Sleman,EKOIN.CO- Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan rotasi puluhan pejabat di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) pada Rabu, 24 September 2025. Rotasi pejabat ini dilakukan setelah evaluasi kinerja yang dinilai belum memuaskan, sehingga diperlukan langkah penyegaran untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Ikuti berita lainnya di WA Channel EKOIN.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Ia menegaskan bahwa rotasi pejabat merupakan hal lumrah dalam birokrasi, terlebih ketika capaian kinerja masih jauh dari target yang diharapkan.
“Rotasi ini bagian dari upaya menjaga semangat kerja. Semua pejabat yang dilantik diharapkan mampu memberikan kinerja yang lebih baik dan mampu menjawab tantangan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks,” ujar Kustini.
Rotasi pejabat Sleman untuk perbaikan kinerja
Total sebanyak 47 pejabat dilantik dalam rotasi tersebut, meliputi pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional. Sejumlah posisi strategis di dinas dan badan daerah mengalami perubahan, termasuk di Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan.
Langkah ini dianggap penting karena beberapa OPD sebelumnya dinilai tidak mencapai target kerja tahunan. Misalnya, dalam hal penyerapan anggaran, masih ada OPD dengan realisasi di bawah 80 persen hingga akhir tahun anggaran. Selain itu, laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah juga mencatat adanya catatan perbaikan.
Kustini menambahkan, setiap pejabat harus menyadari bahwa jabatan bukanlah hak pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk kepentingan masyarakat. “Kalau tidak bisa optimal, maka perlu ada evaluasi dan penyesuaian,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik tidak terlena dengan jabatan, melainkan fokus pada pencapaian program dan peningkatan layanan publik.
Evaluasi dan harapan pasca rotasi pejabat
Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswaya, juga menekankan bahwa rotasi pejabat bukan sekadar memindahkan posisi, melainkan mendorong percepatan reformasi birokrasi. Ia menilai rotasi sebagai salah satu cara untuk memutus stagnasi kinerja yang kerap terjadi di instansi pemerintahan.
“Rotasi akan membuka ruang gerak baru, sekaligus memunculkan ide-ide segar dari pejabat yang menduduki jabatan strategis,” kata Harda.
Selain rotasi, Pemkab Sleman juga akan memperketat sistem evaluasi kinerja berbasis indikator capaian program. Evaluasi tidak hanya menilai target fisik dan keuangan, tetapi juga kualitas pelayanan publik, inovasi program, hingga kepuasan masyarakat.
Masyarakat pun diharapkan bisa merasakan langsung dampak dari kebijakan ini, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Dengan adanya pejabat baru yang dipercaya, pemerintah optimistis pelayanan akan lebih cepat, tepat, dan transparan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga berpesan agar pejabat yang dilantik menjaga integritas serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Rotasi, menurutnya, bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.
Rotasi pejabat di Sleman menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas layanan publik. Pergantian ini menandakan adanya evaluasi serius terhadap kinerja OPD yang belum memuaskan.
Langkah ini juga menjadi sinyal bagi pejabat lain bahwa jabatan selalu melekat dengan kewajiban memberikan hasil nyata kepada masyarakat. Evaluasi kinerja yang berkelanjutan akan menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas birokrasi.
Rotasi pejabat diharapkan membawa penyegaran dalam pola kerja, meningkatkan motivasi, sekaligus menciptakan sistem yang lebih adaptif dengan tantangan baru. Masyarakat akan menilai langsung sejauh mana pejabat baru dapat memberikan perbaikan nyata.
Jika proses rotasi ini disertai dengan pengawasan dan evaluasi ketat, maka perubahan positif akan lebih mudah tercapai. Pemkab Sleman diharapkan konsisten dalam menjaga ritme reformasi birokrasi yang sudah dimulai.
Dengan demikian, rotasi pejabat bukan hanya sekadar formalitas, melainkan langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Sleman. ( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





