Brebes EKOIN.CO – Runtuhnya Gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes pada Minggu (21/9/2025) siang tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga membuka fakta mengejutkan soal keterlibatan kontraktor yang pernah menggarap proyek tersebut. Salah satu perusahaan yang disebut adalah PT Istaka Karya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah resmi dibubarkan Presiden Joko Widodo sejak Maret 2023 karena pailit. Gabung WA Channel EKOIN.
Peristiwa ambruknya bagian depan KPT Brebes ini memicu tanda tanya besar soal kualitas pembangunan serta riwayat pengerjaan yang pernah melibatkan perusahaan bermasalah. PT Istaka Karya diketahui menjadi salah satu kontraktor proyek-proyek infrastruktur, termasuk disebut terkait pengerjaan di KPT Brebes pada masa lalu.
Dugaan Keterkaitan PT Istaka Karya dengan Proyek
Kejadian runtuhnya bangunan pemerintahan itu menambah daftar panjang sorotan terhadap proyek-proyek yang sempat digarap PT Istaka Karya. Perusahaan tersebut resmi dibubarkan setelah terbukti tidak mampu melanjutkan kegiatan usaha akibat lilitan utang.
Informasi yang berkembang menyebutkan, PT Istaka Karya pernah menjadi kontraktor pada proyek pembangunan KPT Brebes. Walau begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah pengerjaan yang dilakukan perusahaan tersebut berkaitan langsung dengan kerusakan yang memicu insiden terbaru.
Masyarakat Brebes pun mempertanyakan bagaimana proyek vital yang menelan anggaran besar bisa dikerjakan oleh kontraktor yang rekam jejaknya penuh masalah. Mereka menilai seharusnya pemerintah daerah maupun pusat memiliki mekanisme seleksi ketat agar peristiwa serupa tidak terulang.
Korban Luka dan Proses Penanganan
Runtuhnya bagian depan KPT Brebes pada Minggu siang itu menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan jumlah korban secara lebih detail.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta aparat pemerintah setempat bergerak cepat melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi. Garis polisi dipasang untuk mencegah warga mendekat ke area bangunan yang dinilai masih rawan runtuh susulan.
Sementara itu, pihak kontraktor yang terlibat dalam pembangunan KPT Brebes diminta memberikan penjelasan. Pemerintah daerah menegaskan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk menelusuri riwayat pembangunan, termasuk rekam jejak perusahaan yang dulu terlibat.
Isu mengenai PT Istaka Karya kembali mencuat karena publik mengingat perusahaan tersebut pernah menjadi sorotan besar dalam restrukturisasi BUMN karya. Kebijakan pembubaran oleh Presiden Joko Widodo pada 2023 dianggap langkah tegas setelah perusahaan gagal bertahan dari tekanan finansial.
Sejumlah pihak menekankan bahwa kualitas pembangunan gedung pemerintahan tidak boleh dikompromikan. Selain menyangkut keselamatan pegawai dan masyarakat yang datang ke kantor, juga berhubungan dengan marwah pelayanan publik.
Para pakar konstruksi menilai investigasi menyeluruh wajib dilakukan, termasuk menelusuri dokumen lelang proyek, laporan pengerjaan, hingga kualitas material yang digunakan. Hasil temuan diharapkan menjadi acuan untuk memperbaiki standar pembangunan infrastruktur pemerintah di masa depan.
Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat. Dengan adanya reformasi besar-besaran pada BUMN karya, termasuk penutupan PT Istaka Karya, seharusnya proses seleksi kontraktor kini lebih selektif dan berbasis pada rekam jejak yang sehat.
Warga Brebes berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. Mereka mendesak agar segera ada transparansi informasi terkait siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan KPT. Dengan demikian, tidak ada lagi ruang bagi spekulasi yang bisa merugikan masyarakat.
Runtuhnya KPT Brebes menambah daftar panjang kasus bangunan pemerintahan yang bermasalah. Di berbagai daerah, kasus serupa juga kerap ditemukan, menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan pengendalian kualitas pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Brebes berjanji akan memberikan penjelasan resmi setelah hasil investigasi keluar. Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai siapa kontraktor yang terakhir menangani perbaikan gedung sebelum insiden.
Para aktivis antikorupsi menilai kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap kemungkinan adanya praktik penyimpangan dalam proyek. Mereka menekankan pentingnya transparansi anggaran serta audit independen terhadap semua dokumen pengerjaan.
Insiden ini juga menjadi perhatian masyarakat luas di luar Brebes. Sebab, proyek pembangunan yang sempat digarap oleh PT Istaka Karya tersebar di banyak daerah di Indonesia, sehingga dikhawatirkan menimbulkan masalah serupa di tempat lain.
Meski investigasi masih berjalan, publik berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi gedung KPT. Pegawai yang bekerja di sana membutuhkan jaminan keamanan agar pelayanan publik tidak terganggu.
Dengan ambruknya KPT Brebes, isu mengenai akuntabilitas pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan nasional. Pemerintah diminta lebih serius memperkuat regulasi, pengawasan, dan sanksi bagi kontraktor yang lalai.
Peristiwa runtuhnya KPT Brebes memperlihatkan betapa pentingnya kualitas dalam pembangunan infrastruktur pemerintahan. Keterlibatan kontraktor bermasalah seperti PT Istaka Karya menjadi pelajaran besar bagi pengambil kebijakan.
Penyelidikan menyeluruh harus dilakukan untuk menemukan penyebab pasti, agar peristiwa serupa tidak berulang di masa depan. Keselamatan masyarakat dan pegawai pemerintahan harus menjadi prioritas utama.
Transparansi dari pemerintah daerah maupun pusat akan sangat menentukan kepercayaan publik terhadap proses pembangunan. Tanpa keterbukaan, dugaan dan spekulasi akan terus berkembang.
Peran lembaga pengawas dan auditor independen sangat penting untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran serta kualitas hasil pekerjaan sesuai standar.
Kasus KPT Brebes diharapkan menjadi momentum pembenahan sistem pengadaan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia, sehingga tragedi serupa tidak lagi menimbulkan korban. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





