Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah memastikan program bantuan pangan beras tetap berlanjut hingga Desember 2025. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tercukupi. Bantuan pangan beras menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban rumah tangga kurang mampu.
“Sudah kami putuskan untuk 4 bulan bantuan pangan beras atas arahan Presiden,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jumat (12/9). Ikuti update berita kami di WA Channel EKOIN.
Bantuan pangan untuk masyarakat berlanjut
Program bantuan pangan beras akan menyasar jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah menilai langkah ini penting agar masyarakat memiliki kepastian akses terhadap beras di tengah fluktuasi harga pangan.
Selain itu, bantuan pangan beras diharapkan mampu menekan potensi inflasi dari sektor pangan. Dengan distribusi yang teratur, pemerintah optimistis harga beras di pasaran bisa lebih terkendali.
Kebijakan perpanjangan bantuan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menjaga stabilitas sosial menjelang akhir tahun. Mengingat kebutuhan masyarakat terhadap beras selalu meningkat pada periode tertentu, termasuk menjelang perayaan besar.
Komitmen jaga pasokan beras nasional
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketersediaan beras nasional. Distribusi bantuan pangan beras akan diintegrasikan dengan upaya menjaga stok beras Bulog agar tetap mencukupi.
Pemerintah juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke pelosok. Dengan begitu, masyarakat di daerah terpencil tetap dapat merasakan manfaat bantuan pangan beras ini.
Selain menjaga daya beli masyarakat, pemerintah berharap program ini turut mendukung ketahanan pangan nasional. Ketersediaan beras yang terjamin akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pangan pemerintah.
Kementerian terkait telah diminta untuk mempercepat koordinasi dengan lembaga penyalur. Hal ini penting agar distribusi bantuan pangan beras bisa sampai tepat waktu dan sesuai target penerima.
Bantuan pangan beras bukan hanya dimaknai sebagai program jangka pendek, tetapi juga sebagai strategi pemerintah dalam menstabilkan situasi ekonomi. Keberlanjutan program hingga Desember 2025 menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil.
Masyarakat penerima manfaat diharapkan menggunakan bantuan pangan beras secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok. Pemerintah mengingatkan agar bantuan ini tidak disalahgunakan, melainkan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dengan adanya perpanjangan ini, masyarakat dapat lebih tenang menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Pemerintah menegaskan, bantuan pangan beras akan terus menjadi prioritas hingga situasi benar-benar stabil.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





