Bekasi EKOIN.CO – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin melakukan tinjauan langsung ke Stasiun Bekasi pada akhir Agustus 2025. Dalam kunjungannya, ia memeriksa operasional, fasilitas, serta menyapa pelanggan untuk mendengarkan masukan dan menampung aspirasi mereka. Fokus kunjungan ini adalah memastikan layanan transportasi modern di Stasiun Bekasi terus berkembang.
Langkah yang diambil Bobby menunjukkan komitmen KAI dalam menjadikan suara pelanggan sebagai dasar peningkatan layanan. Ia menegaskan bahwa setiap saran masyarakat akan dipertimbangkan sebagai pijakan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
“Stasiun Bekasi adalah salah satu contoh bagaimana integrasi layanan kereta api mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat. Dengan pertumbuhan signifikan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun, kami ingin memastikan setiap detail pelayanan mulai dari operasional hingga fasilitas publik benar-benar mampu menjawab kebutuhan pengguna transportasi modern,” ujar Bobby.
Bobby juga menekankan pentingnya nilai integritas, teamwork, akuntabilitas, dan responsibility. Menurutnya, prinsip ini tidak hanya sekadar slogan, tetapi harus diterapkan dalam keseharian seluruh Insan KAI.
“Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, tetapi harus dihidupkan dalam keseharian pekerjaan. Dengan begitu pelayanan dapat terus meningkat dan kepercayaan masyarakat kepada KAI semakin kuat,” tambahnya.
Pertumbuhan Penumpang di Stasiun Bekasi
Data mencatat peningkatan positif jumlah pelanggan kereta api jarak jauh (KA JJ) di Stasiun Bekasi. Pada 2023, jumlah pelanggan naik dari 854.811 orang menjadi 1.155.817 orang di 2024, atau meningkat 35,2%. Hingga semester I 2025, jumlah penumpang yang naik sudah mencapai 650.629 orang.
Untuk penumpang turun, angkanya juga menunjukkan pertumbuhan. Dari 922.127 orang pada 2023, meningkat menjadi 1.130.278 orang pada 2024 atau naik 22,6%. Pada semester I 2025, pelanggan turun tercatat 632.961 orang. Data ini menegaskan posisi Stasiun Bekasi sebagai salah satu pintu utama perjalanan jarak jauh di timur Jabodetabek.
Tidak hanya itu, peningkatan juga terlihat pada layanan Commuter Line Jabodetabek. Tahun 2023, volume pelanggan KRL di Stasiun Bekasi tercatat 9.426.792 orang. Angka itu naik menjadi 10.847.952 orang pada 2024, tumbuh 15,1%. Hingga 26 Agustus 2025, jumlah pengguna KRL sudah mencapai 7.299.901 orang.
Secara keseluruhan, pengguna Commuter Line lintas Cikarang yang melintasi Stasiun Bekasi juga terus meningkat. Dari 71.636.443 orang pada 2023, melonjak menjadi 84.426.385 orang di 2024, atau naik 17,9%. Pada Januari–Juli 2025, jumlahnya sudah mencapai 48.380.869 orang.
Pertumbuhan pesat ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan integrasi antara KA JJ dan Commuter Line di Bekasi.
Fasilitas Publik dan Integrasi Transportasi
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menegaskan bahwa keberadaan Stasiun Bekasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Banyak pelanggan kini tidak perlu lagi menuju Stasiun Gambir atau Pasar Senen, karena cukup berangkat dari Bekasi.
“Banyak pelanggan kereta api jarak jauh kini tidak perlu lagi menuju Gambir atau Pasar Senen, cukup berangkat dari Bekasi. Hal ini sangat membantu masyarakat urban yang tinggal di jalur Commuter Line Jabodetabek, maupun mereka yang ingin melanjutkan perjalanan ke Manggarai untuk menggunakan Commuter Line Basoetta melalui integrasi transportasi,” ujar Anne.
Anne menambahkan, fasilitas publik di Stasiun Bekasi terus ditingkatkan agar ramah bagi semua kalangan. Saat ini stasiun sudah dilengkapi musala, toilet terawat, eskalator, lift, serta akses ramah disabilitas.
Selain itu, tersedia juga ruang khusus bagi ibu menyusui. Menurut Anne, keberadaan fasilitas ini adalah bagian dari tekad KAI menghadirkan transportasi publik yang inklusif dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin pelanggan merasa nyaman sejak memasuki stasiun hingga perjalanan selesai. Inilah bagian dari tekad KAI menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif dan berkualitas,” tambahnya.
Kunjungan Direktur Utama KAI ke Stasiun Bekasi juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para pekerja yang setiap hari menjaga kelancaran operasional.
“Dedikasi Insan KAI di lapangan adalah kunci keandalan layanan. Pelayanan prima hanya bisa diwujudkan jika pekerja memiliki semangat melayani. Dukungan penuh dari manajemen tentu akan semakin memotivasi kami untuk menjaga standar kelas dunia,” tutup Anne.
Peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Bekasi memperlihatkan bahwa masyarakat semakin mempercayai layanan kereta api. Agar kepercayaan ini tetap terjaga, KAI perlu terus mendengarkan aspirasi pelanggan secara konsisten.
Langkah Direktur Utama KAI turun langsung ke lapangan menjadi simbol keseriusan dalam membangun transportasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan keterlibatan manajemen, setiap tantangan layanan bisa lebih cepat diatasi.
Integrasi layanan kereta jarak jauh dengan Commuter Line harus terus diperkuat. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran mobilitas urban di kawasan Jabodetabek yang kian padat.
Peningkatan fasilitas publik di Stasiun Bekasi juga harus berkelanjutan. Dengan fasilitas yang ramah disabilitas dan inklusif, semua kelompok masyarakat dapat merasakan manfaat transportasi publik.
Kehadiran Stasiun Bekasi sebagai simpul transportasi akan semakin strategis bila KAI mampu mempertahankan standar pelayanan prima, menjaga keandalan operasional, serta menjadikan suara pelanggan sebagai arah kebijakan utama. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





