EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Fokus RAPBN 2026: Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Fiskal

Sumber dok bankmandiri.co.id

Fokus RAPBN 2026: Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Fiskal

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,4% yoy pada 2026. RAPBN 2026 menetapkan defisit anggaran sebesar 2,48% dari PDB.

Agus DJ oleh Agus DJ
20 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4% year on year (yoy) pada 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada di kisaran 5,2% yoy. Target ini dituangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang resmi dipaparkan di Jakarta.

Target pertumbuhan tersebut dipandang ambisius di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Asumsi inflasi ditetapkan stabil di level 2,5% yoy, menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga. Pemerintah juga memasukkan proyeksi kurs Rupiah yang melemah ke level Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (USD), dibandingkan target tahun 2025 sebesar Rp16.000.

Baca juga : Inovasi BSI Gallery Permudah Layanan Nasabah Indonesia

Penyesuaian kurs ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih tinggi dan berpotensi menahan stabilitas nilai tukar. Selain itu, pemerintah mengantisipasi sektor energi dengan lebih konservatif. Target lifting minyak dan gas pada 2026 diperkirakan turun tipis menjadi 1,59 juta barel setara minyak per hari (boepd), lebih rendah dari target 2025 sebesar 1,61 juta boepd.

Outlook harga minyak juga diturunkan menjadi 70 USD per barel dari sebelumnya 82 USD per barel. Penurunan tersebut menggambarkan permintaan global yang melambat meskipun pasokan relatif stabil. Hal ini penting untuk memastikan perhitungan RAPBN tidak terlalu optimistis dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Defisit Anggaran dan Penerimaan Negara

Pemerintah menargetkan defisit anggaran pada RAPBN 2026 sebesar 2,48% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibandingkan target APBN 2025 sebesar 2,53% dan outlook 2025 yang diperkirakan mencapai 2,78%. Penurunan defisit ini menjadi sinyal upaya menjaga kredibilitas fiskal.

Meski begitu, jika dibandingkan dengan rata-rata realisasi defisit lima tahun terakhir di luar periode Covid-19, target defisit 2026 masih relatif tinggi. Pemerintah tetap menekankan disiplin fiskal agar tidak menimbulkan risiko pelebaran defisit ke depan.

Penerimaan negara pada 2026 dipatok sebesar Rp3.147,7 triliun atau tumbuh 4,7% yoy. Angka ini menandai pertumbuhan penerimaan yang paling rendah dalam empat tahun terakhir. Meski moderat, pemerintah menilai proyeksi tersebut lebih realistis dengan mempertimbangkan kondisi global.

Di sisi lain, potensi penerimaan negara masih mendapat dukungan dari inflasi yang terkendali serta peluang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Kedua faktor ini diharapkan mendorong konsumsi dan investasi sehingga menopang kinerja penerimaan pajak.

Belanja Pemerintah 2026

Anggaran belanja pemerintah pada 2026 ditetapkan sebesar Rp3.786,5 triliun, naik 4,6% yoy dari tahun sebelumnya. Fokus belanja diarahkan untuk mempercepat program strategis nasional yang berdampak langsung pada masyarakat.

Salah satu program prioritas adalah Makan Bergizi Gratis yang mendapatkan alokasi anggaran Rp335 triliun atau meningkat tajam 187% yoy. Selain itu, anggaran ketahanan pangan juga mengalami kenaikan 13,7% yoy menjadi Rp164,4 triliun.

Belanja pemerintah pusat tumbuh hingga 16,1% yoy, menunjukkan prioritas lebih besar pada program nasional. Sebaliknya, transfer ke daerah justru mengalami penurunan tajam 29,3% yoy. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan efisiensi dan fokus pada proyek prioritas.

Selain itu, pemangkasan anggaran dilakukan pada 15 pos belanja, termasuk untuk rapat, kegiatan seremonial, hingga pembangunan infrastruktur. Pemerintah menekankan bahwa efisiensi ini perlu agar belanja lebih tepat sasaran.

Sumber dok bankmandiri.co.id

Risiko dan Prospek Ekonomi 2026

Tim Riset Bank Mandiri dalam kajiannya menilai prospek fiskal 2026 tetap prudent dengan defisit di bawah 3% dari PDB. Namun, beberapa risiko eksternal masih membayangi, khususnya perlambatan ekonomi Tiongkok dan moderasi harga komoditas.

Kebijakan tarif proteksionis Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Walaupun Indonesia berhasil menurunkan tarif impor AS menjadi 19% melalui negosiasi, prospek ekspor Indonesia tetap terbatas. Hal ini berpotensi menahan pertumbuhan sektor perdagangan internasional.

Di sisi domestik, inflasi yang terkendali dan peluang penurunan suku bunga memberikan ruang lebih luas bagi konsumsi rumah tangga. Investasi juga diperkirakan meningkat karena biaya pinjaman lebih murah, sehingga dapat mendorong penerimaan pajak.

Meski demikian, terdapat risiko tekanan pada penerimaan pajak jika harga komoditas global melemah. Pemerintah harus mampu menjaga konsistensi kebijakan fiskal agar tetap mendukung pertumbuhan sekaligus stabilitas.

Dengan proyeksi tersebut, RAPBN 2026 disusun untuk memberikan arah kebijakan fiskal yang terukur. Pemerintah menekankan konsistensi dan kesinambungan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, stabilitas, dan keberlanjutan fiskal.

Sebagai penutup, kebijakan fiskal 2026 dipandang tetap konsisten untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global. Pemerintah menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,4% perlu dijaga dengan koordinasi lintas sektor agar dapat tercapai. Konsistensi kebijakan moneter dan fiskal harus terus dijalankan agar stabilitas ekonomi nasional tidak terganggu oleh gejolak eksternal.

Pemerintah diharapkan tetap memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui penguatan konsumsi, investasi, dan industrialisasi. Hal ini penting agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada faktor global yang sulit diprediksi.

Efisiensi belanja negara perlu terus ditingkatkan dengan memastikan setiap program membawa manfaat langsung. Fokus pada program prioritas seperti pangan dan pendidikan akan mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sektor energi dan kurs perlu tetap diawasi ketat agar tekanan eksternal tidak mengguncang stabilitas. Upaya diversifikasi sumber energi juga dapat memperkuat ketahanan ekonomi.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, RAPBN 2026 diharapkan mampu menjaga arah pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan bagi Indonesia. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: belanja pemerintahdefisit anggaranfiskal Indonesiapenerimaan negarapertumbuhan ekonomiRAPBN 2026
Post Sebelumnya

Inovasi BSI Gallery Permudah Layanan Nasabah Indonesia

Post Selanjutnya

BTN Tandatangani MoU untuk Wujudkan Jakarta Kota Global

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
BTN Tandatangani MoU untuk Wujudkan Jakarta Kota Global

BTN Tandatangani MoU untuk Wujudkan Jakarta Kota Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.