EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS

Kebutuhan MBG 6 Ribu Ton Beras Harian

MBG membutuhkan 6.000 ton beras, 9.000 ton daging dan sayur, serta 90 juta telur setiap hari. Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan membutuhkan suplai beras hingga 6.000 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Angka tersebut diungkapkan oleh Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Nyoto Suwignyo, dalam acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Minggu (24/8/2025). Ikuti update berita di WA Channel EKOIN.

Nyoto menjelaskan, jumlah kebutuhan itu dihitung dari jumlah Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang terbentuk di lapangan. Jika satu dapur SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari, maka dengan terbentuknya 30 ribu dapur, total beras yang harus disediakan mencapai 6 ribu ton.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan bahan baku MBG tidak hanya sebatas beras. Program ini juga menuntut pasokan daging dan sayuran dalam jumlah besar, yang masing-masing diproyeksikan mencapai 9.000 ton per hari.

Kebutuhan Daging dan Sayur MBG

Dalam paparannya, Nyoto menyebutkan bahwa pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci sukses MBG. Karena itu, tidak hanya beras yang dibutuhkan, tetapi juga bahan pangan lain seperti daging sapi, ayam, dan sayuran segar.

Dengan target layanan mencapai 82,9 juta penerima manfaat di seluruh provinsi, jumlah distribusi bahan pangan tersebut dipastikan akan sangat besar dan memerlukan sistem logistik yang terintegrasi.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Selain daging dan sayuran, program ini juga diproyeksikan menyerap 10.500 ton buah segar setiap harinya. Buah menjadi komponen penting dalam menjaga kualitas gizi, terutama bagi anak-anak yang menjadi sasaran utama program MBG.

Pasokan Susu dan Telur MBG

Untuk melengkapi gizi harian penerima, MBG juga akan membutuhkan 90 juta butir telur per hari. Telur dipilih karena kandungan proteinnya tinggi dan relatif mudah didistribusikan hingga ke daerah terpencil.

Selain telur, sebanyak 13,5 juta liter susu per hari juga diproyeksikan akan didistribusikan kepada peserta program. Susu dianggap sebagai salah satu asupan penting guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan generasi muda.

Nyoto menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan dalam jumlah besar ini memerlukan dukungan lintas sektor. Kerja sama dengan petani, peternak, hingga pelaku distribusi pangan harus berjalan efektif agar program tidak terhambat.

Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot juga diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi. Tim tersebut berperan dalam memastikan suplai pangan bergizi tiba tepat waktu di lokasi penerima manfaat, termasuk wilayah dengan akses terbatas.

Pemerintah melihat program MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat. Pasalnya, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar akan mendorong produksi pertanian, peternakan, dan perikanan di dalam negeri.

“Kalau pasokan ini bisa dipenuhi dari produksi nasional, maka selain memastikan kecukupan gizi, kita juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak,” ujar Nyoto.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa sistem distribusi harus benar-benar siap. Mengingat skala kebutuhan yang mencapai puluhan ribu ton per hari, potensi kendala logistik sangat mungkin terjadi jika tidak dikelola dengan baik.

Pemerintah berkomitmen memperkuat rantai pasok MBG melalui koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Setiap daerah didorong memaksimalkan potensi pangan lokal untuk mendukung program ini.

Dengan demikian, selain memperlancar distribusi, juga mengurangi ketergantungan terhadap suplai dari luar daerah yang rentan menghambat ketepatan waktu pengiriman.

Program MBG dinilai sebagai salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Asupan gizi yang memadai akan mendukung kesehatan anak-anak, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha pangan. Tanpa dukungan penuh dari seluruh pihak, pemenuhan kebutuhan pangan dalam skala sebesar ini sulit terwujud.

Program MBG membutuhkan suplai pangan yang sangat besar, mencakup beras, daging, sayur, buah, telur, dan susu.

Pemenuhan kebutuhan tersebut tidak hanya soal gizi, tetapi juga menyangkut kesiapan logistik nasional.

Distribusi yang efektif akan menentukan keberhasilan program menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.

Program ini juga berpotensi mendorong produksi pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Dengan koordinasi yang solid, MBG bisa menjadi langkah strategis dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BerasdagingMBGsayursusutelur
Post Sebelumnya

10 Kuliner Terbaik dan Murah di Bekasi

Post Selanjutnya

Panen Raya Tekan Harga Gabah di Lebak

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Panen Raya Tekan Harga Gabah di Lebak

Panen Raya Tekan Harga Gabah di Lebak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.