EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Prabowo: Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Program Sosial

Prabowo: Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Program Sosial

Presiden Prabowo Subianto melaporkan capaian program Makan Bergizi Gratis yang sudah menjangkau 20 juta penerima. MBG tingkatkan prestasi anak, ciptakan 290 ribu lapangan kerja, dan dorong ketahanan pangan nasional.

Irvan oleh Irvan
19 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, Ekonomi dan Bisnis, Lingkungan dan Pertanian, NASIONAL, UMKM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Presiden Prabowo Subianto melaporkan capaian signifikan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 20 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala Negara dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Jumat (15/8/2025).

 

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Presiden menjelaskan bahwa meskipun baru berjalan selama delapan bulan, dampak program tersebut sudah terasa nyata. Salah satu indikator yang muncul adalah meningkatnya angka kehadiran siswa di sekolah. Selain itu, kualitas prestasi akademik anak-anak juga dinilai membaik.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

 

Dalam laporannya, Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah berdiri 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi. Program MBG juga telah menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru, khususnya di sektor dapur umum, serta melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM.

BACA JUGA 

Babinsa Koramil 1710-02/Timika Dampingi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) Di Wilayah Binaannya

Presiden menekankan bahwa MBG tidak hanya sebatas program sosial, melainkan sebuah investasi besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, dengan gizi yang baik, generasi muda akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif.

 

Capaian dan Dampak MBG

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional beserta seluruh anggotanya yang telah berperan penting dalam menyukseskan implementasi program Makan Bergizi Gratis. Ia menambahkan, keberhasilan ini terwujud berkat koordinasi lintas lembaga, termasuk dukungan dari TNI, Polri, organisasi keagamaan, koperasi, dan yayasan masyarakat.

 

“Dalam tujuh bulan, kita mencapai target yang negara lain butuh bertahun-tahun,” ujar Presiden dalam pidatonya.

 

Sebagai perbandingan, Prabowo mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu sebelas tahun untuk menjangkau 40 juta penerima MBG setiap hari. Indonesia, kata dia, mampu membangun ribuan unit layanan gizi di seluruh provinsi dalam waktu kurang dari setahun.

 

Pemerintah menilai keberhasilan ini berdampak besar, terutama dalam memperbaiki kualitas pendidikan. Dengan kebutuhan gizi yang tercukupi, anak-anak lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar, sehingga pencapaian akademis meningkat.

 

Selain itu, kehadiran program ini turut mendorong perekonomian daerah. Keterlibatan petani, nelayan, dan UMKM dalam rantai pasok pangan menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan.

 

Ketahanan Pangan Nasional

Selain fokus pada peningkatan gizi masyarakat, Presiden juga menekankan pentingnya kedaulatan pangan. Pemerintah, katanya, telah membuka dua juta hektare lahan sawah baru di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Langkah tersebut dibarengi dengan kebijakan intensifikasi pertanian, pemangkasan birokrasi pupuk, serta peningkatan harga beli gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.

 

Hasil dari kebijakan ini cukup signifikan. Indonesia berhasil mencatat surplus beras dengan cadangan nasional lebih dari empat juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung ke negara lain.

 

Presiden menegaskan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik penimbunan dan manipulasi distribusi pangan. Ia menegaskan tidak segan mencabut izin usaha penggilingan beras skala besar apabila terbukti melakukan kecurangan.

 

“Untuk melindungi konsumen Indonesia, Pemerintah yang saya pimpin akan selalu mewaspadai kecurangan-kecurangan, manipulasi, penipuan, upaya penimbunan, dan menahan distribusi bahan pangan,” ujar Prabowo dalam pidato yang disampaikan di depan anggota legislatif.

 

Selain itu, pemerintah juga terus mengawasi pasar agar harga pangan tetap stabil. Dengan demikian, hasil surplus yang diperoleh dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama kelompok rentan.

 

Capaian ini menurut Presiden merupakan bukti bahwa strategi pembangunan yang menggabungkan aspek gizi, pendidikan, dan ketahanan pangan mampu menghasilkan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.

 

Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pemerintahan saat ini. Selain memberikan dampak langsung kepada anak-anak dan ibu, program ini juga memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Tags: gizi anakketahanan panganPrabowo SubiantoProgram Makan Bergizi Gratissurplus berasUMKM
Post Sebelumnya

Dasco: Jangan Takut Putar Lagu di Publik

Post Selanjutnya

Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Kejagung Periksa Pejabat DIKBUDRISTEK

Irvan

Irvan

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Kejagung Periksa 8 Tokoh Penting dalam Korupsi Minyak

Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Kejagung Periksa Pejabat DIKBUDRISTEK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.