EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Dana Parkir di Bank Indonesia Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Dana Parkir di Bank Indonesia Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi. Percepatan belanja negara dan penyaluran dana ke sektor riil disebut menjadi solusi utama.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai menahan laju pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan perlambatan ini tak lepas dari dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia (BI) hingga pernah menyentuh Rp800 triliun. Kritik ini menguat setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap minimnya uang beredar di masyarakat sebagai salah satu faktor utama.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2025 sebesar 5,12% secara tahunan, naik tipis dari kuartal sebelumnya 4,87%. Namun, angka itu dianggap Ibrahim belum mencerminkan potensi riil ekonomi Indonesia. Ia menilai lambatnya belanja pemerintah serta kebijakan moneter membuat perbankan lebih memilih instrumen BI dibanding menyalurkan kredit.

Pertumbuhan Ekonomi Tertahan Akibat Dana Parkir

Menurut Ibrahim, praktik penempatan dana pemerintah di BI justru memperlambat sirkulasi uang di masyarakat. “Perlambatan disebabkan oleh besarnya dana pemerintah yang berasal dari penerimaan negara hanya diendapkan di bank sentral, nilainya pernah menyentuh Rp800 triliun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan, minimnya uang beredar membuat otoritas fiskal maupun moneter turut memikul tanggung jawab. “Minimnya uang yang beredar beberapa waktu belakangan membuat otoritas fiskal maupun moneter berdosa, karena memicu kecilnya pertumbuhan ekonomi. Khususnya, saat pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi),” ungkap Ibrahim.

Berita Menarik Pilihan

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Selain itu, penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) disebut menjadi penyebab lain tersendatnya aliran dana. Instrumen ini lebih diminati perbankan dibanding menyalurkan kredit, sehingga sektor riil kekurangan dorongan. Kondisi tersebut berimbas pada daya beli masyarakat yang menurun.

Dorongan Penyaluran Dana ke Sektor Riil

Dari sisi fiskal, Ibrahim menekankan pentingnya percepatan belanja negara. Ia mendukung gagasan penempatan sebagian dana pemerintah pada bank-bank himpunan milik negara (himbara). Menurutnya, kebijakan itu akan jauh lebih produktif.

“Dana itu akan efektif berada di himbara dengan harapan disalurkan untuk kredit kepada sektor riil,” ucap Ibrahim. Bank yang masuk kategori himbara antara lain Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI, dan BSN.

Jika langkah itu diterapkan, potensi peningkatan investasi dan konsumsi domestik akan lebih besar. Dengan begitu, peran fiskal tidak berhenti hanya pada penarikan pajak dan penerbitan utang, tetapi juga menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan produktif.

Ibrahim menegaskan bahwa koordinasi antara Kemenkeu dan BI harus diperkuat. Kebijakan fiskal yang ekspansif tidak akan efektif jika kebijakan moneter justru menahan peredaran uang. Ia menilai sinergi diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tidak terjebak pada angka moderat.

Ke depan, ia mendorong kebijakan yang lebih seimbang agar dana pemerintah tidak sekadar menjadi cadangan di bank sentral. Menurutnya, strategi optimalisasi dana akan menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan. Dengan begitu, target peningkatan ekonomi dapat tercapai lebih cepat.

Langkah ini juga diharapkan mampu memulihkan daya beli masyarakat yang selama ini melemah akibat keterbatasan likuiditas. Percepatan penyaluran dana melalui perbankan dapat mendorong dunia usaha lebih bergairah, terutama sektor riil yang menjadi penopang lapangan kerja.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Bank Indonesiadana parkirekonomifiskalmoneterpertumbuhan
Post Sebelumnya

Bakteri Mulut Bisa Picu Serangan Jantung

Post Selanjutnya

Megathrust Picu Tsunami Raksasa 20 Meter di Selat Sunda

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Finish di Zona Merah, Sejumlah Faktor Jadi Biang Keladi Pemberat Laju IHSG

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tak serta merta mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia...

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kena semprot Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam saat Rapat Kerja...

Post Selanjutnya
Megathrust Picu Tsunami Raksasa 20 Meter  di Selat Sunda

Megathrust Picu Tsunami Raksasa 20 Meter di Selat Sunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.