EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi US$150,7 Miliar

Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi US$150,7 Miliar

Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 150,7 miliar pada Agustus 2025. Bank Indonesia menyebut faktor utama adalah pembayaran utang dan stabilisasi rupiah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Posisi cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan pada akhir Agustus 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan, jumlah cadangan devisa tercatat sebesar US$ 150,7 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi Juli 2025 yang mencapai US$ 152,0 miliar.

Gabung WA Channel EKOIN untuk update berita terbaru setiap hari.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, langkah stabilisasi nilai tukar rupiah juga berkontribusi pada berkurangnya cadangan devisa.

Menurut BI, kondisi pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi, sehingga bank sentral harus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Upaya stabilisasi ini memerlukan penggunaan sebagian cadangan devisa agar fluktuasi rupiah tetap terkendali.

Tren cadangan devisa

Posisi cadangan devisa sebesar US$ 150,7 miliar ini masih dinilai cukup memadai. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang biasanya hanya sekitar 3 bulan impor.

Berita Menarik Pilihan

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

Dalam keterangan resminya, BI menegaskan akan tetap menjaga kecukupan cadangan devisa sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Sejak awal 2025, tren cadangan devisa Indonesia cenderung berfluktuasi. Pada awal tahun, cadangan devisa sempat naik akibat penerimaan pajak dan ekspor komoditas, namun tekanan global seperti kenaikan suku bunga Amerika Serikat dan gejolak harga minyak membuat pergerakan cadangan devisa kembali menurun.

Faktor eksternal yang berpengaruh

Ramdan menambahkan, dinamika cadangan devisa Indonesia tidak terlepas dari kondisi eksternal. Pasar keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian membuat arus modal asing ke negara berkembang cenderung terbatas.

Selain itu, tekanan geopolitik dan perubahan kebijakan moneter negara maju turut menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini mendorong BI untuk lebih aktif menggunakan cadangan devisa dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

BI menekankan, langkah-langkah stabilisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk meredam volatilitas. Namun dalam jangka panjang, penguatan fundamental ekonomi domestik dan peningkatan kinerja ekspor akan menjadi kunci menjaga ketahanan cadangan devisa Indonesia.

Kedepannya, BI menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar global dan domestik secara cermat. Respons kebijakan akan disesuaikan dengan kondisi agar stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2025 turun menjadi US$ 150,7 miliar, terutama akibat pembayaran utang luar negeri dan intervensi stabilisasi rupiah.

Meski demikian, jumlah cadangan devisa tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional, sehingga kondisi eksternal Indonesia tetap dinilai kuat.

Bank Indonesia memastikan akan tetap menjaga cadangan devisa sebagai instrumen utama dalam menopang ketahanan ekonomi nasional.

Tekanan eksternal seperti ketidakpastian pasar global dan kebijakan moneter negara maju diperkirakan masih menjadi tantangan dalam waktu dekat.

Penguatan fundamental ekonomi domestik dan peningkatan ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat cadangan devisa ke depan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Bank Indonesiacadangan devisaekonomi nasionalpasar globalrupiahutang luar negeri
Post Sebelumnya

Solok Selatan Gratiskan Pendidikan SMA/SMK 2026

Post Selanjutnya

BI Dorong Transaksi Nontunai Cegah Uang Palsu

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

Post Selanjutnya
BI Dorong Transaksi Nontunai Cegah Uang Palsu

BI Dorong Transaksi Nontunai Cegah Uang Palsu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.