EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Kenapa Rudal KHAN Diparkir Indonesia di Kalimantan Timur ini Alasannya

Kenapa Rudal KHAN Diparkir Indonesia di Kalimantan Timur ini Alasannya

Indonesia resmi mengoperasikan rudal balistik KHAN buatan Turki di Kalimantan Timur. Langkah ini menandai modernisasi pertahanan Indonesia dan berpotensi memicu perlombaan senjata di Asia Tenggara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Agustus 2025
Kategori POLITIK, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

KALIMANTAN TIMUR, EKOIN.CO – Militer Indonesia resmi mengoperasikan sistem rudal balistik taktis KHAN di markas Yonarmed 18 Raipur A, Buritkang Tenggarong, sekitar 65 kilometer dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto rudal tersebut pertama kali dipublikasikan forum pecinta militer Sahabat Keris di laman Facebook mereka pada 1 Agustus 2025.
Gabung WA Channel EKOIN di sini.

Rudal KHAN dan Arsitektur Pertahanan IKN

KHAN adalah varian ekspor dari rudal Bora milik Turki yang sudah digunakan dalam operasi militer. Indonesia menandatangani kontrak pembelian pada November 2022, dan kurang dari tiga tahun kemudian, sistem ini telah menjadi bagian inventaris TNI.

“Ini pertama kalinya sistem rudal KHAN masuk ke angkatan bersenjata selain militer Turki,” ujar Murat Kurtulus, Wakil Direktur Umum Roketsan, saat penandatanganan kontrak.

Secara teknis, KHAN memiliki jangkauan hingga 280 kilometer dengan tingkat akurasi tinggi, Circular Error Probable (CEP) di bawah 10 meter. Rudal sepanjang delapan meter itu berbobot sekitar 2,5 ton dengan hulu ledak 470 kilogram. Kekuatan ini mampu menghantam pusat komando, radar, depot logistik, hingga lapangan udara lawan.

Sistem panduan ganda berbasis Inertial Navigation System (INS) yang dipadukan GPS dan GLONASS memastikan akurasi tembakan. Fitur “shoot and scoot” juga membuatnya dapat diluncurkan cepat sekaligus menghindari deteksi serangan balik.

Berita Menarik Pilihan

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Menurut pakar militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, penempatan rudal di Kalimantan Timur tidak lepas dari strategi perlindungan IKN. “Penggelaran sistem senjata strategis seperti KHAN mengirimkan sinyal bahwa Indonesia serius dalam membangun arsitektur pertahanan untuk melindungi pusat pemerintahan baru dari berbagai ancaman,” ujarnya.

Khairul menambahkan, Kalimantan Timur secara geografis lebih aman dari ancaman langsung. Kondisi itu menjadikannya lokasi ideal sebagai pangkalan logistik sekaligus peluncuran senjata strategis dengan tingkat survivabilitas tinggi.

Dampak Rudal KHAN di Asia Tenggara

Pengamat pertahanan Janes di Singapura, Ridzwan Rahmat, menilai kepemilikan rudal KHAN oleh Indonesia berpotensi memicu perlombaan senjata di Asia Tenggara. Menurutnya, negara-negara kawasan sebelumnya menahan diri untuk tidak mengakuisisi rudal balistik karena sifat ofensifnya.

“Saya khawatir dengan kemungkinan terjadinya perlombaan senjata. Ini adalah rudal pertama dari jenisnya di kawasan,” ujar Ridzwan. Ia menambahkan, jangkauan KHAN dan kecepatan serangannya menyulitkan sistem pertahanan udara negara lain untuk mengantisipasi.

Ridzwan juga menekankan nilai strategis penempatan KHAN di Kalimantan Timur. Dari posisi itu, Indonesia dapat merespons lebih cepat perkembangan keamanan di Laut Cina Selatan, wilayah dengan aktivitas militer padat. “Lokasi ini juga memungkinkan Indonesia mengawasi jalur maritim penting seperti Selat Makassar dan Laut Sulawesi,” ujarnya.

Keberadaan KHAN membuat Indonesia menjadi pemilik rudal balistik modern pertama di Asia Tenggara. Sebelumnya, Vietnam hanya mengandalkan rudal era Perang Dingin seperti Scud-B dan Scud-C, sedangkan Myanmar diduga memiliki rudal Hwasong-5 serta BP-12A, namun status operasionalnya tidak jelas.

Negara ASEAN lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Filipina, sejauh ini lebih fokus pada sistem pertahanan udara, laut, dan pesisir. Tidak ada bukti mereka mengoperasikan rudal balistik ofensif.

Dengan kemampuan balistik ini, Indonesia dipandang tengah memperluas opsi strategisnya, dari postur defensif menuju sistem pertahanan yang lebih aktif. Meski demikian, para pengamat menilai langkah ini tetap dalam kerangka pertahanan, bukan agresi.

Indonesia kini menjadi pelopor kepemilikan rudal balistik modern di Asia Tenggara. Rudal KHAN yang ditempatkan di Kalimantan Timur menjadi simbol modernisasi alutsista nasional.

Langkah ini sekaligus menandai perubahan strategi pertahanan Indonesia dari hanya defensif ke arah yang lebih aktif dan responsif terhadap dinamika global.

Namun, kepemilikan rudal tersebut bisa memicu kekhawatiran di kawasan, terutama kemungkinan perlombaan senjata antarnegara ASEAN.

Indonesia perlu mengelola persepsi regional agar kekuatan baru ini tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan bagian dari keamanan kolektif.

Ke depan, diplomasi pertahanan harus berjalan beriringan dengan modernisasi militer agar stabilitas kawasan tetap terjaga. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Asia TenggaraIKNindonesiaKalimantan Timurpertahananrudal KHAN
Post Sebelumnya

Akhirnya Bantuan Indonesia TNI AU Sukses Diterjunkan, Gaza Menyambut Haru

Post Selanjutnya

Trump Tegaskan Zelensky, Ukraina Takkan Dapat Krimea Gabung NATO Jadi Jangan Berharap

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tangerang, Banten.

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan diciduk KPK. Wakil tuhan ini diduga menerima sejumlah dari...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa kini tengah mendalami dugaan penyimpangan tata kelola dan perencanaan proyek yang diduga merugikan keuangan negara. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Sidang Korupsi Chromebook: Jaksa Ungkap Nama Nadiem dan Dugaan ‘Setelan’ Proyek Sebelum Pengadaan

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Persidangan juga menampilkan dokumen yang mengungkap perbedaan mencolok antara harga pasar perangkat dan nilai pengadaan.

Post Selanjutnya
Trump Tegaskan Zelensky, Ukraina Takkan Dapat Krimea Gabung NATO Jadi Jangan Berharap

Trump Tegaskan Zelensky, Ukraina Takkan Dapat Krimea Gabung NATO Jadi Jangan Berharap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.