JAKARTA EKOIN.CO – Presiden Prabowo Subianto secara tiba-tiba menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat acara penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) penetapan lokasi pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam percakapan tersebut, isu utama yang disampaikan menyangkut food tray impor dari Cina yang disebut mengandung minyak babi. Bergabung di WA Channel EKOIN.
Dadan mengungkapkan bahwa pembahasan melalui sambungan telepon itu dilakukan langsung oleh Presiden. Prabowo, menurutnya, ingin memastikan program MBG berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan publik akibat kabar yang beredar.
Food Tray Jadi Sorotan
Isu food tray menjadi perhatian publik setelah muncul kabar bahwa alat makan tersebut yang diimpor dari Cina diduga mengandung minyak babi. Kabar ini memicu keresahan, terutama karena program MBG menyasar anak-anak sekolah yang membutuhkan jaminan gizi sehat dan aman.
Dadan Hindayana menyampaikan, pembahasan mengenai food tray bukan hanya terkait isu kehalalan, tetapi juga keamanan bahan dan kualitas produk yang akan digunakan dalam program nasional ini. Ia menegaskan bahwa BGN bersama kementerian terkait tengah melakukan verifikasi lapangan dan uji laboratorium untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Bapak Presiden langsung menanyakan soal itu, dan saya menjawab sesuai data yang ada. Kita sedang melakukan pengecekan secara komprehensif,” kata Dadan dalam keterangannya.
Program MBG dan Isu Keamanan
Program MBG sendiri merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Melalui program ini, anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia diharapkan mendapatkan asupan gizi harian secara gratis dengan standar kesehatan yang ketat.
Namun, munculnya isu food tray berminyak babi menimbulkan polemik baru. Beberapa organisasi masyarakat mendesak pemerintah agar memastikan bahwa seluruh peralatan dan bahan yang digunakan bersertifikasi halal dan aman.
Selain itu, beberapa kelompok juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengadaan barang, agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kelalaian yang merugikan masyarakat luas.
Dadan menyebutkan, pihaknya bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah berkoordinasi. “Kita ingin semua aspek program MBG ini tidak hanya memenuhi standar gizi, tapi juga memenuhi aspek keamanan dan kehalalan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi acuan resmi pemerintah dalam mengambil keputusan terkait penggunaan food tray tersebut.
Pemerintah berkomitmen untuk membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Hal ini untuk memastikan tidak ada kabar simpang siur yang dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap program MBG.
Dadan juga mengapresiasi langkah cepat Presiden yang langsung menanyakan isu tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan perhatian serius terhadap kualitas pelaksanaan program.
Polemik food tray ini diperkirakan akan segera diselesaikan dalam waktu dekat, setelah hasil uji laboratorium keluar dan diumumkan secara resmi kepada publik.
Program MBG yang tengah berjalan di berbagai daerah akan terus dipantau. Pemerintah menegaskan tidak akan membiarkan isu yang belum terverifikasi memengaruhi jalannya program prioritas nasional ini.
Hingga kini, sejumlah pihak menunggu pernyataan resmi lebih lanjut terkait hasil pengujian food tray. Pemerintah diharapkan segera memberikan kejelasan agar polemik tidak terus berkembang.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan juga disebut ikut terlibat dalam pemantauan. Keduanya memastikan bahwa program MBG tetap fokus pada peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah.
Ke depan, pemerintah menyatakan akan meningkatkan sistem pengawasan terhadap setiap peralatan dan bahan yang dipakai dalam program MBG. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya isu serupa.
Masyarakat, terutama orang tua murid, diimbau tetap tenang sambil menunggu hasil resmi dari lembaga yang berwenang.
Polemik food tray dalam program MBG memperlihatkan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap kebijakan publik. Isu ini muncul dari kabar mengenai kandungan minyak babi dalam peralatan makan impor dari Cina.
Presiden Prabowo Subianto langsung merespons cepat dengan menanyakan hal tersebut kepada Kepala BGN, Dadan Hindayana. Langkah ini menunjukkan perhatian serius terhadap kualitas program.
BGN bersama lembaga lain sedang melakukan uji laboratorium untuk memastikan kebenaran isu tersebut. Hasil resmi akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah.
Program MBG tetap dilanjutkan sembari memastikan semua aspek kehalalan dan keamanan terjaga. Pemerintah menegaskan bahwa gizi anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama.
Masyarakat diminta untuk tidak terjebak dalam kabar simpang siur dan menunggu informasi resmi pemerintah. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





