Jakarta EKOIN.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan positif pada Maret 2025 seiring penurunan BI Rate yang memberikan dampak signifikan pada portofolio pembiayaan. Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan kebijakan moneter ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kinerja perseroan.
BSI sebagai bank syariah mayoritas menggunakan skema pembiayaan berbasis fixed rate. Dengan dukungan dana murah dan produk wadiah, kondisi tersebut memberikan potensi peningkatan Net Imbalan Margin (NIM) serta mendorong profitabilitas. Penurunan suku bunga juga membuka ruang bagi BSI untuk mengkaji margin pembiayaan agar lebih kompetitif di pasar.
Kinerja Positif dan Dukungan Kebijakan
Pada Maret 2025, aset BSI meningkat 12% secara tahunan, pembiayaan tumbuh 16,21%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,40%. Angka ini memperlihatkan optimisme perseroan dalam memperluas peran perbankan syariah guna mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga : Community Run BNI ITB Dukung Ultra Marathon 2025
Wisnu menegaskan bahwa fokus utama BSI tetap pada bisnis dengan keunikan syariah, salah satunya ekosistem halal seperti layanan haji. Selain itu, perseroan juga memperkuat bisnis emas yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan. “Kami masih dapat mempertahankan pertumbuhan positif di tengah perubahan kebijakan moneter,” ujarnya.
Sejak penurunan BI Rate, BSI berkomitmen menyesuaikan produk agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bank syariah sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan di sektor pembiayaan dan penghimpunan dana.
Pertumbuhan Bullion Bank BSI
Bisnis bullion bank BSI, khususnya emas, berhasil menembus angka 1 ton setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Peningkatan minat masyarakat terhadap emas mendorong transaksi pembelian melalui BSI tumbuh signifikan.
Wisnu menyampaikan, “Emas masih menjadi investasi yang digemari masyarakat sejalan dengan sifatnya yang safe haven, mudah, dan tahan terhadap inflasi. Untuk itu, kami terus mendorong inovasi investasi emas melalui BSI Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, dan BSI Gold.”
Masyarakat kini mulai menerima investasi emas dalam bentuk digital melalui aplikasi BYOND. Wisnu menambahkan, “Memiliki emas secara digital lebih mudah disimpan dan ditransaksikan kapan saja sesuai kebutuhan. Lebih efektif dan efisien.”
Nasabah yang bertransaksi emas melalui BYOND mendapat sejumlah keuntungan. Fisik emas batangan 24 karat tersedia 100% dan tersimpan aman, biaya titip rendah, serta dapat dicetak mulai dari pecahan 2 gram. Fitur jual-beli emas real time, bebas biaya transfer, hingga zakat emas juga tersedia.
Sejalan dengan edukasi dan sosialisasi, saldo BSI Emas tumbuh 110% year-to-date hingga Juni 2025, dengan volume mencapai 1 ton. Dari sisi jumlah, transaksi pembelian emas melalui BYOND meningkat 191% pada periode yang sama.
BSI optimistis tren bisnis bullion akan terus meningkat. “Kami menjaga stok pemesan emas harian agar selalu tersedia sesuai permintaan nasabah,” ungkap Wisnu. Perseroan juga menempatkan layanan emas sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang.
Bullion bank kini masuk dalam rencana strategis nasional penguatan keuangan syariah, sejalan dengan program hilirisasi yang diamanatkan RPJPN dan Astacita pemerintah. Hal ini memperkuat posisi BSI sebagai motor penggerak ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Dengan langkah tersebut, BSI diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan syariah melalui layanan investasi emas. Potensi pertumbuhan yang besar menjadi peluang penting bagi perseroan dalam memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Peningkatan pembiayaan, DPK, dan portofolio emas menunjukkan strategi BSI tidak hanya fokus pada sektor tradisional, tetapi juga inovasi digital. Dengan demikian, bank dapat menjangkau lebih banyak nasabah sekaligus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Langkah BSI menjaga stabilitas pembiayaan dan memperkuat layanan emas digital menjadi kombinasi strategi yang saling melengkapi. Inovasi ini diyakini mampu memperluas basis nasabah, terutama generasi muda yang lebih terbiasa dengan layanan digital.
Ke depan, BSI akan terus melakukan diversifikasi layanan dengan tetap mengedepankan prinsip syariah. Dukungan pemerintah dalam penguatan keuangan syariah menjadi faktor penting yang akan menopang kinerja perseroan secara berkelanjutan.
Dengan posisi yang semakin kuat, BSI berkomitmen mendorong ekosistem halal dan investasi emas digital agar dapat berkontribusi lebih besar pada inklusi keuangan nasional. Fokus terhadap produk inovatif diyakini menjadi kunci menjaga daya saing di tengah perubahan dinamika pasar.
Melalui strategi berbasis keunikan syariah dan inovasi emas digital, BSI semakin mempertegas perannya sebagai lembaga keuangan syariah terbesar di Indonesia. Pertumbuhan yang konsisten juga membuktikan ketahanan bank menghadapi tantangan makroekonomi.
Masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan perbankan syariah, mulai dari pembiayaan hingga investasi emas. Kehadiran BSI diharapkan mampu mempercepat transformasi digital dan menjadikan keuangan syariah lebih inklusif.
Pada akhirnya, kebijakan moneter dan program hilirisasi emas menjadi momentum penting bagi BSI untuk terus tumbuh. Strategi jangka panjang ini akan mendukung pencapaian target pembangunan nasional berbasis ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Melihat capaian tersebut, BSI memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya sebagai bank syariah utama. Potensi peningkatan NIM, pertumbuhan aset, serta ekspansi bisnis emas digital akan menjadi pendorong utama kinerja.
Kesuksesan BSI menjaga kinerja positif di tengah perubahan kebijakan moneter dapat menjadi contoh bagi industri perbankan syariah nasional. Dukungan inovasi dan komitmen pada prinsip syariah menjadi modal kuat menghadapi persaingan global.
Dengan langkah konsisten, BSI berpotensi meningkatkan kontribusinya dalam sistem keuangan syariah sekaligus memperluas inklusi masyarakat. Transformasi digital dan penguatan bisnis emas akan terus menjadi fokus perseroan ke depan.
Sebagai kesimpulan, penguatan bisnis syariah dan emas digital BSI menunjukkan arah pertumbuhan yang berkelanjutan. Inovasi, stabilitas, dan inklusivitas menjadi kunci menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





