Kiev, EKOIN.CO-Ukraina kembali menorehkan langkah besar dalam teknologi militer dengan memperkenalkan rudal jelajah terbaru bernama Flamingo. Senjata strategis ini diklaim memiliki jangkauan hingga 3.000 kilometer, yang berarti seluruh wilayah Rusia, termasuk Moskow dan St. Petersburg, berada dalam radius serangannya. Kehadiran Flamingo menandai babak baru dalam perlombaan persenjataan kawasan, sekaligus meningkatkan tensi geopolitik.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Informasi tentang Flamingo pertama kali mencuat melalui unggahan jurnalis Associated Press, Efrem Lukatsky, yang menampilkan foto rudal tersebut. Ia menyebutkan bahwa Flamingo sudah masuk tahap produksi massal oleh perusahaan Ukraina, Fire Point, bahkan telah digunakan dalam operasi militer nyata.
Flamingo dan Kapasitas Rudal Jelajah
Media lokal Ukrainska Pravda kemudian merilis video peluncuran Flamingo, memperlihatkan rudal ini menanjak tajam sesaat setelah keluar dari peluncur berbasis trailer. Rekaman tersebut memperkuat klaim bahwa Ukraina telah memiliki sistem persenjataan baru dengan potensi strategis yang sangat tinggi.
Meskipun belum ada penjelasan resmi dari Kementerian Pertahanan Ukraina, sejumlah detail penting mulai terkuak. Flamingo dikabarkan mampu membawa hulu ledak seberat 1.150 kilogram, hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan Storm Shadow/SCALP-EG buatan Inggris-Prancis. Kapasitas ini membuat daya ledaknya cukup untuk melumpuhkan infrastruktur vital lawan.
Selain itu, desain Flamingo disebut mirip dengan FP-5 asal Uni Emirat Arab, yang memiliki bobot maksimum 6 ton serta bentang sayap mencapai 6 meter. Beberapa analis militer menilai ada kemungkinan kolaborasi teknologi antara Ukraina dengan pihak luar, meski hal ini belum pernah dikonfirmasi.
Flamingo juga dilaporkan dilengkapi sistem navigasi canggih yang tahan terhadap jamming. Dengan kombinasi navigasi satelit dan sistem inersial, rudal ini diyakini sulit digagalkan melalui peperangan elektronik modern.
Dampak Strategis Flamingo
Kehadiran Flamingo membuat Ukraina kini memiliki kemampuan untuk menargetkan wilayah jauh di dalam teritori Rusia. Dengan jangkauan 3.000 kilometer, potensi serangan hingga Moskow bukan lagi sebatas ancaman retorika, tetapi kemungkinan nyata.
Para analis menilai bahwa kemampuan ini dapat mengubah kalkulasi strategi militer kedua pihak. Rusia selama ini mengandalkan keunggulan rudal jarak jauh, namun kini Ukraina memiliki senjata yang dapat menyeimbangkan peta pertempuran.
Seorang pakar militer dari Kiev yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa Flamingo bisa menjadi senjata deterensi penting. “Dengan rudal seperti ini, Ukraina dapat memberikan sinyal kuat bahwa setiap agresi besar dapat dibalas setimpal,” ujarnya.
Meski demikian, banyak pihak juga mengingatkan bahwa hadirnya rudal jelajah berdaya jangkau jauh berisiko memperburuk eskalasi konflik. Sebab, senjata semacam ini membuka peluang serangan langsung ke pusat politik dan ekonomi lawan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Moskow mengenai kabar kemunculan Flamingo. Namun, pengamat memperkirakan Rusia akan meningkatkan sistem pertahanan udara serta memperluas strategi pencegahan guna mengantisipasi ancaman baru tersebut.
Pengembangan Flamingo menambah daftar panjang inovasi militer Ukraina sejak invasi Rusia berlangsung. Sebelumnya, negara ini juga memperkenalkan berbagai drone kamikaze jarak jauh dan sistem pertahanan udara buatan lokal.
Bagi Ukraina, setiap langkah inovasi persenjataan tidak hanya bertujuan defensif, melainkan juga untuk menunjukkan kemandirian industri pertahanan di tengah perang berkepanjangan. Flamingo kini menjadi simbol baru dari upaya tersebut.
Keberadaan rudal jelajah Flamingo diperkirakan akan terus menarik perhatian internasional. Sebab, perkembangan teknologi ini tak hanya berdampak pada Ukraina dan Rusia, tetapi juga dinamika keamanan global. Negara-negara Barat kemungkinan akan memantau lebih ketat, sementara sekutu Ukraina bisa melihatnya sebagai peningkatan kapasitas yang signifikan.
Flamingo menjadi penanda bahwa Ukraina berhasil melampaui keterbatasan industri pertahanannya dengan melahirkan rudal jelajah berdaya jangkau luar biasa.
Senjata ini menempatkan hampir seluruh wilayah Rusia, termasuk pusat politiknya, dalam risiko serangan militer.
Kapasitas daya ledak besar serta sistem navigasi tahan jamming menjadikan Flamingo salah satu senjata paling berbahaya di kawasan.
Meski berpotensi menjadi penyeimbang kekuatan, rudal ini juga menimbulkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas.
Ukraina kini berada di persimpangan antara kebutuhan mempertahankan kedaulatan dan ancaman meningkatnya ketegangan geopolitik global. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





