EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Pengungsi Papua Cari Perlindungan Aman Dari Sasaran Peluru Nyasar Karena Konflik

Pengungsi Papua Cari Perlindungan Aman Dari Sasaran Peluru Nyasar Karena Konflik

Jumlah pengungsi Papua sudah lebih dari 97 ribu jiwa. Konflik dan operasi militer menjadi penyebab utama gelombang pengungsi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jayapura EKOIN.CO – Gelombang pengungsi di Papua terus bertambah seiring meningkatnya operasi keamanan dan konflik bersenjata di beberapa wilayah pegunungan. Data terakhir mencatat lebih dari 97.700 orang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka, termasuk warga pendatang yang ketakutan dengan kondisi tidak stabil. Berlangganan gratis WA Channel EKOIN di sini.

Human Rights Monitor melaporkan bahwa pengungsian terbesar terjadi di Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang. Desa-desa seperti Hitadipa di Intan Jaya serta Sinak di Puncak kini kosong ditinggalkan warganya. “Kami tidak bisa lagi tinggal di sana karena suara tembakan terus terdengar. Anak-anak trauma, kami hanya ingin selamat,” ujar seorang pengungsi yang diwawancarai tim kemanusiaan.

Konflik dan Dampak Pengungsi di Papua

Gelombang pengungsi tidak hanya dipicu bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata TPNPB, tetapi juga karena operasi militer yang menyasar wilayah sekitar desa. Laporan menyebutkan adanya serangan udara, penggunaan drone, hingga pembakaran rumah warga di beberapa distrik. Kondisi ini membuat warga kehilangan rasa aman.

Jumlah pengungsi terus meningkat sejak awal 2025, ketika operasi keamanan diperluas di wilayah Intan Jaya. Dari Nabire, Timika, hingga Jayapura, ribuan orang berlindung di gereja, sekolah, dan rumah kerabat. Situasi ini menyebabkan beban tambahan pada fasilitas umum dan logistik kota yang menampung mereka.

Kondisi semakin berat bagi warga pendatang yang memiliki usaha kecil, seperti kios atau warung makan. Banyak di antara mereka menutup tempat usaha karena takut menjadi sasaran. Di Oksibil, Pegunungan Bintang, sebagian kios hanya beroperasi setengah hari. “Kami buka sebentar saja untuk melayani warga, setelah itu tutup. Kami takut sewaktu-waktu ada kerusuhan,” ujar seorang pedagang pendatang kepada media lokal.

Berita Menarik Pilihan

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

Di sisi lain, warga asli Papua juga menghadapi trauma berkepanjangan. Anak-anak banyak yang tidak bersekolah karena bangunan pendidikan rusak atau digunakan sebagai pos sementara. Fasilitas kesehatan pun terbatas, sehingga pengungsi kesulitan mendapatkan layanan medis.

Tantangan Kemanusiaan dan Perlindungan Pengungsi

Akses bantuan bagi pengungsi Papua masih terbatas. Organisasi kemanusiaan melaporkan kesulitan menjangkau wilayah pedalaman karena blokade, ancaman keamanan, dan minimnya transportasi. Situasi ini memperburuk kondisi gizi dan kesehatan ribuan orang yang kini bergantung pada bantuan darurat.

“Ribuan warga hidup dalam ketidakpastian. Mereka butuh tempat aman, makanan, dan layanan kesehatan. Pemerintah harus segera membuka akses bantuan,” kata seorang relawan kemanusiaan yang bertugas di Nabire.

Kebutuhan mendesak meliputi tenda, air bersih, pakaian, hingga perlindungan khusus bagi anak-anak dan perempuan. Banyak pengungsi bertahan hanya dengan bekal seadanya setelah melarikan diri dari desa mereka.

Sementara itu, pemerintah daerah Papua berjanji memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan lembaga kemanusiaan untuk menangani situasi. Namun, akses informasi sering kali tertutup sehingga data jumlah pengungsi tidak selalu akurat.

Gelombang pengungsi di Papua memperlihatkan krisis kemanusiaan yang semakin serius. Konflik berkepanjangan tidak hanya memukul kehidupan warga asli, tetapi juga pendatang yang mencari nafkah di daerah tersebut.

Jumlah pengungsi yang terus bertambah menandakan perlunya perhatian cepat dari pemerintah pusat maupun daerah. Keterlambatan penanganan berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi yang lebih besar.

Kondisi fasilitas umum yang rusak memperburuk penderitaan masyarakat. Pendidikan anak-anak terhenti, pelayanan kesehatan terganggu, dan ekonomi lokal lumpuh.

Solidaritas antarwarga sangat penting untuk meredakan ketegangan. Masyarakat pendatang dan asli Papua harus saling melindungi agar tidak terjebak dalam spiral kekerasan.

Penanganan jangka panjang harus melibatkan dialog damai dan pembangunan berkelanjutan agar pengungsi dapat kembali dengan rasa aman dan bermartabat. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: keamanankemanusiaankonflikPapuapendatangpengungsi
Post Sebelumnya

Rusuh Papua Yalimo Tiga Warga Tewas

Post Selanjutnya

TNI Berhasil Tangani Operasi Tumor Rahang Warga Ngada NTT di RSAL Marinir Cilandak

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Personel Polsek Gambir saat memberikan pendampingan kepada Mariame Traore (WNA Prancis) yang ditemukan terlantar di Hall Utara Stasiun Gambir. Mariame kini telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat di Kemayoran untuk penanganan dokumen dan izin tinggal lebih lanjut. (Foto: Humas Polres Jakarta Pusat/Ekoin.co)

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Basuki mengatakan, pengamanan terhadap warga negara Asing bermula saat anggota Polsek Gambir...

Post Selanjutnya
TNI Berhasil Tangani Operasi Tumor Rahang Warga Ngada NTT di RSAL Marinir Cilandak

TNI Berhasil Tangani Operasi Tumor Rahang Warga Ngada NTT di RSAL Marinir Cilandak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.