EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
KPK Bongkar Ponsel Tersembunyi Noel

KPK Bongkar Ponsel Tersembunyi Noel

KPK menemukan empat ponsel tersembunyi di plafon rumah eks Wamenaker Noel. Selain pemerasan, Noel juga diduga menerima gratifikasi berupa uang dan barang mewah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
6 September 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Kasus korupsi yang menjerat Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, terus berkembang dengan berbagai temuan baru. Salah satunya adalah penemuan empat unit ponsel yang disembunyikan di plafon rumahnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Noel berdalih ponsel tersebut bukan miliknya, melainkan milik asisten rumah tangga (ART). Gabung WA Channel EKOIN.

Ponsel dan Mobil Mewah dalam Kasus Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai ponsel-ponsel yang ditemukan itu terkait upaya penghalangan penyidikan atau obstruction of justice. Barang bukti elektronik tersebut kini dianalisis untuk mengungkap lebih jauh aliran praktik korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, Noel juga sempat menyinggung soal hilangnya tiga mobil mewah, yakni Land Cruiser, Mercedes-Benz, dan BAIC. Menurut pengakuannya, mobil-mobil tersebut dibawa oleh anaknya setelah mendengar dirinya ditetapkan sebagai tersangka. “Ya wajar ya, anak-anak saya pada ketakutan,” ujar Noel saat pemeriksaan, Selasa (2/9/2025).

KPK tidak menutup kemungkinan memanggil anak Noel untuk dimintai keterangan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan, “KPK juga terbuka untuk melakukan pemanggilan kepada pihak siapa pun untuk dimintai keterangannya,” Kamis (4/9/2025).

Dugaan Gratifikasi dan Aliran Dana

Selain pemerasan dalam penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Noel juga diduga menerima gratifikasi. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut penyidik tengah menelusuri aset tambahan, termasuk mobil Toyota Alphard dan barang-barang mewah. “Kami menduga ada penerimaan lain, sehingga diterapkan Pasal 12B UU Tipikor,” jelas Asep, Kamis (28/8/2025).

Berita Menarik Pilihan

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa Noel menerima Rp3 miliar dan motor Ducati pada Desember 2024. Menurutnya, Noel mengetahui praktik pemerasan tersebut namun tidak menghentikan, bahkan meminta bagian. “Dia tahu, membiarkan, bahkan meminta,” tegas Setyo, Jumat (22/8/2025).

Penyelidikan KPK menemukan praktik pungutan liar ini berlangsung sejak 2019 dengan nilai mencapai Rp81 miliar. Modusnya, pekerja dan perusahaan diminta membayar hingga Rp6 juta untuk sertifikasi K3, padahal tarif resmi hanya Rp275 ribu. Jika menolak, pengajuan mereka dipersulit atau tidak diproses.

Saat ini, satu unit mobil Land Cruiser telah diserahkan ke KPK, sedangkan Mercedes-Benz dan BAIC masih dalam pencarian. Sementara itu, KPK terus mendalami bukti elektronik dari ponsel yang ditemukan di plafon rumah Noel, yang bisa menjadi kunci dalam mengurai jaringan korupsi di tubuh Kemnaker.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: gratifikasikorupsiKPKNoelponselwamenaker
Post Sebelumnya

Korupsi Kuota Haji, KPK Belum Tetapkan Tersangka

Post Selanjutnya

Gerhana Bulan Total Besok, Umat Diimbau Salat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tangerang, Banten.

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan diciduk KPK. Wakil tuhan ini diduga menerima sejumlah dari...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa kini tengah mendalami dugaan penyimpangan tata kelola dan perencanaan proyek yang diduga merugikan keuangan negara. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Sidang Korupsi Chromebook: Jaksa Ungkap Nama Nadiem dan Dugaan ‘Setelan’ Proyek Sebelum Pengadaan

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Persidangan juga menampilkan dokumen yang mengungkap perbedaan mencolok antara harga pasar perangkat dan nilai pengadaan.

Post Selanjutnya
Gerhana Bulan Total Besok, Umat Diimbau Salat

Gerhana Bulan Total Besok, Umat Diimbau Salat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.