Jakarta , EKOIN – CO – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Irjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Senin (25/8/2025). Penunjukan jenderal bintang dua ini menandai babak baru dalam strategi nasional memberantas narkoba, yang selama ini kerap dianggap “jalan di tempat”.
Suyudi bukan nama sembarangan di tubuh Polri. Lulusan Akpol 1994 ini dikenal sebagai sosok “polisi lapangan” dengan rekam jejak panjang di dunia reserse. Kariernya menanjak dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017), Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2019), hingga menduduki kursi strategis di Bareskrim. Ia kemudian dipercaya sebagai Wakapolda Metro Jaya (2023) dan terakhir menjabat Kapolda Banten (2024).
Dengan reputasi keras terhadap kejahatan jalanan, publik kini menaruh harapan agar “insting reserse” Suyudi mampu memutus urat nadi sindikat narkoba, yang bukan hanya bermain di jalanan, tapi juga menembus balik jeruji dan bahkan bersinggungan dengan aparat.
Pelantikan Suyudi tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat tinggi utama di lingkungan BNN.
Selain Suyudi, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat strategis lain, di antaranya:
Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Darwin Trisna Jawaitana sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Suhajar Diantoro sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Brian Yuliarto sebagai Kepala Badan Industri Mineral.
Eddy Hartono sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Meski kepemimpinan baru memberi harapan, perang melawan narkoba jauh dari kata mudah. Kartel narkotika kian terstruktur, jaringan internasional makin agresif, sementara penegakan hukum acap kali terhambat oleh kebocoran aparat sendiri.
“Perang melawan narkoba tidak boleh lagi jadi jargon. Publik ingin bukti nyata,” ujar seorang pengamat kepolisian.
Kini sorotan tertuju pada langkah pertama Irjen Suyudi di kursi panas Kepala BNN. Apakah ia akan menghadirkan gebrakan nyata sesuai harapan Presiden Prabowo—yang ingin perang narkoba dijalankan lebih agresif—atau justru terjebak pada pola lama yang hanya ramai di awal lalu meredup?
Satu hal pasti: perang narkoba bukan lagi pilihan, tapi harga mati.





