EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Luka Lama Jadi Pemicu Pertikaian Ambon

Luka Lama Jadi Pemicu Pertikaian Ambon

Pertikaian di Ambon bukan semata konflik agama, melainkan gabungan faktor sosial, politik, dan sejarah. Luka lama konflik 1999 membuat Ambon masih rentan terhadap pertikaian hingga kini.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ambon EKOIN.CO – Pertikaian kembali mencuat di Ambon dengan latar belakang ketidakpuasan sosial, perbedaan identitas, hingga isu politik lokal. Situasi ini membuat kota yang pernah mengalami konflik besar pada 1999 itu masih dianggap rawan, meskipun sudah banyak upaya perdamaian dilakukan. Berlangganan WA Channel EKOIN di sini.

Menurut sejumlah laporan, faktor utama pertikaian di Ambon bukan semata soal agama, melainkan ketidakadilan sosial dan politik yang dirasakan masyarakat. Isu agama memang sering terbawa, namun tidak menjadi pemicu tunggal.

Akar Pertikaian di Ambon

Pertikaian yang berulang di Ambon kerap berawal dari insiden kecil yang berkembang menjadi konflik besar. Misalnya, keributan antarwarga yang seharusnya dapat diselesaikan secara damai justru membesar karena adanya provokasi dan isu lama yang belum selesai.

Laporan Crisis Group menyebut, luka lama akibat konflik 1999 hingga awal 2000-an masih memengaruhi relasi sosial antarwarga. Rasa curiga, trauma, dan ketidakadilan yang belum sepenuhnya diselesaikan membuat masyarakat mudah tersulut.

Isu RMS (Republik Maluku Selatan) juga masih menjadi faktor sensitif. Bagi sebagian kelompok, RMS menjadi simbol perlawanan, sedangkan bagi pihak lain dianggap ancaman terhadap keutuhan negara. Situasi ini memperumit upaya penyelesaian konflik ketika muncul pertikaian baru.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Selain itu, distribusi jabatan politik dan akses ekonomi yang dianggap tidak merata memperdalam rasa ketidakpuasan. Setelah era Reformasi 1998, sejumlah kelompok merasa terpinggirkan dalam pemerintahan daerah.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah daerah dan aparat keamanan berulang kali menegaskan bahwa pertikaian di Ambon bukanlah konflik agama. “Peristiwa ini jangan dilihat sebagai benturan antaragama, karena sejatinya masalah sosial dan politik lebih dominan,” kata seorang pejabat yang dikutip dari laporan nasional.

Meski demikian, aparat keamanan kerap menghadapi tantangan berat. Tuduhan adanya perlakuan tidak adil dalam penegakan hukum memperburuk kepercayaan masyarakat. Respons yang dinilai lambat atau keras berlebihan kadang menambah ketegangan.

Lembaga swadaya masyarakat lokal berusaha memediasi pertikaian dengan pendekatan kultural dan agama. Dialog antar pemuka agama digencarkan untuk mencegah provokasi berkembang menjadi konflik besar.

Namun, catatan Human Rights Watch menyebut bahwa selama pertikaian berlangsung, warga sipil masih sering menjadi korban utama, baik kehilangan nyawa maupun harta benda. Hal ini menandakan belum tuntasnya rekonsiliasi di lapangan.

Kondisi sosial Ambon saat ini masih diwarnai ketidakpastian. Meski aktivitas warga berjalan normal, setiap insiden kecil berpotensi memicu pertikaian lebih besar bila tidak segera ditangani.

Pertikaian di Ambon menunjukkan bahwa luka lama konflik sosial tidak mudah sembuh hanya dengan waktu. Perlu langkah serius dan menyeluruh untuk menyelesaikan masalah mendasar, termasuk distribusi keadilan sosial dan politik.

Masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam proses perdamaian agar tidak merasa terpinggirkan. Pemerintah daerah dan pusat perlu lebih transparan dalam kebijakan, sehingga tidak memunculkan kesan diskriminasi.

Selain itu, dialog antaragama harus terus diperkuat, bukan hanya di level elite, melainkan juga di kalangan akar rumput. Hal ini penting agar kepercayaan antarwarga dapat dipulihkan.

Aparat keamanan juga harus menunjukkan profesionalisme dan keadilan agar dipercaya oleh semua pihak. Penegakan hukum yang konsisten akan mengurangi ruang bagi provokasi berkembang.

Pada akhirnya, pertikaian di Ambon hanya bisa diakhiri jika ada komitmen kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama untuk menjaga perdamaian secara berkelanjutan. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


?

Tags: Ambonkeamanankonflik sosialMaluku.pertikaianRMS
Post Sebelumnya

Menteri PKP Usul Aset Rampasan BLBI Dijadikan Rumah Susun Bersubsidi

Post Selanjutnya

BPOM Tarik 19 Produk Kopi Berbahaya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
BPOM Tarik 19 Produk Kopi Berbahaya

BPOM Tarik 19 Produk Kopi Berbahaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.