Teheran, EKOIN.CO – Jet tempur menjadi simbol kemandirian Iran di tengah embargo panjang. Salah satunya adalah Saeqeh, pesawat hasil rekayasa balik dari F-5 Amerika Serikat yang menjadi bukti ketekunan para insinyur Iran. Sejak diproduksi awal 2000-an, jet ini menjadi ikon upaya swasembada pertahanan udara negeri tersebut.
Gabung WA Channel EKOIN untuk update berita terbaru.
Awalnya, Iran memperoleh ratusan jet tempur langsung dari Amerika Serikat pada masa pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Data menunjukkan, sebanyak 352 unit F-5 berbagai varian diborong, ditambah armada F-4 Phantom dan F-14 Tomcat. Namun, Revolusi Iran 1979 mengubah segalanya. Hubungan diplomatik putus, dan akses terhadap suku cadang serta dukungan teknis ikut hilang.
Saeqeh lahir dari rekayasa balik
Kondisi itu mendorong Angkatan Udara Iran mencari solusi agar armada tak berhenti terbang. Para teknisi dan insinyur mengandalkan metode reverse engineering atau rekayasa balik, yakni membongkar teknologi untuk dipahami lalu direplikasi. Dari proses inilah jet tempur Saeqeh lahir.
Pesawat yang diproduksi Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company (HESA) ini pertama kali terbang pada 2004. Tiga tahun kemudian, pada 23 September 2007, publik diperlihatkan tiga varian berbeda: Saeqeh, Azarakhsh, dan Tazarv. Presiden Mahmoud Ahmadinejad saat itu hadir langsung menyaksikan momen penting tersebut.
Seorang insinyur senior yang terlibat menjelaskan, kemampuan Iran dalam memahami aerodinamika dan struktur pesawat menjadi kunci sukses pengembangan Saeqeh. “Pada dasarnya kami memahami aerodinamika dan struktur pesawat, dan industri kami mampu membuat bagian-bagian yang dibutuhkan untuk mengembangkan desain modifikasi F-5 ini,” ujarnya.
Menurutnya, F-5 tidak menggunakan material komposit serumit pesawat modern, sehingga modifikasi lebih mudah dilakukan. Dari segi mesin pun Iran tidak mengalami kendala berarti karena masih memiliki banyak stok J-85 dari F-5, serta akses ke sumber lain di dunia untuk komponen pendukung.
Ketekunan Iran wujudkan kemandirian
Keberhasilan melahirkan Saeqeh memperlihatkan bahwa keterbatasan bisa diatasi dengan ketekunan. Selama lebih dari dua dekade, Iran terus memperkuat industri pertahanan dalam negeri meski terisolasi dari pasokan luar negeri. Jet ini menjadi simbol kemampuan lokal dalam menjaga kesiapan militer.
Upaya tersebut bukan hanya sekadar mempertahankan armada, melainkan juga memperluas kemampuan teknologi penerbangan Iran. Produksi dan uji coba Saeqeh memberi pengalaman penting bagi insinyur muda dalam menguasai teknik rekayasa tingkat lanjut.
Hingga kini, Saeqeh tetap disebut sebagai hasil nyata ketekunan dan strategi Iran dalam menghadapi embargo. Meski dibanding jet modern masih terbatas, kehadirannya menjadi titik awal swasembada industri pertahanan Iran yang terus dikembangkan.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





