EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
BSI Catat Pembiayaan Konsumer Rp287 Triliun

Sumber dok bankbsi.co.id

BSI Catat Pembiayaan Konsumer Rp287 Triliun

BSI mencatat pembiayaan Rp287,20 triliun tumbuh 16,21% YoY. Sebesar 54,56% berasal dari segmen konsumer dengan cicilan tetap.

Agus DJ oleh Agus DJ
29 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Tren pembiayaan konsumer Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang kuartal I 2025. Skema cicilan tetap menjadi daya tarik utama nasabah yang memilih layanan pembiayaan syariah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Hingga Maret 2025, BSI mencatatkan pembiayaan sebesar Rp287,20 triliun atau tumbuh 16,21% year on year (YoY). Pertumbuhan ini diikuti dengan kualitas pembiayaan yang baik, terbukti dari rasio NPF gross yang terjaga di level 1,88%. Pencapaian tersebut memperlihatkan keberhasilan BSI menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko.

Baca juga : BSI Jadi Motor Transformasi Ekonomi Syariah Indonesia

Sebesar 54,56% dari total pembiayaan tersebut berasal dari segmen konsumer. Produk pembiayaan yang mendominasi antara lain pembiayaan kepemilikan rumah (griya), kendaraan bermotor, payroll bagi pegawai negeri maupun swasta, pembiayaan pensiunan, serta cicil dan gadai emas.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengungkapkan bahwa peningkatan pembiayaan konsumer sejalan dengan strategi perusahaan yang telah ditetapkan sejak awal merger. “Pada awal merger, komposisi pembiayaan di segmen konsumer sekitar 52,32%. Strategi ini tepat karena BSI dapat menjaga kualitas serta profitabilitas yang tetap positif dalam kondisi ekonomi yang cukup menantang,” jelasnya.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Konsisten di Tengah Tantangan Ekonomi

Wisnu menjelaskan bahwa pembiayaan di bank syariah memiliki karakter unik. Setiap pembiayaan selalu didasari underlying asset dan akad syariah, seperti murabahah, dengan skema cicilan tetap. Menurutnya, hal ini memberikan rasa nyaman bagi nasabah. “Karena akad syariah dan skema cicilan bersifat tetap, nasabah jadi lebih tenang,” ujarnya.

Kenyamanan semakin terasa bagi nasabah pembiayaan rumah dan payroll yang berjangka panjang. Ketika suku bunga bank konvensional naik, cicilan di bank syariah tetap sama hingga akhir tenor. “Kepastian angsuran serta pilihan jangka waktu variatif memberi kenyamanan nasabah dalam mengatur cashflow keuangan,” lanjut Wisnu.

Penerapan skema tersebut menjadikan pembiayaan konsumer BSI tetap tumbuh meski tekanan ekonomi meningkat. Hingga kuartal I 2025, pembiayaan bank syariah tercatat tumbuh 16–17%, memperlihatkan ketahanan sektor keuangan syariah dalam kondisi pasar yang dinamis.

Optimisme BSI juga ditopang oleh meningkatnya preferensi masyarakat terhadap keuangan syariah. Survei tahun 2024 menunjukkan adanya peningkatan kelompok Universalis, yakni masyarakat yang memilih bank syariah jika fasilitas setara dengan bank konvensional, dari 25,6% menjadi 30%. Kelompok Konformis, yang hanya memilih layanan bank syariah, juga naik menjadi 29,1% dari semula 20,6%.

Dengan demikian, populasi masyarakat yang memiliki preferensi syariah telah mencapai 59,1%. BSI melihat ini sebagai potensi besar untuk memperluas penetrasi pasar.

Inovasi Produk dan Margin Kompetitif

Meski faktor syariah menjadi pertimbangan penting, BSI menyadari bahwa margin kompetitif juga menentukan keputusan nasabah. Oleh karena itu, bank menghadirkan berbagai program promo dengan margin bersaing agar lebih menarik.

Wisnu menegaskan, “Saat ini perseroan terus mendorong instrumen keuangan syariah sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Kami melakukan penetrasi dan inovasi di seluruh segmen pembiayaan agar bisa menjangkau pasar lebih luas.”

Untuk meningkatkan kenyamanan, BSI menghadirkan superapps BYOND by BSI yang memberikan akses pembiayaan lebih mudah. Aplikasi ini dirancang sebagai one stop solution bagi nasabah payroll dengan tarif pembiayaan yang kompetitif.

Selain itu, BSI juga memperkuat segmen UMKM melalui KUR Syariah dengan promo menarik. Di sisi lain, leverage dari segmen ritel, konsumer, wholesale, dan korporasi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan berkelanjutan.

BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara seimbang dari sisi pendanaan maupun pembiayaan. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa sistem syariah dengan akad pasti dan cicilan tetap mampu memberikan stabilitas dalam pengelolaan keuangan masyarakat.

Pertumbuhan yang konsisten juga menunjukkan bahwa bank syariah semakin diterima sebagai alternatif yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Faktor transparansi dan kepastian angsuran dinilai menjadi alasan utama nasabah beralih ke produk syariah.

Ke depan, BSI akan terus meningkatkan inovasi digital, memperkuat penetrasi pasar, dan menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat. Dengan demikian, bank dapat terus berkontribusi bagi perekonomian nasional.

BSI menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di segmen konsumer, ritel, dan korporasi dengan tetap mengedepankan prinsip syariah yang kuat. Strategi ini diyakini mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Pada akhirnya, peningkatan preferensi masyarakat terhadap keuangan syariah menjadi peluang besar. BSI menilai, keberhasilan ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam menghadapi persaingan perbankan yang ketat, BSI akan terus mengedepankan inovasi, efisiensi, dan pelayanan prima. Fokus pada nasabah serta menjaga kualitas pembiayaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

Dengan strategi yang terukur, BSI percaya diri dapat mempertahankan pertumbuhan positif. Bank syariah dipandang tidak hanya sebagai alternatif, melainkan sebagai pilihan utama bagi masyarakat dalam mengatur keuangan.

Peningkatan pembiayaan konsumer BSI di kuartal I 2025 membuktikan bahwa bank syariah memiliki daya tahan dan daya saing tinggi. Hal ini memperlihatkan prospek cerah bagi industri perbankan syariah ke depan.

Keberhasilan BSI menjaga kualitas pembiayaan dan memperluas jangkauan pasar menjadi bukti bahwa keuangan syariah semakin diminati. Dengan margin kompetitif dan inovasi digital, BSI siap menjawab tantangan industri perbankan di masa depan.

Pada akhirnya, tren pembiayaan konsumer di BSI dapat menjadi katalis bagi penguatan ekonomi syariah nasional. Stabilitas, kepastian, dan kenyamanan yang ditawarkan diharapkan semakin memperkuat posisi bank syariah di Indonesia.

Sebagai penutup, strategi BSI menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas menjadi contoh pengelolaan yang efektif di sektor perbankan. Upaya ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BSI diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui produk pembiayaan syariah yang adaptif dan inovatif. Dengan langkah tersebut, ekonomi syariah akan semakin berkembang dan memberikan manfaat luas.

Keberhasilan mempertahankan tren positif juga memperlihatkan pentingnya inovasi digital dalam layanan perbankan. Akses mudah dan kepastian angsuran menjadi nilai tambah yang dibutuhkan nasabah saat ini.

Dengan fokus pada kebutuhan nasabah, strategi inovasi, serta kualitas pembiayaan yang terjaga, BSI diyakini mampu menjaga tren pertumbuhan di masa depan. Peran bank syariah akan semakin vital dalam menopang ekonomi nasional.

BSI akan terus menghadirkan layanan berbasis syariah yang kompetitif dan inovatif. Pencapaian ini diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat untuk beralih ke layanan keuangan syariah.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: bank syariahBSIcicilan tetapekonomi syariahpembiayaan konsumerpertumbuhan pembiayaan
Post Sebelumnya

BSI Perkuat Ekosistem Syariah dan Investasi Emas Digital

Post Selanjutnya

Literasi Keuangan Syariah BSI Tembus Jutaan Pelajar

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Literasi Keuangan Syariah BSI Tembus Jutaan Pelajar

Literasi Keuangan Syariah BSI Tembus Jutaan Pelajar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.