SEMARANG, EKOIN.CO – Pembangunan Tol Semarang–Demak terus menunjukkan progres signifikan dengan tercatat lebih dari 22 ribu ton semen telah digunakan hingga Juli 2025. Infrastruktur yang berdiri di atas laut ini bukan hanya ditujukan untuk memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga berfungsi sebagai solusi penanggulangan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir Semarang.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Semen menopang pembangunan tol atas laut
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat telah memasok 22.184 ton semen untuk pengerjaan Tol Semarang–Demak Seksi 1A dan 1B. Produk yang digunakan adalah UltraPro, semen khusus dengan daya tahan tinggi yang dirancang untuk menopang konstruksi jangka panjang, terutama di wilayah pesisir.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan pentingnya proyek ini dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Tol Semarang–Demak akan menjadi urat nadi perekonomian daerah seiring meningkatnya kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, terbukanya akses ke sentra produksi lokal dan pariwisata, serta terselesaikannya persoalan banjir rob,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Hingga kini, jalan tol sepanjang 10,64 km tersebut tengah dalam tahap pembangunan Seksi 1 yang terbagi menjadi dua bagian. Dari total panjang, sekitar 6,7 km berfungsi ganda sebagai tanggul laut raksasa yang diharapkan mampu melindungi kawasan Kaligawe, Genuk, Sayung, dan Terboyo dari ancaman banjir rob.
Proyek strategis nasional dengan peran ganda
Tol Semarang–Demak masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan rampung pada 2027. Kehadirannya diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari Semarang menuju Demak, yang biasanya memakan waktu 30 hingga 60 menit, menjadi hanya 10 sampai 20 menit.
Selain aspek konektivitas, tol atas laut ini juga membawa fungsi mitigasi bencana yang sangat krusial bagi kawasan pesisir. Kombinasi peran ganda ini menjadikan Tol Semarang–Demak salah satu infrastruktur multifungsi yang jarang dimiliki daerah lain.
SIG sendiri tidak hanya menyuplai semen untuk proyek ini. Perusahaan juga memiliki portofolio panjang dalam pembangunan infrastruktur nasional dengan produk semen tipe khusus yang tahan terhadap asam sulfat dan penetrasi klorida, sesuai kebutuhan konstruksi di wilayah laut.
Produk semen SIG sebelumnya telah digunakan pada sejumlah proyek besar, seperti Jembatan Suramadu, Jembatan Youtefa, Tol Bali Mandara, Dermaga Sanur, hingga Pelabuhan Patimban. Jejak kontribusi tersebut menegaskan peran SIG sebagai pemasok utama bagi proyek vital di Indonesia.
Di luar Seksi 1, SIG juga sudah mendukung pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 2 sepanjang 16,31 km yang diresmikan pada 2023. Untuk bagian ini, total pasokan semen mencapai 156.905 ton, sehingga menambah daftar kontribusi perusahaan pada proyek strategis negeri.
Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, tol atas laut Semarang–Demak diharapkan segera bisa dinikmati masyarakat. Selain memperkuat jaringan transportasi Jawa Tengah, keberadaan infrastruktur ini menjadi simbol nyata upaya negara menghadirkan solusi terhadap persoalan banjir rob yang menahun.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





