EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Ade Ary: 120 Pelajar Cegah Ikut Demo Buruh

Ade Ary: 120 Pelajar Cegah Ikut Demo Buruh

Polisi mengamankan 120 pelajar yang hendak ikut aksi buruh di Gedung DPR RI. Said Iqbal menegaskan aksi buruh bertujuan memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

Irvan oleh Irvan
28 Agustus 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Polisi menghalau sekitar 120 pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi unjuk rasa buruh di Gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025). Para pelajar tersebut diamankan dari berbagai wilayah di Jabodetabek dan sekitarnya untuk mencegah mereka bergabung dalam aksi yang dipusatkan di Senayan.

 

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam menyampaikan, para pelajar diamankan oleh polres di sejumlah titik. “Ada 120 pelajar yang disekat, dicegah. Kenapa dicegah? Karena mereka mau bergerak ke sini, ke Gedung DPR RI untuk ikut berunjuk rasa,” ujarnya kepada wartawan, Kamis.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

 

Ade Ary menjelaskan, Polres Kabupaten Bekasi mengamankan 48 pelajar yang berasal dari Bekasi, Indramayu, dan Cirebon. Sementara itu, Polres Metro Kota Bekasi mencegah 29 pelajar dari wilayah Cirebon dan Purwakarta yang hendak menuju Jakarta.

 

Selain itu, Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 11 pelajar asal Serang, Banten. Dari Depok, Polres Metro Depok mencegah tujuh pelajar yang hendak berangkat ke Senayan. Sementara Polres Metro Jakarta Pusat menghentikan perjalanan 25 pelajar dari Indramayu dan Cianjur.

 

“Itu laporan terakhir pukul 8.30 WIB ya, bayangkan jam berapa mereka berangkat dari rumahnya masing-masing,” ujar Ade Ary. Menurutnya, sebagian besar pelajar diamankan saat berada di pinggir jalan ketika polisi melakukan patroli pengawasan.

 

Polisi Cegah Pelajar Gabung Aksi

Hasil pendalaman sementara menunjukkan, para pelajar mendapat informasi mengenai aksi buruh dari media sosial. Mereka lantas berinisiatif untuk ikut bergerak ke Jakarta. “Mereka ini kan berseragam, anak sekolah, harusnya mereka belajar di sekolah dong. Apalagi ini jam pelajaran,” tegas Ade.

 

Pihak kepolisian masih menelusuri lebih lanjut apakah ada di antara pelajar yang membawa benda berbahaya saat hendak bergabung dengan massa buruh. Hingga siang hari, aparat masih melakukan penyisiran untuk memastikan lebih banyak pelajar tidak terlibat dalam unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.

 

Selain menjaga ketertiban, langkah pengamanan ini juga dimaksudkan agar unjuk rasa tetap berjalan sesuai koridor hukum. Polisi memastikan massa aksi hanya terdiri dari kelompok buruh yang memang memiliki agenda penyampaian aspirasi.

 

Aksi Buruh Bertajuk HOSTUM

Sementara itu, sejumlah elemen buruh tetap menggelar aksi di depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan. Demonstrasi bertajuk HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) diikuti ribuan buruh dari berbagai wilayah, termasuk Karawang, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang.

 

Presiden Partai Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari perjuangan buruh untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja. “Aksi ini murni perjuangan buruh agar pemerintah berpihak kepada rakyat pekerja,” katanya dalam keterangan pers.

 

Dalam aksinya, buruh menyampaikan enam tuntutan utama. Pertama, menghapus sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja. Kedua, menolak kebijakan upah murah yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak.

 

Ketiga, buruh mendesak kenaikan upah minimum tahun 2026 sebesar 8,5 hingga 10,5 persen. Tuntutan ini disuarakan agar daya beli buruh tetap terjaga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

 

Keempat, buruh meminta pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 terkait aturan outsourcing. Kelima, pemerintah diminta menghentikan gelombang pemutusan hubungan kerja dengan membentuk satuan tugas khusus.

 

Tuntutan terakhir adalah reformasi pajak. Para buruh meminta adanya kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp 4,5 juta menjadi Rp 7,5 juta per bulan agar beban pajak tidak terlalu memberatkan pekerja berpenghasilan rendah.

 

Sejumlah aparat keamanan telah dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi di sekitar Gedung DPR dan Istana. Polisi memastikan pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif agar aksi berlangsung damai.

 

Di sisi lain, para buruh menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk provokasi yang bisa menimbulkan kericuhan. Mereka berharap tuntutan yang disampaikan mendapat perhatian serius dari pemerintah dan parlemen.

 

Aksi ini juga menjadi momentum konsolidasi serikat pekerja dari berbagai daerah. Kehadiran buruh dari luar Jakarta menunjukkan adanya solidaritas nasional dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

 

Dengan banyaknya massa yang berkumpul, kepolisian tetap melakukan koordinasi intensif agar arus lalu lintas di sekitar Senayan tidak lumpuh total. Sejumlah jalur alternatif juga disiapkan untuk mengurangi kemacetan.

Tags: aksi buruh DPRKSPIpelajar ikut demo buruhpolisi cegah pelajarSaid Iqbaltuntutan buruh
Post Sebelumnya

Kasus Korupsi Plaza Klaten dengan Kerugian Rp6,88 Miliar, Sekda Aktif dan Mantan Ditahan

Post Selanjutnya

Buruh Gelar Aksi, Pegawai DPR Diminta Bekerja dari Rumah

Irvan

Irvan

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Post Selanjutnya
Buruh Gelar Aksi, Pegawai DPR Diminta Bekerja dari Rumah

Buruh Gelar Aksi, Pegawai DPR Diminta Bekerja dari Rumah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.