Banyumas, EKOIN.CO – Seorang warga asal Banjarnegara mendadak menjadi sorotan setelah mengaku tidak pernah lagi membeli bahan bakar di SPBU sejak menggunakan petasol dari sampah plastik untuk mobil Innova Reborn 2.4 miliknya. Kisah ini viral setelah dibagikan melalui akun TikTok @khemkorner.
Gabung WA Channel EKOIN untuk update berita energi terbaru
Pria tersebut menjelaskan bahwa mobilnya tetap berjalan normal meski hanya mengandalkan bahan bakar alternatif petasol yang ia olah sendiri. Fenomena ini langsung menuai beragam respons, dari apresiasi hingga kekhawatiran warganet.
Kisah warga Banjarnegara itu dianggap sebagai bentuk nyata kemandirian energi di tengah isu menipisnya cadangan energi fosil. Banyak pihak menilai, langkah tersebut menjadi gambaran bahwa solusi energi alternatif bisa dimulai dari tingkat rumah tangga.
Petasol Jadi Perbincangan
Petasol diketahui merupakan bahan bakar cair hasil proses pirolisis dari sampah plastik. Melalui metode ini, limbah plastik dipanaskan hingga menghasilkan minyak yang bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar konvensional.
Meski demikian, para ahli menilai teknologi ini masih perlu penelitian lebih lanjut terkait keamanan penggunaan, tingkat efisiensi, serta dampak lingkungannya. Hal ini yang membuat perdebatan di publik semakin ramai.
Dalam unggahan video yang viral itu, pria Banjarnegara mengaku tidak lagi harus mengantre di SPBU untuk mengisi solar. Ia menegaskan bahwa mobilnya tetap digunakan setiap hari tanpa kendala berarti sejak memakai petasol.
Klaim tersebut memancing diskusi hangat. Ada yang memuji langkahnya sebagai terobosan kreatif, namun sebagian lain mengingatkan risiko keselamatan jika bahan bakar alternatif tersebut tidak melalui standar uji resmi.
Reaksi Publik Terhadap Petasol
Netizen ramai menuliskan komentar di media sosial. Sebagian menyebut langkah tersebut sebagai inovasi berani yang patut dikembangkan. Ada pula yang menilai penggunaan petasol dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah plastik yang menumpuk.
Namun, kekhawatiran tetap muncul. Beberapa warganet menyoroti potensi bahaya bagi mesin kendaraan maupun dampak emisi yang mungkin ditimbulkan. Diskusi ini berkembang menjadi perdebatan panjang mengenai masa depan energi alternatif.
Fenomena ini semakin menyoroti pentingnya riset lebih mendalam mengenai pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar. Jika terbukti aman dan efisien, petasol bisa menjadi jawaban atas dua persoalan sekaligus, yakni krisis energi dan sampah plastik.
Bagi warga Banjarnegara tersebut, penggunaan petasol telah mengubah keseharian hidupnya. Ia mengaku bisa lebih hemat sekaligus tidak tergantung lagi pada pasokan solar di SPBU.
( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





