EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Program perumahan KUR dinilai berisiko salah sasaran.

Program perumahan KUR dinilai berisiko salah sasaran.

Pengamat perumahan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar, menilai program KUR Perumahan mengandung risiko salah sasaran

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 September 2025
Kategori EKOBIS, PROPERTI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah sedang gencar menyosialisasikan program perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini digadang-gadang sebagai solusi mengatasi backlog perumahan sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah. Gabung WA Channel EKOIN di sini.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, turun langsung menghadiri acara sosialisasi bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada Minggu (7/9/2025). Namun, euforia tersebut disambut kritik tajam dari kalangan akademisi.

Miskonsepsi Program Perumahan

Pengamat perumahan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar, menilai program KUR Perumahan mengandung risiko salah sasaran. Ia menyebut penyamaan bisnis properti dengan usaha UMKM sebagai miskonsepsi fatal.

“Yang membuat sejumlah pihak optimistis dan girang karena ada ‘stempel’ program pemerintah sebagai payungnya. Padahal bisnis properti itu tidak semudah UMKM yang produksi tahu tempe atau usaha mebel misalnya,” kata Jehansyah, Minggu (7/9/2025).

Menurutnya, prinsip prudensial dalam perbankan akan membatasi akses pengembang kecil. Hanya pengusaha besar dengan aset tanah atau modal kuat yang memiliki peluang mendapatkan persetujuan kredit.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Selain itu, ia mengingatkan adanya risiko malpraktik dalam pemberian kredit. Bank bisa saja mengabaikan prinsip kehati-hatian demi memenuhi target program 3 Juta Rumah.

Jehansyah menekankan pentingnya pengawasan ketat dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar distribusi kredit benar-benar tepat sasaran.

Sistem Perumahan yang Melembaga

Lebih dari sekadar kredit, Jehansyah menegaskan bahwa masalah perumahan rakyat menyangkut sistem yang jauh lebih kompleks.

Ia mencontohkan proses panjang dalam penyiapan lahan, mulai dari status tanah, tata ruang, Amdal, hingga perizinan. Faktor lokasi, transportasi, dan fasilitas penunjang juga menjadi penentu keberhasilan proyek.

Menurutnya, aliran dana dari program KUR Perumahan tidak otomatis menjawab tantangan ini. Proses yang melembaga, terencana, dan memiliki sistem delivery yang baik mutlak diperlukan.

“Program public housing akan berhasil hanya jika terencana, melembaga dan memiliki sistem delivery yang baik,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, ia mengutip keberhasilan Singapura melalui Housing & Development Board (HDB) yang dinilai mampu menghadirkan perumahan rakyat secara berkelanjutan.

Pandangan kritis ini menjadi catatan penting bagi pemerintah agar tidak semata fokus pada skema pembiayaan, melainkan juga pada kesiapan sistemik dalam pembangunan perumahan.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: backlogITBkreditKURPemerintahperumahan
Post Sebelumnya

Menko AHY: Kunjungan Presiden Prabowo ke Tiongkok Bawa Kabar Baik untuk Proyek Infrastruktur Strategis

Post Selanjutnya

Sidang PBB Jadi Agenda Prabowo Pekan Ini

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Sidang PBB Jadi Agenda Prabowo Pekan Ini

Sidang PBB Jadi Agenda Prabowo Pekan Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.