EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Indonesia Rugi Rp9 Triliun Akibat PMK, Kementan Sebut Kasus Melonjak Lagi

Indonesia Rugi Rp9 Triliun Akibat PMK, Kementan Sebut Kasus Melonjak Lagi

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak telah menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi Indonesia, dengan total kerugian mencapai Rp9 triliun pada tahun 2022. Meskipun wabah sempat mereda, kasusnya kembali meningkat pada akhir 2024. Untuk mengendalikan penyebarannya, Kementerian Pertanian (Kementan) telah meluncurkan program vaksinasi dua tahap pada tahun 2025.

Ray oleh Ray
26 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, NASIONAL, UMKM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan kerugian besar akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, dengan total mencapai Rp9 triliun pada awal 2022. Wabah ini menyebabkan dampak signifikan, meskipun tidak mencapai level pandemi seperti Covid-19. Upaya penanganan pun terus digencarkan untuk menekan penyebarannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, di sela-sela acara Strategi Nasional Pengendalian PMK, Selasa (26/8/2025). Menurutnya, kerugian itu timbul akibat sejumlah faktor. “Pada 2022 lalu, kerugiannya cukup besar ya, kalau perhitungan kita hampir sekitar Rp9 triliun. Ini akibat penurunan produktivitas, kemudian juga ada yang mati dipotong paksa dan sebagainya,” terang Agung.

Meskipun sempat mereda, wabah PMK kembali meningkat pada akhir 2024 akibat adanya pola musiman dan pancaroba. Untuk mengatasi lonjakan ini, Kementan segera mengambil langkah proaktif. Sejumlah upaya telah dijalankan sejak awal 2025, termasuk program vaksinasi yang terbagi dalam dua tahap.

Tahap pertama dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2025 dengan mengalokasikan 2,1 juta dosis vaksin. Sementara itu, tahap kedua kini sedang berlangsung, dimulai pada Juli hingga September 2025, dengan target penyaluran 1,9 juta dosis. Melalui program vaksinasi ini, Kementan berharap beberapa daerah dapat mencapai nol kasus (zero case) PMK.

Agung menambahkan bahwa saat ini, dua provinsi telah berhasil mencapai target tersebut, yaitu Bali dan Jawa Barat. “Ini yang terus kita upayakan dan kata kuncinya adalah di samping penerapan biosekuriti, kemudian juga vaksinasi adalah kesadaran seluruh pemangku kepentingan bukan hanya peternak terutama para pedagang yang biasanya mau lintaskan sapi-sapi atau ternak yang rentan terhadap PMK ini,” jelasnya.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Berdasarkan data Kementan per 24 Agustus 2025, kasus PMK masih menyebar di tujuh provinsi, dengan total 593 ekor hewan ternak yang terdampak. Provinsi Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 323 ekor, diikuti oleh Jawa Tengah (110 ekor), Jawa Timur (109 ekor), Jawa Barat (21 ekor), Sulawesi Barat (15 ekor), Sumatera Barat (15 ekor), dan Yogyakarta (5 ekor).

Tags: Agung Sugandabiosekuritihewan ternakKementanKementerian Pertaniankerugian ekonomiPenyakit Mulut dan KukupeternakanPMKvaksinasizero case
Post Sebelumnya

Investor Asing Dorong Net Inflow Masuk Bursa Indonesia

Post Selanjutnya

Bali Annual Telkom International Conference (Batic) 2025: Dari 300 Peserta, Kini Tembus 1.800

Ray

Ray

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Bali Annual Telkom International Conference (Batic) 2025: Dari 300 Peserta, Kini Tembus 1.800

Bali Annual Telkom International Conference (Batic) 2025: Dari 300 Peserta, Kini Tembus 1.800

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.