EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Kemenhan Ajukan 187 Triliun Rupiah  Panglima TNI: Pertahanan Butuh Senjata Canggih

Kemenhan Ajukan 187 Triliun Rupiah Panglima TNI: Pertahanan Butuh Senjata Canggih

Kemenhan ajukan anggaran pertahanan Rp187 triliun untuk 2026 demi modernisasi alutsista. Panglima TNI menegaskan senjata canggih sangat mahal namun vital bagi kedaulatan negara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 September 2025
Kategori POLITIK, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO-  Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa anggaran pertahanan sebesar Rp187 triliun yang diajukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk tahun 2026 merupakan kebutuhan mendesak demi menjaga kedaulatan negara. Permintaan ini, menurutnya, berhubungan langsung dengan rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Ikuti berita terbaru di WA Channel EKOIN.

Agus menyebutkan bahwa harga alutsista generasi baru memang sangat tinggi. “Karena senjata yang canggih itu mahal. Sangat mahal,” ujarnya di Jakarta. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pertahanan nasional tidak bisa ditunda, mengingat ancaman dan tantangan yang dihadapi Indonesia semakin beragam.

Kebutuhan Anggaran Pertahanan

Rencana Kemenhan mengajukan anggaran Rp187 triliun pada 2026 dinilai sebagai bagian dari strategi modernisasi alutsista yang sudah lama direncanakan. Menurut Agus, penguatan sistem pertahanan harus sejalan dengan perkembangan teknologi militer di berbagai negara.

Anggaran besar tersebut diprioritaskan untuk pembelian senjata, kendaraan tempur, sistem radar, hingga perlengkapan pendukung prajurit. Selain itu, kebutuhan perawatan serta penggantian peralatan lama juga mendesak, karena sebagian alutsista yang dimiliki Indonesia sudah berusia puluhan tahun.

Panglima TNI menambahkan, penguatan alutsista modern bukan hanya soal kebutuhan militer, tetapi juga terkait komitmen menjaga stabilitas kawasan. Indonesia, kata dia, harus mampu menunjukkan posisi sebagai negara dengan pertahanan yang solid agar disegani di tingkat internasional.

Berita Menarik Pilihan

Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Polri Tetapkan Lima Tersangka

Aniaya Kekasih dan Tolak Bayar Tagihan di Restoran, WN Selandia Baru Dideportasi

Dinamika Geopolitik Global

Dalam penjelasannya, Agus menyoroti kondisi geopolitik dunia yang saat ini tengah mengalami ketegangan di berbagai kawasan. Perkembangan teknologi militer yang pesat di negara-negara maju, terutama Asia dan Eropa, menjadi alasan penting bagi Indonesia untuk tidak tertinggal.

Menurutnya, tanpa pembaruan sistem pertahanan, Indonesia akan kesulitan menghadapi potensi ancaman di masa depan, baik dari segi teknologi militer maupun ancaman non-militer seperti perang siber. Modernisasi alutsista, jelas Agus, juga bagian dari upaya diplomasi pertahanan agar Indonesia tetap relevan dalam percaturan global.

Selain menjaga kedaulatan wilayah, penguatan pertahanan disebut memiliki fungsi deterrence atau pencegahan. Dengan alutsista modern, Indonesia dapat memperkecil kemungkinan pihak lain mencoba mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Agus menegaskan bahwa investasi di sektor pertahanan memang besar, tetapi manfaat jangka panjangnya sangat penting. Menurutnya, tanpa sistem pertahanan yang kuat, kedaulatan negara bisa terancam dan pembangunan nasional pun akan terganggu.

Pemerintah bersama DPR dijadwalkan membahas lebih lanjut proposal anggaran ini dalam rapat kerja mendatang. Agus berharap dukungan penuh dari semua pihak agar upaya modernisasi alutsista dapat berjalan sesuai rencana.

Jika anggaran disetujui, program pengadaan senjata canggih akan difokuskan pada sistem pertahanan udara, kapal perang, serta pesawat tempur generasi baru. Selain itu, TNI juga akan memperkuat kemampuan prajurit dengan teknologi komunikasi mutakhir.

Panglima TNI menutup pernyataannya dengan mengingatkan kembali bahwa anggaran besar ini bukan semata untuk kebutuhan saat ini, melainkan untuk menjamin masa depan pertahanan Indonesia. “Negara kita besar, wilayah luas, dan kita harus menjaganya dengan sebaik mungkin,” katanya.

Pengajuan anggaran Rp187 triliun untuk sektor pertahanan pada 2026 menegaskan komitmen Kemenhan dan TNI dalam menjaga kedaulatan negara. Panglima TNI menekankan modernisasi alutsista adalah langkah yang tidak bisa ditunda.

Tingginya biaya alutsista mencerminkan mahalnya investasi pertahanan. Namun, tanpa itu, Indonesia berisiko tertinggal dari negara lain dalam hal kemampuan militer.

Dinamika geopolitik global menuntut Indonesia untuk sigap dan siap dengan sistem pertahanan mutakhir. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya diplomasi keamanan.

Meskipun membutuhkan dana besar, penguatan pertahanan akan memberikan manfaat jangka panjang, termasuk menjaga stabilitas nasional dan kawasan.

Dukungan dari pemerintah dan legislatif sangat diperlukan agar program ini dapat terealisasi demi masa depan pertahanan Indonesia yang lebih kokoh. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: alutsistaanggarangeopolitikKemenhanpertahananTNI
Post Sebelumnya

Pemerintah Kaji Subsidi Listrik Tanpa Naik Tarif

Post Selanjutnya

Bandung Photography Triennale 2025: Menggali Visi Sintetis

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah salah satu kantor sekuritas yang diduga main saham gorengan

Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Polri Tetapkan Lima Tersangka

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Lima orang jadi tersangka kasus dugaan 'saham gorengan' usai penyidik Bareskrim Polri menemukan bukti terjadinya perbuatan melawan...

Aniaya Kekasih dan Tolak Bayar Tagihan di Restoran, WN Selandia Baru Dideportasi

Aniaya Kekasih dan Tolak Bayar Tagihan di Restoran, WN Selandia Baru Dideportasi

oleh Iwan Purnama
3 Februari 2026
0

Badung, Ekoin.co – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar menuntaskan proses deportasi terhadap warga negara Selandia Baru berinisial AJM (50), Jumat...

Nicko Widjaja dan William Gozal mengikuti sidang pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026) malam.

Skandal Investasi TaniHub: Dirut BRI Ventures dan PT MDI Didakwa Rugikan Negara Ratusan Miliar

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Direktur Utama BRI Ventures Nicko Widjaja dan Vice President of Investment BRI...

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat berdialog dengan media

Hasto PDIP: Parlementary Threshold Diperlukan sebagai Instrumen Konsolidasi Demokrasi

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

“Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu...

Post Selanjutnya
Bandung Photography Triennale 2025: Menggali Visi Sintetis

Bandung Photography Triennale 2025: Menggali Visi Sintetis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.