Jakarta,EKOIN.CO- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) resmi meluncurkan langkah strategis untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada sektor pangan. Fokus utama adalah ketahanan pangan melalui penanaman jagung di empat provinsi, dengan titik awal di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini dikemas dalam gerakan bertajuk Senator Peduli Ketahanan Pangan.
👉 Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN di: Saluran Whatsapp EKOIN
DPD menilai jagung menjadi komoditas strategis yang berperan penting dalam menunjang kebutuhan pangan nasional. Selain sebagai sumber pangan pokok, jagung juga menjadi bahan baku industri pakan ternak yang semakin meningkat kebutuhannya. Dengan program ini, DPD berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata dalam mengurangi ketergantungan impor serta memperkuat basis produksi pangan nasional.
Wakil Ketua DPD, Yorrys Raweyai, menegaskan langkah ini selaras dengan cita-cita Presiden. “Kami ingin memastikan Asta Cita benar-benar menyentuh masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan program pangan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Penanaman jagung sebagai langkah ketahanan pangan
Program penanaman jagung ini akan dilakukan bertahap. Mimika, Papua Tengah, dipilih sebagai lokasi pertama karena memiliki lahan yang cukup luas sekaligus masyarakat yang siap mendukung program tersebut. Selain Papua Tengah, tiga provinsi lain yang akan menjadi pionir penanaman adalah Papua Barat Daya, Maluku, dan Sulawesi Tenggara.
Alasan pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada potensi lahan serta komitmen pemerintah daerah yang telah siap bersinergi dengan DPD. Program ini juga tidak hanya berhenti pada distribusi bibit, melainkan menyertakan pendampingan teknis bagi petani, sehingga hasil panen dapat maksimal.
Menurut DPD, keberhasilan program jagung akan menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi Asta Cita dalam sektor pangan. Dengan begitu, masyarakat di daerah bisa menjadi bagian langsung dari agenda pembangunan nasional.
Sinergi pusat dan daerah untuk ketahanan pangan
Yorrys menambahkan, keberhasilan ketahanan pangan tidak bisa berjalan sendiri. Peran pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus bersinergi. Karena itu, DPD menjembatani komunikasi antar pihak agar kebijakan nasional bisa menyatu dengan kebutuhan lokal.
“Jagung bukan hanya komoditas pangan, tapi juga penopang perekonomian lokal. Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat di daerah mendapat manfaat ganda, yakni ketersediaan pangan sekaligus peningkatan ekonomi,” kata Yorrys.
Selain ketahanan pangan, penanaman jagung juga dipandang penting dalam menciptakan lapangan kerja baru. Banyak sektor turunan yang akan terbuka, mulai dari pengolahan hasil panen hingga distribusi. Efek domino inilah yang diharapkan DPD menjadi energi baru bagi ekonomi daerah.
Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jagung dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi, mudah dibudidayakan, serta memiliki pasar yang luas di dalam negeri.
Program Senator Peduli Ketahanan Pangan juga akan melibatkan kelompok pemuda dan perempuan, sehingga menciptakan pola inklusif dalam pertanian. Dengan begitu, generasi muda dapat terlibat langsung dalam pembangunan sektor pangan, bukan hanya sebagai konsumen.
DPD menargetkan program ini dapat direalisasikan secara masif mulai akhir tahun 2025. Tahapan awal berupa distribusi bibit dan pelatihan teknis pertanian sudah mulai dipersiapkan. Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan masyarakat, DPD optimistis target bisa tercapai.
Kesuksesan program penanaman jagung juga diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di provinsi lain. DPD menilai strategi semacam ini akan efektif dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Melalui Asta Cita, pemerintah menempatkan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, program ini mendapat dukungan penuh dari lembaga tinggi negara, termasuk DPD yang memiliki peran representatif bagi daerah.
Keterlibatan senator dalam program pangan juga dimaknai sebagai bentuk nyata dari kerja legislatif yang tidak hanya berhenti pada fungsi pengawasan, tetapi ikut menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Dengan penanaman jagung di Mimika dan provinsi lainnya, DPD ingin menunjukkan bahwa pembangunan pangan tidak boleh tertinggal dari sektor lain. Ketersediaan pangan adalah syarat utama bagi keberlanjutan ekonomi dan stabilitas sosial bangsa.
Penanaman jagung oleh DPD RI menjadi langkah nyata mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam bidang pangan. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengurangi impor, dan menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat daerah.
Dengan memilih empat provinsi sebagai pionir, DPD menunjukkan keseriusan dalam menjadikan pangan sebagai prioritas pembangunan.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program, karena pembangunan pangan memerlukan sinergi antara pusat, daerah, dan warga.
Jagung dipilih bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga peran strategisnya dalam menjaga kemandirian pangan nasional.
Ke depan, program ini diharapkan bisa diperluas ke provinsi lain agar seluruh daerah dapat merasakan manfaatnya, sekaligus memperkokoh fondasi ketahanan pangan nasional. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





