EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pandangan Pengamat Soal Penerbitan Patriot Bond

Pandangan Pengamat Soal Penerbitan Patriot Bond

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal menerbitkan Patriot Bond dalam waktu dekat. Surat utang ini merupakan instrumen strategis yang diterbitkan dengan mekanisme private placement.

Ray oleh Ray
8 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal menerbitkan Patriot Bond dalam waktu dekat. Surat utang ini merupakan instrumen strategis yang diterbitkan dengan mekanisme private placement. Patriot Bond ditawarkan kepada sekelompok kecil investor terpilih yakni pihak konglomerat atau kelompok usaha besar di Indonesia.

Surat utang ini pun tidak tersedia secara bebas dan tidak bisa diserap oleh investor ritel. Rencananya, Danantara akan menerbitkan Patriot Bond dengan nilai sebesar Rp 50 triliun dan kupon sebesar 2%.

Chief Economist Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan, penerbitan Patriot Bond tidak akan berdampak signifikan terhadap likuiditas pasar obligasi nasional mengingat nilai emisinya hanya Rp50 triliun. Sebagai perbandingan, lelang surat utang negara (SUN) yang digelar setiap pekan dapat mencatatkan penawaran yang masuk mencapai kisaran Rp 28 triliun per pekan.

Di samping itu, outstanding obligasi korporasi nasional dapat mencapai sekitar Rp 580 triliun. Adapun nilai penerbitan surat utang korporasi per tahun dapat menyentuh angka Rp 150 triliun.

“Jadi, kalau kita bandingkan dengan corporate bond sekalipun diterbitkan oleh swasta, lalu kita bandingkan dengan SUN yang dilelang tiap minggu itu saya rasa nilainya cukup kecil sih Rp 50 triliun. Jadi, dari sisi likuiditas tidak begitu berdampak,” ungkap dia dilansir CNBC Indonesia, Senin (8/9/2025).

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Penerbitan Patriot Bond bukannya tanpa tantangan. Mikail menilai, kupon Patriot Bond yang hanya sebesar 2% dipandang belum tentu cukup menarik bagi para pengusaha yang akan menjadi investor surat utang tersebut. Padahal, tujuan Danantara dalam penerbitan Patriot Bond adalah menarik uang milik investor-investor besar Indonesia yang berada di luar negeri.

Selama ini, banyak pengusaha Indonesia memarkir uang di luar negeri lantaran adanya selisih imbal hasil yang terlalu jauh antara obligasi Indonesia dengan negara maju. Sebagai contoh, saat ini imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Amerika Serikat (AS) atau US Treasury ada di kisaran 4,5%, sedangkan imbal hasil SUN tenor 10 tahun ada di kisaran 6,3%.

Selain itu, risiko crowding out effect bisa terjadi ketika penerbitan Patriot Bond dilakukan. Crowding Out Effect adalah fenomena di mana pemerintah dan pihak swasta bersaing memperebutkan dana yang tersedia di pasar keuangan.

“Kalau memang Patriot Bonds ini tidak mau menciptakan crowding out effect, misalkan kalau mau outstanding-nya terus ditambah dari Rp 50 triliun ke Rp 100 triliun ke Rp 500 triliun. (Ini) mungkin bisa menggunakan instrumen tetap Patriot Bonds, tapi bisa menggunakan skema instrumen lain,” jelas dia.

Tak hanya itu, lanjut dia, Danantara juga harus bisa memastikan proyek-proyek yang didanai oleh Patriot Bond dapat dieksekusi dengan baik. Hal ini demi menjaga kepercayaan para investor yang berinvestasi melalui instrumen surat utang tersebut.

Mikail menilai, jika memang dana hasil penerbitan Patriot Bond ditujukan untuk proyek energi terbarukan atau pengolahan sampah, hal itu terbilang cukup menarik. Berkaca dari data Badan Pusat Statistik (BPS), penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan sampah di Indonesia mencapai sekitar 590.000 orang pada tahun lalu.

“Jadi, kalau misalkan ini ada tambahan investasi di situ (pengolahan sampah), tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan terutama untuk sektor formal ya. Ini akan lebih baik lagi ke depan,” pungkas dia.

Tags: DanantaraPatriot BondPengamat
Post Sebelumnya

Panglima TNI Beri Pengarahan Kepada Personel Purna Tugas Latma Purkota Gelombang I Yordania dan Belarusia

Post Selanjutnya

Mengenai Kabar Terbaru MRT Tangsel, Ini Kata Emiten BSD (BSDE)

Ray

Ray

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Mengenai Kabar Terbaru MRT Tangsel, Ini Kata Emiten BSD (BSDE)

Mengenai Kabar Terbaru MRT Tangsel, Ini Kata Emiten BSD (BSDE)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.