia soal Hamas mendapat sorotan besar, terutama di Amerika Serikat, di mana opini publik kerap terbelah mengenai peran organisasi itu. Ia menggambarkan Hamas sebagai simbol perlawanan rakyat, bukan sekadar entitas politik atau militer.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Biarawati tersebut menekankan bahwa situasi yang dialami umat Kristen Palestina tidak berbeda dengan umat Muslim. Diskriminasi, keterbatasan mobilitas, serta penyitaan tanah menurutnya menjadi bukti nyata dari tekanan yang sama terhadap seluruh warga Palestina tanpa memandang agama.

“Masalah ini bukan soal agama, melainkan soal nasionalitas. Orang Kristen Palestina juga diperlakukan dengan diskriminasi hanya karena identitas mereka sebagai warga Palestina,” ujarnya.

Keterangan itu dianggap mengejutkan sebagian pemirsa di Amerika, karena menggambarkan sisi lain yang jarang muncul dalam narasi arus utama media Barat mengenai konflik Israel-Palestina.

Kritik terhadap Zionisme Kristen

Selain membicarakan kehidupan di Palestina, Bunda Agapia juga mengkritik sebagian kelompok Kristen di Amerika Serikat yang ia sebut mendukung Israel secara buta. Menurutnya, kelompok tersebut menutup mata terhadap penderitaan sesama umat Kristen Palestina yang hidup di bawah pendudukan.

Ia menyebut fenomena itu sebagai bentuk ketidakadilan moral, karena dukungan yang diberikan kepada Israel justru berbanding terbalik dengan realitas yang dihadapi umat Kristen di Palestina. Pemukiman, perampasan tanah, serta tekanan administratif disebutnya kerap dibenarkan oleh kalangan Kristen Zionis di Amerika.

Pandangan Bunda Agapia menambah daftar panjang suara-suara alternatif dari kalangan religius internasional yang menyerukan perhatian terhadap kondisi Palestina.

Reaksi publik atas pernyataan itu beragam. Ada yang menilai kesaksian Bunda Agapia memperkuat pemahaman bahwa konflik Palestina-Israel bukanlah sekadar konflik agama, melainkan isu kemanusiaan dan hak asasi.

Sebagian lainnya menolak pendapat tersebut dengan alasan bahwa Hamas tetap terlibat dalam aksi kekerasan yang menargetkan warga sipil Israel. Namun, apa yang disampaikan sang biarawati menambah perspektif baru dalam wacana publik di Amerika Serikat.

Pernyataan itu juga menyoroti fakta bahwa minoritas Kristen Palestina kerap luput dari perhatian dunia internasional. Keberadaan mereka semakin terdesak oleh situasi politik yang berkepanjangan di kawasan tersebut.

Banyak pengamat menilai bahwa kesaksian pribadi seperti yang dibagikan Bunda Agapia penting untuk memperluas pemahaman masyarakat global mengenai dimensi kemanusiaan dalam konflik. Dengan begitu, narasi publik tidak hanya terfokus pada aspek geopolitik semata.

Kesaksian itu juga mengingatkan bahwa dampak konflik di Palestina bersifat lintas agama, dan menimpa semua warga tanpa kecuali.

Pada akhirnya, pernyataan Bunda Agapia menegaskan bahwa suara dari lapangan, terlebih dari mereka yang telah hidup lama di Palestina, patut didengar dalam merumuskan pemahaman dan solusi atas konflik yang berkepanjangan ini.

Kesaksian Bunda Agapia Stephanopoulos memberikan perspektif baru mengenai realitas hidup di Palestina. Ia menegaskan bahwa penderitaan warga di sana bukanlah persoalan agama, melainkan penindasan politik dan identitas nasional.

Pernyataannya memperlihatkan bahwa umat Kristen Palestina menghadapi masalah yang sama beratnya dengan umat Muslim, mulai dari pembatasan pergerakan hingga perampasan tanah.

Kesaksian itu juga menunjukkan bahwa Hamas dipandang sebagian warga Palestina bukan hanya sebagai organisasi politik, tetapi sebagai simbol perlawanan yang membela tanah air.

Bunda Agapia mengkritik keras dukungan buta sebagian Kristen Zionis di Amerika terhadap Israel, yang dianggapnya menutup mata terhadap penderitaan sesama umat Kristen Palestina.

Suara-suara seperti ini penting bagi masyarakat internasional agar tidak hanya melihat konflik Palestina-Israel dari sudut pandang geopolitik, melainkan juga kemanusiaan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: biarawatiHamasIsraelkonflikKristen PalestinaPalestina
Post Sebelumnya

Polemik Bendera Palestina di Stroud Inggris

Post Selanjutnya

Mengapa Mesir Yang Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Mengapa Mesir Yang Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

Mengapa Mesir Yang Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.