WASHINGTON, EKOIN.CO – Pesawat siluman B-2 Spirit sejak lama dikenal sebagai bomber strategis paling canggih milik Amerika Serikat. Dirancang dengan kemampuan penetrasi tinggi terhadap sistem pertahanan udara modern, B-2 Spirit menjadi simbol dominasi udara Negeri Paman Sam. Namun, perkembangan teknologi global memunculkan pertanyaan, apakah ada tandingan dari pesawat siluman ini di negara lain?
Gabung WA Channel EKOIN
Kehebatan B-2 Spirit Siluman
B-2 Spirit dikembangkan oleh Northrop Grumman dan mulai dioperasikan pada 1997. Pesawat ini memiliki desain sayap terbang dengan teknologi stealth yang memungkinkannya lolos dari radar lawan. Bomber ini mampu membawa berbagai jenis persenjataan konvensional maupun nuklir dengan daya jelajah antarbenua.
Kemampuan terbang jarak jauh B-2 Spirit mencapai lebih dari 11.000 kilometer tanpa pengisian bahan bakar. Dengan dukungan pengisian di udara, jarak tempuhnya bisa diperpanjang hampir tanpa batas. Faktor ini membuat pesawat tersebut menjadi senjata strategis dalam doktrin militer Amerika.
Selain itu, B-2 Spirit juga dirancang untuk menembus pertahanan udara terkuat sekalipun. Keunggulan stealth-nya diyakini mampu menghindari sistem deteksi generasi lama hingga terbaru. Inilah yang menjadikan B-2 Spirit sebagai pesawat pembom paling ditakuti selama lebih dari dua dekade.
Namun, jumlah armada B-2 Spirit sangat terbatas. Amerika hanya memiliki 21 unit, dengan 20 masih aktif hingga kini. Tingginya biaya produksi dan perawatan membuat B-2 Spirit termasuk pesawat termahal di dunia, dengan harga per unit mencapai lebih dari USD 2 miliar.
Tandingan Siluman dari Rusia dan Cina
Meski B-2 Spirit masih jadi ikon superioritas udara, negara lain terus mengembangkan pesawat serupa. Rusia tengah menggarap PAK DA, bomber strategis generasi baru dengan konsep sayap terbang mirip B-2 Spirit. Pesawat ini digadang-gadang akan memiliki kemampuan siluman dan daya jelajah global.
Di sisi lain, Cina juga tak ingin tertinggal. Negeri Tirai Bambu diketahui sedang mengembangkan H-20, sebuah bomber siluman yang disebut-sebut setara dengan B-2 Spirit. Prototipe H-20 diperkirakan mampu menjangkau target hingga benua lain dengan muatan bom nuklir maupun konvensional.
Meski masih dalam tahap pengembangan, keberadaan PAK DA Rusia dan H-20 Cina menjadi sinyal bahwa dominasi penuh B-2 Spirit bisa terancam. Kedua negara itu berupaya menciptakan tandingan yang mampu menembus sistem pertahanan Amerika dan sekutunya.
Pengamat militer menyebut bahwa meskipun B-2 Spirit masih memegang predikat bomber paling mumpuni, era monopoli udara Amerika mulai diuji. Kompetisi teknologi pesawat siluman menandai babak baru perlombaan senjata global di abad ke-21.
Kehebatan B-2 Spirit terletak pada rekam jejak operasionalnya yang terbukti. Pesawat ini sudah digunakan dalam berbagai misi tempur, mulai dari Kosovo, Irak, hingga Libya. Keberhasilan B-2 Spirit dalam operasi nyata menjadi nilai lebih yang belum dimiliki tandingannya dari Rusia maupun Cina.
Namun, faktor waktu bisa menjadi penentu. Rusia dan Cina yang terus berinvestasi dalam riset militer berpeluang menghadirkan bomber strategis yang setara atau bahkan melampaui kemampuan B-2 Spirit. Saat itulah, pertanyaan tentang tandingan nyata B-2 Spirit mungkin akan terjawab.
Persaingan ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut keseimbangan kekuatan global. Jika PAK DA atau H-20 benar-benar mampu menandingi B-2 Spirit, maka lanskap keamanan internasional bisa berubah drastis.
Sementara itu, Amerika Serikat juga tidak berhenti pada B-2 Spirit. Negeri itu kini mengembangkan B-21 Raider, bomber siluman generasi terbaru yang digadang-gadang lebih hemat biaya, lebih canggih, dan lebih sulit dideteksi radar. B-21 diharapkan mampu mempertahankan keunggulan Amerika di langit dunia.
Kehebatan pesawat siluman menjadi kunci dalam strategi militer modern. Siapa yang mampu menguasai teknologi ini akan memiliki keunggulan signifikan dalam setiap konflik masa depan. Untuk itu, persaingan antara B-2 Spirit, PAK DA, dan H-20 akan menjadi sorotan dunia dalam beberapa dekade mendatang.
B-2 Spirit hingga kini masih menjadi pesawat siluman paling canggih dengan rekam jejak operasional terbukti. Namun, dominasi ini bukan tanpa tantangan.
Rusia dan Cina berupaya menghadirkan tandingan melalui PAK DA dan H-20 yang sama-sama mengusung konsep stealth bomber.
Meskipun belum teruji di medan tempur, keduanya menunjukkan bahwa monopoli Amerika bisa terancam dalam waktu dekat.
Amerika juga sadar akan hal itu, sehingga mereka mengembangkan B-21 Raider sebagai generasi penerus B-2 Spirit.
Dengan begitu, perlombaan teknologi pesawat siluman menjadi ajang strategis yang menentukan peta kekuatan dunia. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





