Kediri – EKOIN.CO – Kerusuhan mewarnai malam 30 Agustus 2025 di Kediri, Jawa Timur. Demonstrasi yang berujung kekerasan menyebabkan Gedung DPRD Kota dan Kabupaten, Pemkab, serta Samsat hangus terbakar, disertai penjarahan yang merusak rasa aman masyarakat.
Kepolisian Resor Kediri mengamankan 123 orang sebagai tindak lanjut dari kerusuhan tersebut. Delapan dari mereka adalah pelajar SMP hingga siswa pesantren, menambah keprihatinan atas keterlibatan anak-anak dalam aksi destruktif.
Beberapa lokasi dihancurkan secara sistematis. Di DPRD Kota Kediri, massa melalap lobi gedung sekitar pukul 18.00 WIB, sementara DPRD Kabupaten, Pemkab, dan kantor Samsat tak luput dari api dan vandalisme.
Barang-barang elektronik dan perabotan seperti kulkas, AC, kursi, serta hiasan burung garuda dijarah massa hingga warisan bersejarah di Museum Bhagawanta Bari ikut hilang.
Situasi semakin mencekam ketika massa berkeliaran dengan sepeda motor berknalpot brong, menyalakan barikade dan water barrier, mewarnai kerusuhan hingga larut malam.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menegaskan bahwa para pelaku kerusuhan, termasuk anak-anak, akan diproses sesuai hukum. Ia juga mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya.
Upaya pemulihan keamanan telah dilakukan. Polres Kediri menggandeng Pemda dan Kodim, meningkatkan patroli, serta menggalang koordinasi lintas instansi demi mengembalikan ketertiban pasca kerusuhan.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyatakan kecewa atas peristiwa ini. Ia mengecam perusakan dan penjarahan, terutama terhadap koleksi museum yang menyimpan nilai sejarah.
Warga menyaksikan haru ketika artefak museum dijarah—simbol kebanggaan dan memori kolektif yang hilang dalam sekejap. Apel pemulihan budaya dan keamanan pun mendesak digelorakan.
Tercatat, kerusuhan Kediri menjadi bagian dari gelombang demonstrasi lain di beberapa daerah seperti Surabaya, Mataram, dan Malang, yang juga menelan korban kerusakan infrastruktur publik dan penjarahan masif.
Kediri pagi ini menatap luka. Kerusuhan Semalam meninggalkan pelajaran penting tentang pentingnya saluran aspirasi publik yang damai dan pengawasan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam kekerasan.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





