Jakarta EKOIN.CO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa modal pinjaman untuk program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah tersedia. Kepastian ini disebut sebagai tahap awal yang akan menyasar 16.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Ikuti berita terbaru via WA Channel EKOIN.
Usai rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Jakarta pada Senin (15/9), Zulhas menyatakan bahwa pemerintah bersama mitra keuangan sudah menyiapkan mekanisme distribusi modal agar program ini bisa segera berjalan. Kehadiran pinjaman tersebut diharapkan menjadi dorongan baru bagi penguatan ekonomi desa.
Rakortas itu juga dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Ketiganya sepakat bahwa akses modal merupakan pondasi penting untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil di tingkat desa.
Modal untuk penguatan koperasi desa
Menurut Zulhas, tahap awal penyediaan modal akan langsung mengalir ke 16.000 koperasi desa yang telah terdaftar dalam program Kopdes Merah Putih. Dengan langkah ini, desa-desa diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Ia menambahkan bahwa distribusi modal pinjaman dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Pemerintah menilai koperasi sebagai instrumen efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa karena melibatkan partisipasi warga secara langsung.
“Dana ini bukan hibah, melainkan pinjaman dengan mekanisme yang jelas dan transparan. Tujuannya agar koperasi bisa mandiri dan mampu memperluas kegiatan usaha,” ujar Zulhas.
Kolaborasi pemerintah dan swasta
COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pihaknya siap mendukung implementasi program dengan infrastruktur digital yang memungkinkan proses pinjaman lebih cepat, aman, dan akuntabel. Menurutnya, teknologi akan membantu memperkecil risiko sekaligus memperluas jangkauan pelayanan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa keterlibatan swasta dalam Kopdes Merah Putih menjadi faktor penting. Dengan dukungan modal pinjaman, ia berharap terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi di desa-desa yang selama ini sulit mengakses pembiayaan.
Selain itu, program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menekan kesenjangan ekonomi antara desa dan kota. Pemerintah menilai bahwa desa memiliki potensi besar, terutama di sektor pangan dan UMKM, jika didukung modal yang memadai.
Program Kopdes Merah Putih tidak hanya menyalurkan pinjaman, tetapi juga memberikan pendampingan bagi pengelola koperasi. Pendampingan ini meliputi manajemen usaha, literasi keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Zulhas menegaskan, keberhasilan koperasi desa akan berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Dengan begitu, pinjaman modal menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui sinergi lintas kementerian dan dukungan pihak swasta, pemerintah menargetkan agar distribusi modal tahap awal bisa terealisasi dalam waktu dekat. Target ini diharapkan memberi efek nyata bagi pengembangan ekonomi desa sekaligus memperkokoh fondasi pembangunan nasional.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





