JAKARTA, EKOIN.CO – Krisis ekonomi diprediksi akan kembali menghantam dunia pada tahun 2030, dan para pakar menilai persiapan sejak dini sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam tekanan finansial. Memiliki aset yang kuat menjadi salah satu kunci utama untuk bertahan menghadapi gejolak tersebut.
Gabung WA Channel EKOIN
Para ekonom mengingatkan bahwa krisis bukanlah sesuatu yang bisa dihindari, melainkan siklus yang berulang layaknya pergantian musim. Dengan mempersiapkan aset yang tepat, risiko kerugian bisa ditekan sekaligus memberi peluang untuk tetap tumbuh dalam kondisi sulit.
Aset Wajib Menjelang Krisis Ekonomi
Tanah produktif menjadi salah satu aset yang layak dipertimbangkan sebelum krisis. Nilai tanah relatif stabil, bahkan cenderung meningkat di lokasi strategis seperti dekat kawasan industri atau pemukiman baru. Selain bisa dimanfaatkan untuk pertanian atau disewakan, tanah juga dapat dijadikan agunan ketika modal tambahan dibutuhkan.
Selain itu, emas batangan bersertifikat juga terbukti ampuh menjaga nilai kekayaan. Ketika inflasi meningkat atau mata uang melemah, emas tetap mempertahankan posisinya. Jenis emas yang disarankan adalah batangan atau koin logam mulia dengan sertifikat resmi, bukan perhiasan.
Instrumen saham tetap relevan, terutama di sektor konsumsi primer seperti makanan, minuman, dan obat-obatan. Perusahaan di bidang ini biasanya tetap bertahan karena menyediakan kebutuhan dasar yang selalu dicari masyarakat, bahkan dalam kondisi krisis ekonomi.
Properti residensial sederhana juga menjadi pilihan, karena kebutuhan tempat tinggal tidak pernah surut. Rumah dengan harga terjangkau memiliki permintaan tinggi, baik untuk disewakan maupun dijual kembali. Sementara itu, obligasi pemerintah memberikan alternatif investasi yang lebih aman dengan imbal hasil stabil.
Krisis Ekonomi dan Diversifikasi Aset
Selain aset fisik, kepemilikan aset digital juga semakin penting di era modern. Kanal YouTube, situs web, maupun aplikasi digital bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Infrastruktur digital yang mapan berpotensi memberikan pendapatan pasif melalui iklan, sponsor, atau penjualan produk daring.
Sektor usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang kebutuhan pokok juga bisa dijadikan pilihan. Misalnya, waralaba makanan atau minuman yang memiliki pasar luas dan kebutuhan harian yang konsisten. Aset jenis ini mampu menciptakan arus kas reguler sekaligus membuka lapangan kerja.
Aset berbentuk keterampilan atau keahlian pun tidak kalah penting. Pendidikan, sertifikasi, dan kemampuan baru akan menjadi modal besar untuk menghadapi persaingan di tengah krisis. Dalam situasi di mana pekerjaan formal menyusut, keterampilan yang relevan bisa menjadi penyelamat ekonomi keluarga.
Selain diversifikasi aset, persiapan mental juga sangat dibutuhkan. Krisis ekonomi seringkali membuat banyak orang panik dan mengambil keputusan terburu-buru. Dengan strategi yang matang, aset dapat dikelola bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga berkembang.
Sejarah menunjukkan bahwa pihak yang mampu bertahan bukanlah yang paling kuat, melainkan yang paling siap menghadapi perubahan. Maka dari itu, pemilihan aset yang tepat sesuai profil keuangan menjadi faktor penentu.
Kini, dengan sisa waktu sekitar lima tahun menuju 2030, para ahli mendorong masyarakat untuk tidak menunda. Setiap langkah kecil dalam mengamankan aset akan sangat berharga ketika krisis benar-benar datang.
Kesimpulannya, krisis ekonomi adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari, namun bisa diantisipasi dengan persiapan aset yang tepat. Diversifikasi aset fisik, finansial, digital, hingga keterampilan pribadi akan menjadi benteng kokoh menghadapi guncangan.
Bagi masyarakat, langkah terbaik adalah mulai dari apa yang bisa dijangkau. Tidak harus besar, asal konsisten dan berkesinambungan. Perencanaan matang hari ini bisa menjadi penyelamat esok hari.
Saran dari para ahli, jangan hanya fokus pada satu jenis aset. Sebarkan risiko, pahami fungsinya, dan kelola sesuai kemampuan. Dengan begitu, peluang untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di tengah badai akan terbuka lebar.
Pada akhirnya, aset bukan sekadar harta benda, melainkan fondasi untuk menjaga keberlangsungan hidup. Persiapan sejak dini akan menentukan seberapa kuat kita melewati badai krisis ekonomi yang mungkin datang pada 2030.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





