EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Mengapa Mesir Yang Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

Mengapa Mesir Yang Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1946. Pengakuan itu menjadi dasar eratnya hubungan diplomasi kedua negara hingga kini.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

KAIRO, EKOIN.CO – Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada masa awal perjuangan diplomasi setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Pengakuan de facto diberikan pada 22 Maret 1946, yang kemudian diperkuat dengan pengakuan de jure pada 10 Juni 1947. Fakta ini menjadi bukti eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mesir yang hingga kini terus terjaga. Ikuti WA Channel EKOIN di sini.

Langkah cepat Mesir memberikan pengakuan bukan sekadar keputusan politik, melainkan juga lahir dari rasa solidaritas. Baik Indonesia maupun Mesir memiliki kedekatan kultural dan religius sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Kabar kemerdekaan Indonesia segera sampai ke Kairo dan memantik dukungan rakyat Mesir.

Pertemuan terbaru antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya, Kairo, pada 18 Desember 2024, menjadi momentum penting memperkuat hubungan bilateral. Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama menuju kemitraan strategis.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan arti penting Mesir dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. “Mesir memiliki tempat istimewa di hati rakyat Indonesia karena merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan kita dalam perjuangan melawan penjajah,” ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Pengakuan Kemerdekaan dan Diplomasi Mesir

Keputusan Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia tidak lahir tiba-tiba. Tekanan publik di Kairo menjadi salah satu faktor penentu. Organisasi Islam seperti Ikhwanul Muslimin memobilisasi dukungan melalui demonstrasi, tabligh akbar, hingga opini di surat kabar.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Demonstrasi besar di depan Kedutaan Belanda di Kairo bahkan memaksa pihak kedutaan menurunkan bendera serta lambang kerajaan Belanda. Situasi ini memberi sinyal kuat bahwa rakyat Mesir menolak kolonialisme dan mendukung Indonesia merdeka.

Pengakuan de facto pada Maret 1946 pun menjadi langkah diplomatik berani Mesir di tengah dominasi Belanda yang masih kuat di kancah internasional. Hal itu kemudian dilanjutkan dengan pengakuan de jure pada Juni 1947 yang semakin memperkuat legitimasi Indonesia di mata dunia.

Bagi Indonesia, dukungan Mesir merupakan angin segar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di tengah upaya Belanda melakukan agresi militer. Dukungan ini juga membuka jalan bagi negara-negara Timur Tengah lainnya untuk turut mengakui Indonesia.

Hubungan Strategis Indonesia-Mesir

Sejak masa awal kemerdekaan, hubungan kedua negara terus berkembang. Di bidang politik, Mesir selalu menjadi mitra penting Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kerja sama pendidikan dan budaya juga terjalin erat, terutama dengan keberadaan ribuan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Kini, hubungan itu semakin meluas ke bidang ekonomi, pertahanan, dan energi. Pertemuan Prabowo dan El-Sisi menjadi tonggak baru dalam memperkuat kerja sama strategis. Keduanya membicarakan peluang perdagangan, investasi, serta sinergi dalam menjaga stabilitas kawasan.

Sejarah panjang ini menegaskan bahwa dukungan Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga fondasi kuat bagi kemitraan masa depan. Solidaritas yang lahir dari persaudaraan Muslim terus bertransformasi menjadi kerja sama nyata di berbagai bidang.

Mesir pun terus meneguhkan posisinya sebagai mitra penting Indonesia dalam diplomasi internasional. Kedekatan historis menjadi modal besar bagi hubungan yang lebih erat di era globalisasi.

Pengakuan Mesir atas kemerdekaan Indonesia bukan sekadar catatan sejarah, tetapi simbol persahabatan yang terus hidup hingga kini. Dengan fondasi kuat tersebut, hubungan Indonesia-Mesir diyakini akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan global.

Pengakuan Mesir pada 1946 membuktikan solidaritas internasional bisa memberi dampak besar bagi perjuangan kemerdekaan sebuah bangsa. Indonesia merasakan manfaat langsung dari dukungan tersebut.

Hubungan yang terjalin sejak itu menjadi dasar bagi diplomasi kedua negara hingga sekarang. Pertemuan terbaru Prabowo dan El-Sisi menunjukkan hubungan itu bukan sekadar sejarah, tetapi terus hidup.

Kedekatan keagamaan dan persaudaraan Muslim terbukti mampu mengatasi sekat politik dan geografi. Indonesia mendapat legitimasi awal dari Mesir sebelum akhirnya dunia internasional memberikan pengakuan luas.

Kini, hubungan kedua negara terus berkembang di bidang ekonomi, pendidikan, hingga pertahanan. Momentum kemitraan strategis memperlihatkan betapa pentingnya sejarah dalam membangun masa depan.

Solidaritas yang terbangun sejak 1946 kini menjadi inspirasi untuk memperkuat diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain. Dengan dukungan itu, perjalanan diplomasi Indonesia terus menemukan pijakan yang kokoh. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: diplomasiindonesiakemerdekaanMesirpengakuansejarah
Post Sebelumnya

Biarawati AS Ungkap Realitas Palestina dan Hamas

Post Selanjutnya

Prabowo Tegaskan Mafia Beras Harus Ditindak

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Prabowo Tegaskan Mafia Beras Harus Ditindak

Prabowo Tegaskan Mafia Beras Harus Ditindak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.