EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pemerintah Hentikan Tambahan Impor BBM 2025

Pemerintah Hentikan Tambahan Impor BBM 2025

Pemerintah memastikan tidak ada tambahan impor BBM untuk SPBU swasta sepanjang 2025. Solusi distribusi pasokan BBM dilakukan melalui koordinasi dengan Pertamina.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 September 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada tambahan impor BBM untuk SPBU swasta sepanjang 2025. Keputusan ini ditegaskan usai rapat koordinasi bersama pengelola SPBU swasta di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Senin (9/9/2025). Gabung WA Channel EKOIN.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menekankan solusi atas kekosongan stok BBM di SPBU swasta harus dilakukan lewat koordinasi distribusi bersama Pertamina. “Tidak ada (impor tambahan). Sinkronisasi dengan Pertamina,” ujarnya.

Kebijakan BBM untuk SPBU Swasta

Menurut Laode, pemerintah telah memberikan tambahan alokasi pasokan sebesar 10 persen untuk SPBU swasta dibanding tahun 2024. Dengan kebijakan itu, badan usaha diharapkan mampu memanfaatkan kuota tambahan agar distribusi BBM tetap terjaga.

“Untuk SPBU Swasta itu telah memberikan kelebihan alokasi volume tambahan sebanyak 10% dari alokasi volume tahun 2024, dan diharapkan Badan Usaha Swasta bisa memanfaatkan kelebihan volume ini untuk mendistribusikan BBM-nya,” jelasnya.

Selain itu, Laode meminta SPBU swasta segera menyusun analisis kebutuhan untuk tahun depan. Hasil kajian tersebut akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan impor BBM tahun 2026.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Analisis Konsumsi dan Neraca Impor

Pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM subsidi ke nonsubsidi disebut sebagai penyebab munculnya kelangkaan di SPBU swasta. Perubahan tren ini, menurut Laode, baru terasa dalam lima hingga enam bulan terakhir.

“Tadi saya sampaikan di dalam rapat, bahwa kalau untuk tahun 2025 ini arahannya sudah clear. Bagaimana tahun 2026? Silakan melakukan analisis dari masing-masing SPBU swasta, disampaikan ke surat ke kami. Kami juga tentunya akan jadikan itu sebagai kajian untuk kebijakan tahun 2026,” kata Laode.

Pemerintah menilai dinamika tersebut penting dipelajari agar tidak mengganggu neraca ekspor-impor nasional. “Yang kita jaga itu adalah neraca ekspor-impor kita jangan sampai terganggu, jangan sampai kita ketergantungan sama produk luar,” terang Laode.

Laode menambahkan, jika kebutuhan impor tidak dihitung secara tepat, Indonesia berisiko semakin bergantung pada pasokan luar negeri. Untuk itu, ESDM meminta evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan energi domestik tetap seimbang.

Kementerian ESDM juga menekankan bahwa penyusunan kebijakan energi harus memperhitungkan dinamika konsumsi dalam negeri, perkembangan harga minyak global, dan kondisi pasokan internasional. Langkah itu diharapkan dapat menjaga stabilitas sektor energi nasional.

Dengan tidak adanya tambahan impor tahun ini, koordinasi distribusi antara SPBU swasta dan Pertamina menjadi kunci agar pasokan BBM tetap terjaga. Pemerintah optimistis langkah ini bisa menjaga kebutuhan masyarakat tanpa menambah beban impor.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BBMdistribusi energiESDMimpor BBMPertaminaSPBU swasta
Post Sebelumnya

Warga Banjarnegara Viral Gunakan Petasol Plastik Sebagai Ganti Solar untuk Mobilnya

Post Selanjutnya

Buruh Demak Protes Tenaga Kerja Asing

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Buruh Demak Protes Tenaga Kerja Asing

Buruh Demak Protes Tenaga Kerja Asing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.