EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Google Terapkan Verifikasi Pengembang Aplikasi untuk Perangi Malware di Indonesia

Google Terapkan Verifikasi Pengembang Aplikasi untuk Perangi Malware di Indonesia

Google mengambil tindakan tegas untuk memerangi penyebaran malware melalui aplikasi yang tidak diunduh dari toko resminya. Mereka menerapkan kebijakan verifikasi identitas bagi semua pengembang aplikasi Android, tanpa memandang dari mana aplikasi itu didapat. Kebijakan ini, yang akan berlaku di Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand mulai September 2026, bertujuan untuk menambah lapisan akuntabilitas dalam ekosistem Android dan menyulitkan para pelaku kejahatan siber untuk tetap anonim.

Ray oleh Ray
27 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Para pengguna perangkat Android di Indonesia kini bisa bernapas lebih lega. Hal ini menyusul respons yang dilontarkan Google terkait banyaknya kasus penyebaran malware melalui aplikasi yang tidak diunduh dari toko resmi, seperti yang dilaporkan dari berbagai sumber. Untuk mengatasi masalah keamanan ini, Google mengumumkan adanya persyaratan baru yang mewajibkan verifikasi identitas bagi para pengembang aplikasi.

Seperti yang banyak diketahui, sebagian pengguna Android memilih mengunduh aplikasi dari situs web atau sumber lain di luar Google Play Store. Mekanisme yang dikenal dengan istilah sideloading ini kerap dipilih karena ada beberapa aplikasi yang tidak tersedia di toko resmi, seringkali karena para pengembangnya enggan mengikuti syarat verifikasi yang ketat dari Google. Namun, celah inilah yang sering dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Mereka menyusupkan malware pada aplikasi ilegal yang lalu didistribusikan melalui mekanisme sideloading. Upaya ini menjadi lebih mudah dibandingkan menembus sistem keamanan ketat di Google Play Store.

Menanggapi tantangan tersebut, Google mengambil langkah strategis dengan menerapkan ‘persyaratan verifikasi pengembang’ untuk semua aplikasi yang diinstal pada perangkat Android. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh aplikasi, baik yang didapatkan dari toko resmi maupun sumber luar. Dikutip dari AndroidAuthority pada Selasa, 26 Agustus 2025, Google menegaskan keinginannya untuk memverifikasi identitas semua pengembang yang mendistribusikan aplikasi di Android. Kebijakan ini akan diterapkan meskipun aplikasi tersebut tidak tersedia di Google Play Store.

Langkah ini, menurut Google, merupakan sebuah lapisan akuntabilitas krusial bagi ekosistem Android. Selain itu, kebijakan ini dirancang khusus untuk melindungi pengguna dari ancaman malware dan berbagai penipuan keuangan yang kian marak.

Penerapan kebijakan ini akan dimulai secara bertahap, dengan peluncuran massal yang dijadwalkan pada September 2026. Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand akan menjadi negara pertama yang menerapkannya. Pilihan ini tidak lepas dari kenyataan bahwa wilayah-wilayah tersebut sangat terdampak oleh penipuan aplikasi palsu yang kerap dilakukan oleh para pelaku kejahatan siber berulang. Selanjutnya, peluncuran global direncanakan akan berlanjut hingga tahun 2027.

Berita Menarik Pilihan

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

Google hanya akan melakukan verifikasi identitas pengembang, tidak termasuk isi atau asal aplikasi mereka. Meskipun begitu, perlu dicatat bahwa Google Play Protect, layanan pemindaian malware yang terintegrasi, telah memindai semua aplikasi yang terinstal, tanpa memandang dari mana asalnya. Oleh karena itu, menurut AndroidAuthority, persyaratan baru ini memang tidak sepenuhnya mencegah aplikasi berbahaya untuk menjangkau pengguna. Namun, yang terpenting, langkah ini akan mempersulit para pengembang jahat untuk tetap anonim.

Google menyamakan persyaratan baru ini dengan pemeriksaan identitas yang dilakukan di bandara. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memverifikasi identitas seorang pelancong, bukan untuk memastikan apakah mereka membawa sesuatu yang berbahaya.

Proses verifikasi ini akan dilakukan melalui Konsol Pengembang Android yang sedang dikembangkan oleh Google. Konsol ini sebanding dengan Konsol Google Play yang sudah ada. Google menyatakan konsol baru ini akan menawarkan proses verifikasi yang jauh lebih sederhana dan efisien.

Penerapan persyaratan baru ini akan melalui beberapa tahapan. Tahap awal, yang disebut program akses dini, akan dibuka pada Oktober 2025. Pada tahap ini, pengembang dapat berpartisipasi dalam diskusi, menerima dukungan prioritas, serta memberikan masukan. Kemudian, pada Maret 2025, program akan dibuka untuk semua pengembang. Puncak implementasinya terjadi pada September 2026, ketika program mulai diberlakukan secara ketat untuk pengguna di Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Dengan demikian, setiap aplikasi yang diinstal oleh pengguna di keempat negara tersebut harus berasal dari pengembang yang sudah terverifikasi.

Tags: AndroidAndroidAuthorityaplikasiBrasildeveloperGoogleGoogle Play ProtectGoogle Play StoreindonesiakeamananmalwaresideloadingSingapuraThailandverifikasi
Post Sebelumnya

278 Saham Indonesia Masuk Indeks MSCI, IHSG Menguat

Post Selanjutnya

Cincin Saturnus Tampak Lenyap, Astronom Memanfaatkan Momen Langka Ini

Ray

Ray

Berita Terkait

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Penyerang Persik, Adrian Luna menjadi tumpuan saat menjalani tiga laga kandang. (iG Persik)

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Persik dijadwalkan menjalani tiga laga kandang beruntun di Stadion Brawijaya, masing-masing menghadapi Dewa United (7 Februari), PSIM Yogyakarta (13 Februari),...

Anthony Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu Indonesia saat mengalahkan Malaysia dalam kejuaraan beregu di Tiongkok (IG PBSI)

Pupus Sudah Harapan Malaysia, Ginting Pastikan Tetangga Tak Berkutik di Partai Penentu

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Pada gim kedua, Kong tampil lebih agresif dan memimpin sejak awal. Ginting tertinggal di interval dan harus mengakui keunggulan lawannya...

Seorang petugas sedang menyiapkan teleskop untuk pemantauan hilal.

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Thomas Djamaluddin: Jatuh 19 Februari 2026

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Thomas menilai perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam praktik penentuan kalender hijriah, mengingat setiap lembaga memiliki pendekatan ilmiah dan...

Post Selanjutnya
Cincin Saturnus Tampak Lenyap, Astronom Memanfaatkan Momen Langka Ini

Cincin Saturnus Tampak Lenyap, Astronom Memanfaatkan Momen Langka Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.