HAIFA, EKOIN.CO – Kengerian penjara Damon kembali mencuat setelah laporan terbaru mengungkap tindakan brutal pasukan Israel terhadap tahanan wanita Palestina. Dalam insiden yang terjadi sepanjang paruh pertama Agustus 2025, pasukan Israel dilaporkan melepaskan anjing polisi dan menembakkan gas air mata ke arah para tahanan. Gabung WA Channel EKOIN
Pelanggaran Hak Asasi di Penjara Damon
Menurut laporan Al Mayadeen pada Senin (18/8/2025), pasukan Israel tidak hanya menggunakan anjing dan gas air mata, tetapi juga melakukan pelecehan yang merendahkan kehormatan para tahanan wanita Palestina. Kasus tersebut menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di penjara Damon, yang selama ini dikenal kejam.
Data dari Masyarakat Tahanan Palestina menyebutkan, aksi pelanggaran itu terjadi dalam empat insiden berbeda, yaitu pada 4, 8, 10, dan 14 Agustus. Setiap peristiwa mencatat pola perlakuan serupa, yang memperlihatkan sistematisnya intimidasi terhadap para tahanan.
Kesaksian para tahanan menegaskan bahwa mereka tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga teror psikologis yang meninggalkan luka mendalam. Mereka dipaksa menundukkan kepala, dibelenggu, dan diarak melintasi halaman penjara di bawah pengawasan ketat pasukan bersenjata.
Kesaksian Mengerikan dari Tahanan Wanita
Masyarakat Tahanan Palestina berhasil mengumpulkan berbagai kesaksian yang menggambarkan situasi penuh kengerian di penjara Damon. Salah seorang tahanan menyebut bahwa pelepasan anjing dilakukan ketika mereka berada di sel sempit, sehingga menimbulkan rasa takut luar biasa.
Selain itu, penggunaan gas air mata di ruang tertutup membuat para tahanan mengalami sesak napas dan panik. Situasi ini diperburuk dengan perlakuan kasar yang mengharuskan mereka tetap dibelenggu tanpa akses pertolongan medis cepat.
Penjara Damon sendiri sejak lama dikenal sebagai salah satu fasilitas yang digunakan untuk menekan tahanan Palestina, khususnya perempuan. Laporan organisasi kemanusiaan menempatkan penjara ini sebagai simbol penderitaan karena kerap melahirkan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia.
Lembaga HAM internasional sebelumnya telah mendesak agar Israel menghentikan praktik penyiksaan terhadap tahanan Palestina. Namun, hingga kini laporan demi laporan tetap menunjukkan pola kekerasan yang berulang.
Situasi di penjara Damon memperlihatkan bagaimana tekanan sistematis dilakukan terhadap perempuan Palestina, yang mestinya mendapatkan perlindungan sebagai kelompok rentan dalam konflik bersenjata.
Kasus terbaru ini dipandang sebagai pengingat bahwa penyelesaian isu tahanan Palestina tidak dapat dilepaskan dari pembahasan konflik yang lebih luas di kawasan. Pelanggaran hak asasi manusia di penjara ini berpotensi memperburuk ketegangan dan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina.
Dengan berulangnya kasus seperti ini, seruan internasional untuk meninjau kondisi penjara Damon semakin menguat. Desakan tidak hanya datang dari lembaga lokal, tetapi juga dari berbagai organisasi hak asasi manusia di tingkat global.
Penjara Damon kini kembali menjadi sorotan sebagai simbol kengerian penahanan dan penyiksaan yang dialami tahanan wanita Palestina. Situasi ini menuntut perhatian serius agar praktik serupa tidak terus berulang tanpa akuntabilitas. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





