EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Panen Raya Tekan Harga Gabah di Lebak

Panen Raya Tekan Harga Gabah di Lebak

Harga gabah di Lebak turun menjadi Rp6.500 per kg akibat panen raya. Petani tetap untung karena harga sesuai HPP.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

LEBAK, EKOIN.CO – Harga gabah di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan signifikan seiring berlangsungnya panen raya di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan petani, harga gabah kering pungut (GKP) kini berada di angka Rp6.500 per kilogram, lebih rendah dibanding sebelumnya Rp7.500 per kilogram. Penurunan harga gabah ini terjadi karena tingginya pasokan hasil panen yang masuk ke pasaran.
Gabung WA Channel EKOIN

Seorang petani asal Rangkasbitung, Misbah, mengatakan bahwa harga gabah saat ini mengikuti skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP). “Hari ini GKP hasil panen ditampung pengusaha penggilingan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg,” ujarnya pada Minggu.

Meskipun harga gabah turun, Misbah menyebut petani masih bisa mendapatkan keuntungan karena pembelian dilakukan sesuai dengan ketentuan HPP. Ia mengaku menjual sebanyak 5 ton gabah dengan nilai Rp32,5 juta.

Hal serupa diungkapkan Yana, petani asal Blok Tambakbaya, Kabupaten Lebak. Ia menuturkan harga gabah yang semula Rp7.500 kini ditampung penggilingan padi seharga Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, harga gabah tersebut masih terbilang wajar karena diserap langsung oleh banyak penampung.

Harga Gabah Ikut Panen Raya

Yana menjelaskan, panen di wilayahnya mencakup sekitar 70 hektare sawah. Banyaknya penampung, bahkan hingga dari luar daerah, membuat petani tetap memiliki pasar untuk menjual hasil panennya.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

“Kami panen seluas dua hektare dengan produktivitas 10 ton. Jika dijual Rp6.500 per kg maka menghasilkan uang Rp65 juta,” kata Yana.

Kondisi serupa juga dialami petani di wilayah lain di Kabupaten Lebak. Melimpahnya produksi gabah pada musim panen raya ini menyebabkan harga menurun, namun masih dalam batas aman karena sesuai HPP.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan tanam agar swasembada pangan tetap terjaga. “Kami minta petani, kelompok tani juga Gapoktan serta petugas penyuluh lapang dapat menargetkan angka tanam Agustus 2025 seluas 9.300 hektare,” ucapnya.

Gabah dan Program Swasembada Pangan

Rahmat menambahkan, faktor curah hujan yang masih tinggi turut mendukung percepatan tanam di wilayah Lebak. Hal ini dinilai dapat memperlancar pertumbuhan padi pada musim berikutnya.

Menurutnya, keberhasilan panen dan percepatan tanam menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Dengan target luas tanam 9.300 hektare, pemerintah daerah optimistis kebutuhan pangan di daerah ini dapat terpenuhi.

Ia menegaskan, kolaborasi petani dan kelompok tani sangat dibutuhkan dalam menjaga ketersediaan gabah. Selain itu, peran penyuluh lapang juga dinilai penting dalam memberikan pendampingan agar hasil panen tetap optimal.

Di sisi lain, harga gabah yang mengikuti standar HPP memberikan kepastian kepada petani dalam menjual hasil panennya. Meski tidak setinggi harga sebelumnya, penyerapan oleh penggilingan padi membantu menjaga kestabilan pendapatan petani.

Para petani berharap pemerintah terus menjaga mekanisme harga gabah di pasar agar tetap menguntungkan. Dengan begitu, petani dapat tetap bersemangat meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya.

Kondisi ini sekaligus mencerminkan bahwa panen raya membawa dua sisi: hasil panen berlimpah, namun harga mengalami penurunan. Meski demikian, dengan adanya HPP, petani masih terlindungi dari kerugian.

Pemerintah Kabupaten Lebak menilai bahwa pengaturan pola tanam dan pengendalian pasokan akan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan harga gabah. Hal ini penting agar petani tetap memperoleh keuntungan meski di tengah musim panen raya.

Ke depan, dukungan program swasembada pangan diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional. Kabupaten Lebak sebagai salah satu daerah lumbung padi di Banten diproyeksikan menjadi wilayah yang strategis dalam pencapaian target tersebut.

Dengan sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pengusaha penggilingan, harga gabah diharapkan dapat stabil serta memberikan manfaat bagi semua pihak. Situasi panen raya saat ini menjadi pembelajaran bahwa kestabilan harga harus terus dijaga agar petani tidak dirugikan.

Penurunan harga gabah di Kabupaten Lebak menunjukkan adanya dampak langsung dari panen raya yang melimpah. Meski harga turun, petani tetap memperoleh keuntungan berkat mekanisme HPP.

Kebijakan percepatan tanam yang digalakkan Dinas Pertanian setempat juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan. Dukungan curah hujan yang tinggi membuat program ini dapat berjalan optimal.

Peran petani, kelompok tani, dan penyuluh lapangan sangat menentukan keberhasilan target tanam yang dicanangkan pemerintah. Keterlibatan semua pihak dibutuhkan agar produksi gabah tetap stabil.

Harga gabah yang mengikuti HPP menjadi penyangga utama bagi kesejahteraan petani. Hal ini memberi jaminan bahwa mereka tidak merugi meski harga di pasaran menurun.

Dengan langkah strategis pemerintah dan kerja keras petani, Kabupaten Lebak diharapkan terus menjadi penopang penting program swasembada pangan nasional. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: gabah bantenharga gabahHPPpanen rayapetani lebakswasembada pangan
Post Sebelumnya

Kebutuhan MBG 6 Ribu Ton Beras Harian

Post Selanjutnya

Senayan Memanas: Ribuan Polisi Disiagakan, Pengamanan Diperketat Jelang Demo Tunjangan DPR

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Senayan Memanas: Ribuan Polisi Disiagakan, Pengamanan Diperketat Jelang Demo Tunjangan DPR

Senayan Memanas: Ribuan Polisi Disiagakan, Pengamanan Diperketat Jelang Demo Tunjangan DPR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.