EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
BNI Percepat Penurunan Stunting di NTT dan Banten

Sumber dok bni.co.id

BNI Percepat Penurunan Stunting di NTT dan Banten

BNI meluncurkan program intervensi gizi di Nagekeo dan Banten. Program ini mendukung percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Agus DJ oleh Agus DJ
3 September 2025
Kategori EKOBIS, Ekonomi dan Bisnis, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Nagekeo EKOIN.CO – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmi meluncurkan program intervensi gizi dan kesehatan untuk mempercepat penurunan stunting di dua wilayah prioritas, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Provinsi Banten. Langkah ini berlangsung sepanjang 2024 hingga 2025 dan menjadi bukti komitmen nyata perusahaan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa dukungan BNI terhadap penurunan stunting merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sehat dan unggul. Ia menekankan bahwa program ini juga selaras dengan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs).

“Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs poin kedua, yaitu Zero Hunger,” ujar Okki dalam keterangan tertulis. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa BNI menempatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.

Fokus Penanganan Stunting di Nagekeo

Di Kabupaten Nagekeo, program difokuskan pada tiga intervensi penting. Pertama, penguatan kapasitas kader Dapur Sehat (DASHAT). Kedua, pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 90 hari bagi 50 anak stunting dan 25 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Ketiga, pembentukan Kebun Gizi yang ditanami berbagai sayuran.

Kegiatan utama dipusatkan di Kecamatan Mauponggo, khususnya di Desa Jawapogo dan Desa Mauponggo. Kedua desa ini masuk dalam prioritas pemerintah daerah karena tingginya angka stunting yang perlu segera diatasi dengan langkah nyata.

Berita Menarik Pilihan

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun 0,11 Persen, Orang Nganggur Sebanyak 7,35 Juta Orang

“Dua desa terpilih sebagai lokasi utama adalah Desa Jawapogo dan Desa Mauponggo, mengingat tingginya prevalensi stunting serta berbagai tantangan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut,” jelas Okki.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat lokal juga menjadi bagian dari program agar keberlanjutan dapat terjaga. Dengan adanya kebun gizi, warga memiliki akses langsung terhadap sayuran segar yang dapat meningkatkan pola makan keluarga.

Dukungan BNI untuk Banten

Secara paralel, BNI melaksanakan program serupa di Provinsi Banten. Dukungan yang diberikan lebih bervariasi, mencakup penyediaan bahan makanan bergizi untuk 200 penerima manfaat selama enam bulan. Selain itu, BNI juga melakukan perbaikan rumah tidak layak huni serta pembangunan fasilitas jamban demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Sinergi ini memperkuat efektivitas program, karena melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“BNI berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui intervensi gizi, perbaikan fasilitas, dan pemberdayaan, kami berharap mampu memberi kontribusi signifikan,” kata Okki.

Kolaborasi lintas sektor ini diyakini dapat menghasilkan dampak berkelanjutan. Perbaikan sarana dasar seperti rumah sehat dan sanitasi juga menjadi langkah penting dalam pencegahan stunting sejak dini.

Okki menambahkan, peran BNI dalam upaya percepatan penurunan stunting akan terus diperkuat. Langkah ini tidak hanya berorientasi pada jangka pendek, melainkan juga memberi manfaat jangka panjang.

“Dengan langkah ini, BNI berharap dapat turut mempercepat terwujudnya Indonesia yang bebas stunting di masa depan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas generasi penerus,” tutup Okki.

Melalui program tersebut, BNI ingin memastikan peningkatan gizi anak Indonesia sekaligus mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

Program intervensi gizi dan kesehatan yang digagas BNI memberikan kontribusi nyata terhadap agenda nasional dalam percepatan penurunan stunting. Pendekatan yang komprehensif, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga pembangunan fasilitas dasar, menjadi modal penting dalam menciptakan generasi sehat.

Kolaborasi lintas sektor yang dilakukan di Banten menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak mampu memperkuat hasil program. Dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, keberlanjutan langkah ini lebih terjamin.

Keberhasilan di Nagekeo diharapkan menjadi contoh positif bagi wilayah lain di Indonesia yang masih menghadapi tantangan serupa. Akses terhadap makanan bergizi dan fasilitas kesehatan menjadi kunci keberhasilan intervensi.

Saran ke depan, BNI dapat memperluas cakupan program ke lebih banyak wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Hal ini akan membantu mempercepat tercapainya target nasional penurunan stunting.

Dengan komitmen yang kuat dan strategi terukur, BNI berpeluang besar menjadi salah satu penggerak utama dalam upaya menghapus stunting di Indonesia. Program ini sekaligus memperlihatkan sinergi nyata dunia usaha dan pemerintah dalam membangun masa depan bangsa. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: BantenBNIintervensi giziNagekeoSDGsstunting
Post Sebelumnya

Gotong Royong Jaga Fasilitas Transportasi Umum, Menhub Dudy Apresiasi Pemda dan Masyarakat*

Post Selanjutnya

Pemecatan Kompol Kosmas Setelah Ojol Affan Tewas

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kena semprot Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam saat Rapat Kerja...

Ilustrasi Pengangguran (Ist)

BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun 0,11 Persen, Orang Nganggur Sebanyak 7,35 Juta Orang

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran tercatat menjadi 7,35 juta orang, berkurang sekitar 109.000 orang per...

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi bersama Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono, Pejabat Sementara Dirut Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, sejumlah pejabat dari OJK, BEI dan pengurus AEI

Dukungan Asosiasi Emiten Mantapkan OJK Percepat Reformasi Penguatan Pasar Modal

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) memberikan dukungan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan rormasi penguatan integritas pasar modal...

Mega Satria Direktur Keuangan Pertamina yang Baru. (Foto Istimewa/Pertamina)

Rombak Susunan Direksi, Mega Satria Gantikan Emma Sri Martini sebagai DIrektur Keuangan Pertamina

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Dikutip dari laman resmi Pertamina, Kamis (5/2/2026), Mega Satria memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis (S1) dari Wichita State University, Amerika...

Post Selanjutnya
Pemecatan Kompol Kosmas Setelah Ojol Affan Tewas

Pemecatan Kompol Kosmas Setelah Ojol Affan Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.