EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Sri Mulyani Siapkan Surat Utang Baru Dim Sum Bond, Ini Targetnya

Sri Mulyani Siapkan Surat Utang Baru Dim Sum Bond, Ini Targetnya

Pemerintah Indonesia bersiap meluncurkan surat utang berdenominasi renminbi atau Dim Sum Bond di pasar internasional.

Ray oleh Ray
25 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, INTERNASIONAL, KEUANGAN, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia bersiap meluncurkan surat utang berdenominasi renminbi atau Dim Sum Bond di pasar internasional. Instrumen ini akan menjadi penerbitan berikutnya setelah keberhasilan penawaran Kangaroo Bond berdenominasi dolar Australia (AUD).

Penerbitan perdana Dim Sum Bond telah masuk daftar antrean berikutnya setelah Kangaroo Bond berhasil diterbitkan secara perdana pada 7 Agustus 2025.

“Setelah keberhasilan Kangaroo Bond, pipeline berikutnya adalah penerbitan (perdana) Dim Sum Bond, untuk memperluas basis investor di Asia sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio pembiayaan APBN,” kata Plt. Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (24/8/2025).

Meski begitu, pemerintah belum mau mengungkapkan tanggal detail rencana penerbitan Dim Sum Bond. Novi hanya memastikan bahwa penerbitan Dim Sum Bond nantinya akan tergantung kondisi pasar obligasi dan perkembangan kebutuhan pembiayaan APBN.

“Pemerintah akan terus menerapkan strategi pembiayaan yang hati-hati, fleksibel, dan terukur, dengan mempertimbangkan pemilihan waktu penerbitan, jenis instrumen, serta keseimbangan komposisi mata uang,” tegasnya.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia telah berhasil melaksanakan penerbitan perdana Kangaroo Bond dalam mata uang dolar Australia pada tanggal 7 Agustus 2025 dengan setelmen 14 Agustus 2025.

“Transaksi ini menjadi langkah penting untuk memperluas basis investor, mendiversifikasi sumber pembiayaan APBN, sekaligus mempererat kerja sama bidang keuangan Indonesia-Australia,” ujar Novi.

Penerbitan perdana Kangaroo Bonds mendapat sambutan yang sangat positif dari investor global. Permintaan investor mencapai AUD 8 miliar atau 10 kali lebih besar dari total nominal setelmen sebesar AUD 800 juta.

Sekitar sepertiga investor pembeli Kangaroo Bond berasal dari investor domestik Australia, atau setara 34% untuk seri tenor 5 tahun dan 33% untuk tenor 10 tahun. Sisanya berasal dari Asia untuk tenor 5 tahun dengan porsi 43% dan tenor 10 tahun 53%, serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika maupun Inggris (EMEA/UK) porsinya masing 23% dan 14%.

“Sebuah capaian yang menunjukkan meningkatnya minat dan kepercayaan pasar Australia terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” ujar Novi.

Dengan besarnya minat investor terhadap Kangaroo Bond RI membuat Pemerintah berhasil menetapkan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif, yakni sebesar 4,427% untuk tenor 5 tahun dan 5,380% untuk tenor 10 tahun.

Transaksi perdana ini dilakukan melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN). Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2025. Obligasi yang diterbitkan pada transaksi kali ini memperoleh peringkat Baa2 oleh Moody’s, BBB oleh Standard & Poor’s, dan BBB oleh Fitch.

Tags: dim sum bondindonesiaSri Mulyanisurat utang
Post Sebelumnya

Jelang Liburan Akhir Tahun, Koper Diskon Gede-gedean di Transmart

Post Selanjutnya

APBN 2026 Disusun Kredibel dan Berkelanjutan Bersama DPR

Ray

Ray

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Post Selanjutnya
Anggaran Pendidikan 2026 Fokuskan Beasiswa dan Guru

APBN 2026 Disusun Kredibel dan Berkelanjutan Bersama DPR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.