Jakarta, – EKOIN – CO – Industri film tanah air kembali kedatangan warna baru lewat karya horor-drama berjudul “Listrik Ilmu Pemikat”, produksi Prama Gatra Film bekerja sama dengan Rumah Semut Film. Film ini terinspirasi dari riset budaya mistis di Banyuwangi, dengan sentuhan drama keluarga dan pesan moral tentang iman serta bahaya penyalahgunaan ilmu hitam.
Dalam konferensi pers, produser mengungkapkan bahwa ide cerita lahir setelah melihat film pendek karya sineas Banyuwangi bernama Satria. “Ketika melihat potongan film lima menit, saya langsung merasa kisah ini harus digarap lebih luas. Bukan hanya horor menakutkan, tapi ada nilai psikologis, keluarga, hingga kritik sosial di dalamnya,” ujarnya.
Angkat Fenomena Mistis dan Ulama Gadungan
Sutradara menjelaskan, film ini mencoba tampil berbeda dari horor Indonesia kebanyakan. Inspirasi sebagian juga datang dari film Korea The Wailing, yang menekankan horor psikologis dan religius. “Kami ingin menyampaikan bahwa fenomena mistis seperti ilmu pemikat atau praktik menyimpang masih ada di masyarakat. Bahkan kadang dilakukan oleh orang yang menyamar sebagai ulama,” jelasnya.
Selain menghadirkan kengerian, film ini juga menampilkan sisi emosional berupa perjuangan keluarga dan nilai iman sebagai benteng menghadapi pengaruh buruk.
Dibintangi Artis Muda Pendatang Baru
“Listrik Ilmu Pemikat” dibintangi deretan aktor dan aktris muda pendatang baru, antara lain Meisya Amira, Yatti Surahman, Donni Damara, Karina Icha, Fanita Posuma, Akbar Nasdar, Teguh Ryder, Mak Temu Misti, Yons DD, Piter Ell, Iman Sopian, Thoce Weraso Kuncoro, Alam Konawe, dan Dwi Ikawati.
Para pemain mengaku banyak belajar selama proses produksi, termasuk mendalami bahasa Osing khas Banyuwangi, memerankan tokoh dengan totalitas, hingga mengalami pengalaman mistis di lokasi syuting. Salah satu pemain, Amelia, bahkan harus memerankan perempuan hamil sehingga mendalami ekspresi dan gerak-gerik khusus. Sementara Karina Icha bercerita bahwa ia sering merasa tubuhnya berat dan kehilangan barang pribadi saat syuting, yang disebut warga setempat sebagai “ketempelan”.
Syuting Penuh Tantangan
Proses pengambilan gambar di Banyuwangi juga penuh cerita unik. Hujan deras yang hanya turun di area lokasi, ritual adat sebelum syuting, hingga perasaan aneh yang dialami pemain menjadi warna tersendiri. “Ada satu hari kami tidak bisa masuk lokasi sebelum melakukan ritual penghormatan kepada tuan rumah setempat. Itu pengalaman yang tidak biasa bagi kami,” ujar salah satu kru.
Siap Tayang 11 September 2025
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop nasional pada 11 September 2025. Para pembuat film berharap karya ini bisa menghadirkan hiburan sekaligus menjadi refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga iman serta menghargai budaya lokal.
“Listrik Ilmu Pemikat bukan sekadar horor, tapi karya budaya yang memperlihatkan bahwa tradisi dan fenomena mistis masih hidup di tengah masyarakat kita. Kami berharap penonton bisa menikmati sekaligus mengambil pelajaran dari film ini,” pungkas sutradara.





